Breaking News
dark_mode
Trending Tags

8 Bulan Lawan Tumor Ganas, Armei Tambunan Terpuruk dan Butuh Uluran Tangan

  • account_circle RM
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • print Cetak

8 Bulan Lawan Tumor Ganas, Armei Tambunan Terpuruk dan Butuh Uluran Tangan

NEWS PUBLIK | Labuhanbatu Selatan – Perjuangan panjang melawan penyakit ganas tengah dialami Armei Karter Tambunan (47), warga Dusun Tanjung Marulak, Desa Huta Godang, Kecamatan Sei Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Selama delapan bulan terakhir, Armei harus berjuang menghadapi tumor ganas di usus yang menggerogoti tubuhnya, di tengah keterbatasan ekonomi yang semakin menghimpit.

Kondisi Armei kini memprihatinkan. Selain harus menjalani rangkaian pengobatan berat, ia juga membutuhkan biaya tambahan yang tidak sedikit untuk menunjang proses pemulihan. Di tengah situasi sulit tersebut, Armei dan keluarganya kini sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak.

Awal Mula Tumor Ganas yang Diabaikan Demi Keluarga

Perjalanan penyakit tumor ganas yang diderita Armei sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2023. Saat itu, ia mulai merasakan gangguan kesehatan yang mengarah pada kondisi serius. Namun, sebagai pekerja serabutan yang menjadi tulang punggung keluarga, Armei memilih untuk menunda pengobatan.

Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Ia khawatir jika menjalani operasi atau perawatan intensif, dirinya tidak lagi mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya.

Padahal, saat itu Armei sudah terdaftar sebagai peserta BPJS gratis. Namun rasa takut kehilangan penghasilan membuatnya mengabaikan kondisi kesehatannya sendiri.

Seiring berjalannya waktu, penyakit yang dideritanya semakin memburuk tanpa penanganan yang memadai.

Kondisi Memburuk, Didiagnosis Tumor Ganas Usus

Memasuki awal Agustus 2025, kondisi kesehatan Armei menurun drastis. Ia mengalami sakit perut berkepanjangan hingga akhirnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit di Rantau Prapat.

Setelah tiga hari dirawat, Armei dirujuk ke Medan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Di salah satu rumah sakit di Kota Medan, dokter akhirnya mendiagnosis Armei menderita tumor ganas pada usus.

Diagnosis tersebut menjadi titik awal perjuangan panjang Armei melawan penyakit mematikan itu.

Untuk membantu proses pembuangan kotoran tubuh, Armei harus menjalani operasi pemasangan kantong kolostomi di bagian perut sebelah kiri. Prosedur ini dilakukan sebagai solusi medis akibat kondisi ususnya yang sudah tidak berfungsi normal.

Serangkaian Pengobatan Berat dan Operasi Berulang

Perjuangan Armei tidak berhenti pada satu tindakan medis saja. Pada September 2025, ia harus menjalani kemoterapi sebanyak delapan kali dengan interval dua minggu sekali.

Selain itu, Armei juga menjalani radioterapi sebanyak 25 kali sebagai bagian dari upaya menghentikan penyebaran sel tumor ganas.

Setelah satu bulan pasca radioterapi, ia kembali menjalani operasi untuk mengangkat tumor yang bersarang di tubuhnya.

Namun, dalam proses tersebut muncul komplikasi serius. Dokter menemukan adanya infeksi pada bagian dalam duburnya.

Akibat kondisi tersebut, setiap hari keluar cairan berwarna kehitaman dari tubuhnya. Untuk mengatasi hal itu, Armei harus menggunakan pembalut (pampers) hingga satu bungkus setiap hari.

Tidak hanya itu, luka bekas operasi di bagian perutnya juga belum kunjung sembuh. Bahkan, luka tersebut terus mengeluarkan nanah akibat infeksi yang terjadi.

Kondisi ini membuat proses pengobatan lanjutan terhambat. Padahal, Armei masih harus menjalani kemoterapi tambahan sebanyak enam kali.

Bertahan di Kos Sederhana Dekat RSUP Adam Malik

Selama menjalani pengobatan di Medan, Armei tinggal di sebuah rumah kos sederhana di sekitar RSUP Adam Malik. Ia tidak sendiri, melainkan didampingi oleh istri dan anak-anaknya.

Di antara anggota keluarganya, terdapat seorang anak berusia 5 tahun dan satu anak lainnya, Hamdan Hafiz Tambunan (12), yang juga dalam kondisi kurang sehat.

Kondisi Armei yang membutuhkan perawatan intensif membuatnya harus mendapatkan penanganan luka setiap hari. Untuk itu, keluarga harus menggunakan jasa perawat bayaran yang datang ke tempat kos untuk membersihkan luka dan merawat kondisi tubuhnya.

Sejak awal pengobatan pada Agustus 2025 hingga kini, Armei tercatat hanya dua kali pulang ke kampung halamannya di Desa Huta Godang.

Namun, setiap kali pulang, ia justru mengalami pendarahan hebat. Oleh karena itu, dokter menyarankan agar Armei tetap berada di Medan agar proses pengobatan dapat dilakukan secara optimal.

Biaya Membengkak, Keluarga Mulai Kewalahan

Selama delapan bulan terakhir, biaya pengobatan yang harus dikeluarkan Armei terbilang sangat besar.

Meskipun telah memiliki BPJS, banyak kebutuhan yang tidak ditanggung, seperti pembelian pampers setiap hari, biaya makan, kebutuhan hidup keluarga, serta perawatan tambahan lainnya.

Seluruh biaya tersebut selama ini ditanggung secara gotong royong oleh keluarga besar. Namun, seiring berjalannya waktu, kemampuan keluarga untuk terus membantu mulai mencapai batas.

Kondisi ini membuat Armei semakin terpuruk secara mental. Ia mengaku mulai merasa putus asa karena kondisi ekonomi yang semakin sulit, sementara pengobatannya masih harus berlanjut sekitar empat bulan ke depan.

Butuh Uluran Tangan, Harapan Masih Ada

Di tengah kondisi yang penuh keterbatasan, Armei mengaku tidak tahu lagi harus meminta bantuan ke mana.

Beban yang ia tanggung semakin berat, terutama karena ia juga harus memikirkan kondisi anaknya yang kurang sehat.

Saat ini, Armei dan keluarganya masih bertahan di rumah kos sederhana di sekitar RSUP Adam Malik Medan. Mereka menunggu luka operasi sembuh agar dapat melanjutkan kemoterapi berikutnya.

Perjuangan Armei menjadi gambaran nyata betapa beratnya beban yang harus ditanggung pasien dengan penyakit serius, terutama di tengah keterbatasan ekonomi dan tanggungan keluarga.

Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik kerasnya kehidupan, masih ada harapan yang bisa tumbuh melalui kepedulian dan solidaritas sesama.

  • Penulis: RM

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bandel di Jalur Darat, Truk Batu Bara Disikat Polda Jambi di Mestong

    Bandel di Jalur Darat, Truk Batu Bara Disikat Polda Jambi di Mestong

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | MUARO JAMBI – Aksi “kucing-kucingan” angkutan batu bara di jalur darat kembali terbongkar. Satuan Lalu Lintas Polda Jambi mengamankan tujuh unit truk tronton bermuatan batu bara dalam operasi penindakan di wilayah Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Operasi yang dikomandoi langsung Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jambi ini digelar setelah aparat menerima laporan adanya aktivitas […]

  • Diskominfo Provinsi Jambi Raih Penghargaan Penyelenggara Peduli Penyiaran pada Anugerah KPID Jambi 2025

    Diskominfo Provinsi Jambi Raih Penghargaan Penyelenggara Peduli Penyiaran pada Anugerah KPID Jambi 2025

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jambi – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jambi kembali mencatat prestasi membanggakan setelah menerima penghargaan Penyelenggara Peduli Penyiaran pada Malam Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Jambi Tahun 2025. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dukungan, sinergi, dan komitmen Diskominfo dalam memperkuat ekosistem penyiaran yang sehat, profesional, dan sesuai regulasi di […]

  • Bupati Sabar AS Bantu Korban Kebakaran di Nagari Tanjung Betung

    Bupati Sabar AS Bantu Korban Kebakaran di Nagari Tanjung Betung

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Pasaman Sumbar –  Bupati Sabar AS besuk Nurhaida Lubis (75), korban kebakaran yang dirawat  di RSUD Tuanku Imam Bonjol, Lubuk Sikaping, Kamis (1/05/2025). Kedatangan bupati Sabar AS didamping pimpinan Baznas dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasaman, BPBD dan PMI Kabupaten Pasaman. Korban Nurhaida Lubis merupakan warga Setia Baru Jorong Air Hangat, Nagari Tanjung Betung […]

  • Sat Lantas Polres Lampung Selatan Sosialisasikan Pemutihan dan Penegakan Hukum Lalu Lintas

    Sat Lantas Polres Lampung Selatan Sosialisasikan Pemutihan dan Penegakan Hukum Lalu Lintas

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Lampung Selatan – Sat Lantas Polres Lampung Selatan bersama  Dispenda Kabupaten Lampung Selatan  menggelar kegiatan dakgar simpatik untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas masyarakat melalui penindakan pelanggaran dan sosialisasi program pemutihan pajak kendaraan di depan Mapolres Lampung Selatan, Selasa (27/05/2025) pukul 07.45 WIB.  AKP R. Manggala Agung menjelaskan pentingnya program pemutihan sebagai kesempatan bagi […]

  • Gubernur Al Haris Sholat Idul Adha di Masjid Agung Al Falah

    Al Haris Tekankan Pentingnya Semangat Berkurban dan Keharmonisan Keluarga saat Idul Adha

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi menggelar Sholat Idul Adha 1447 Hijriah bersama ribuan masyarakat di Masjid Agung Al-Falah, Kota Jambi, Rabu (27/05/2026) pagi. Pelaksanaan Sholat Idul Adha tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan bersama Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., yang hadir langsung bersama masyarakat dan jajaran Pemerintah Provinsi Jambi. […]

  • Tonggak Pers Karawang, Aliansi Pewarta Resmi Dideklarasikan, AKPERSI Beri Apresiasi Terbuka

    Tonggak Pers Karawang, Aliansi Pewarta Resmi Dideklarasikan, AKPERSI Beri Apresiasi Terbuka

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, KARAWANG – Aliansi Pewarta Karawang (APK) secara resmi mendeklarasikan keberadaannya melalui kegiatan Deklarasi dan Syukuran yang digelar pada Rabu siang di Resto Sunda Kampung Budaya, Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB tersebut berlangsung lancar, khidmat, dan penuh nuansa kekeluargaan. Deklarasi APK menjadi momentum penting bagi insan […]

expand_less