Breaking News
light_mode
Trending Tags

8 Bulan Lawan Tumor Ganas, Armei Tambunan Terpuruk dan Butuh Uluran Tangan

  • account_circle RM
  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • visibility 140

8 Bulan Lawan Tumor Ganas, Armei Tambunan Terpuruk dan Butuh Uluran Tangan

NEWS PUBLIK | Labuhanbatu Selatan – Perjuangan panjang melawan penyakit ganas tengah dialami Armei Karter Tambunan (47), warga Dusun Tanjung Marulak, Desa Huta Godang, Kecamatan Sei Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Selama delapan bulan terakhir, Armei harus berjuang menghadapi tumor ganas di usus yang menggerogoti tubuhnya, di tengah keterbatasan ekonomi yang semakin menghimpit.

Kondisi Armei kini memprihatinkan. Selain harus menjalani rangkaian pengobatan berat, ia juga membutuhkan biaya tambahan yang tidak sedikit untuk menunjang proses pemulihan. Di tengah situasi sulit tersebut, Armei dan keluarganya kini sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak.

Awal Mula Tumor Ganas yang Diabaikan Demi Keluarga

Perjalanan penyakit tumor ganas yang diderita Armei sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2023. Saat itu, ia mulai merasakan gangguan kesehatan yang mengarah pada kondisi serius. Namun, sebagai pekerja serabutan yang menjadi tulang punggung keluarga, Armei memilih untuk menunda pengobatan.

Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Ia khawatir jika menjalani operasi atau perawatan intensif, dirinya tidak lagi mampu bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya.

Padahal, saat itu Armei sudah terdaftar sebagai peserta BPJS gratis. Namun rasa takut kehilangan penghasilan membuatnya mengabaikan kondisi kesehatannya sendiri.

Seiring berjalannya waktu, penyakit yang dideritanya semakin memburuk tanpa penanganan yang memadai.

Kondisi Memburuk, Didiagnosis Tumor Ganas Usus

Memasuki awal Agustus 2025, kondisi kesehatan Armei menurun drastis. Ia mengalami sakit perut berkepanjangan hingga akhirnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit di Rantau Prapat.

Setelah tiga hari dirawat, Armei dirujuk ke Medan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Di salah satu rumah sakit di Kota Medan, dokter akhirnya mendiagnosis Armei menderita tumor ganas pada usus.

Diagnosis tersebut menjadi titik awal perjuangan panjang Armei melawan penyakit mematikan itu.

Untuk membantu proses pembuangan kotoran tubuh, Armei harus menjalani operasi pemasangan kantong kolostomi di bagian perut sebelah kiri. Prosedur ini dilakukan sebagai solusi medis akibat kondisi ususnya yang sudah tidak berfungsi normal.

Serangkaian Pengobatan Berat dan Operasi Berulang

Perjuangan Armei tidak berhenti pada satu tindakan medis saja. Pada September 2025, ia harus menjalani kemoterapi sebanyak delapan kali dengan interval dua minggu sekali.

Selain itu, Armei juga menjalani radioterapi sebanyak 25 kali sebagai bagian dari upaya menghentikan penyebaran sel tumor ganas.

Setelah satu bulan pasca radioterapi, ia kembali menjalani operasi untuk mengangkat tumor yang bersarang di tubuhnya.

Namun, dalam proses tersebut muncul komplikasi serius. Dokter menemukan adanya infeksi pada bagian dalam duburnya.

Akibat kondisi tersebut, setiap hari keluar cairan berwarna kehitaman dari tubuhnya. Untuk mengatasi hal itu, Armei harus menggunakan pembalut (pampers) hingga satu bungkus setiap hari.

Tidak hanya itu, luka bekas operasi di bagian perutnya juga belum kunjung sembuh. Bahkan, luka tersebut terus mengeluarkan nanah akibat infeksi yang terjadi.

Kondisi ini membuat proses pengobatan lanjutan terhambat. Padahal, Armei masih harus menjalani kemoterapi tambahan sebanyak enam kali.

Bertahan di Kos Sederhana Dekat RSUP Adam Malik

Selama menjalani pengobatan di Medan, Armei tinggal di sebuah rumah kos sederhana di sekitar RSUP Adam Malik. Ia tidak sendiri, melainkan didampingi oleh istri dan anak-anaknya.

Di antara anggota keluarganya, terdapat seorang anak berusia 5 tahun dan satu anak lainnya, Hamdan Hafiz Tambunan (12), yang juga dalam kondisi kurang sehat.

Kondisi Armei yang membutuhkan perawatan intensif membuatnya harus mendapatkan penanganan luka setiap hari. Untuk itu, keluarga harus menggunakan jasa perawat bayaran yang datang ke tempat kos untuk membersihkan luka dan merawat kondisi tubuhnya.

Sejak awal pengobatan pada Agustus 2025 hingga kini, Armei tercatat hanya dua kali pulang ke kampung halamannya di Desa Huta Godang.

Namun, setiap kali pulang, ia justru mengalami pendarahan hebat. Oleh karena itu, dokter menyarankan agar Armei tetap berada di Medan agar proses pengobatan dapat dilakukan secara optimal.

Biaya Membengkak, Keluarga Mulai Kewalahan

Selama delapan bulan terakhir, biaya pengobatan yang harus dikeluarkan Armei terbilang sangat besar.

Meskipun telah memiliki BPJS, banyak kebutuhan yang tidak ditanggung, seperti pembelian pampers setiap hari, biaya makan, kebutuhan hidup keluarga, serta perawatan tambahan lainnya.

Seluruh biaya tersebut selama ini ditanggung secara gotong royong oleh keluarga besar. Namun, seiring berjalannya waktu, kemampuan keluarga untuk terus membantu mulai mencapai batas.

Kondisi ini membuat Armei semakin terpuruk secara mental. Ia mengaku mulai merasa putus asa karena kondisi ekonomi yang semakin sulit, sementara pengobatannya masih harus berlanjut sekitar empat bulan ke depan.

Butuh Uluran Tangan, Harapan Masih Ada

Di tengah kondisi yang penuh keterbatasan, Armei mengaku tidak tahu lagi harus meminta bantuan ke mana.

Beban yang ia tanggung semakin berat, terutama karena ia juga harus memikirkan kondisi anaknya yang kurang sehat.

Saat ini, Armei dan keluarganya masih bertahan di rumah kos sederhana di sekitar RSUP Adam Malik Medan. Mereka menunggu luka operasi sembuh agar dapat melanjutkan kemoterapi berikutnya.

Perjuangan Armei menjadi gambaran nyata betapa beratnya beban yang harus ditanggung pasien dengan penyakit serius, terutama di tengah keterbatasan ekonomi dan tanggungan keluarga.

Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik kerasnya kehidupan, masih ada harapan yang bisa tumbuh melalui kepedulian dan solidaritas sesama.

  • Penulis: RM

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Balai di Kerinci Diduga Sarat Pelanggaran: Data Fiktif, Lokasi Salah, Material Tak Standar

    Proyek Balai di Kerinci Diduga Sarat Pelanggaran: Data Fiktif, Lokasi Salah, Material Tak Standar

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, KERINCI – Sejumlah persoalan serius terungkap dalam pelaksanaan program yang berjalan di Kabupaten Kerinci. Lemahnya pengawasan dari pihak balai diduga menjadi akar masalah yang memunculkan indikasi manipulasi data, kesalahan lokasi kegiatan, hingga penggunaan material bangunan yang tidak memenuhi standar. Temuan tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum LSM Peduli Alam Sakti (LSM PEDAS), Efyarman, dalam […]

  • Gubernur Al Haris Kucurkan Rp 9,5 Miliar untuk Perkuat Ketahanan Pangan Bungo

    Gubernur Al Haris Kucurkan Rp 9,5 Miliar untuk Perkuat Ketahanan Pangan Bungo

    • 0Komentar

    📰Al Haris Salurkan Bantuan Rp9,5 Miliar untuk Dukung Swasembada Pangan di Bungo NEWS PUBLIK, Muara Bungo (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH, menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat ketahanan pangan di daerah dengan menyalurkan bantuan besar kepada kabupaten/kota. Salah satu penerima manfaat terbesar adalah Kabupaten Bungo, yang mendapat bantuan senilai […]

  • Kades Sungai Deras Kangkangi Aturan ?? Diduga Beli Rumah Warga untuk Kantor

    Kades Sungai Deras Kangkangi Aturan ?? Diduga Beli Rumah Warga untuk Kantor

    • 0Komentar

    📰 Ketua LSM PEDAS Kecam Keras atas Dugaan Kades Sungai Deras Beli Rumah Warga untuk Kantor, Kangkangi Aturan NEWS PUBLIK, KERINCI – (26 September 2025) Polemik mencuat di Desa Sungai Deras, Kabupaten Kerinci, setelah Kepala Desa Helmi diduga membeli rumah warga untuk dijadikan aset desa. Langkah itu dinilai tanpa dasar hukum dan prosedur yang jelas, […]

  • Gubernur Al Haris Salurkan 51 Bantuan Bedah Rumah di Tanjab Barat

    Gubernur Al Haris Salurkan 51 Bantuan Bedah Rumah di Tanjab Barat

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Tanjung Jabung Barat – Pemerintah Provinsi Jambi kembali memperkuat komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Pro Jambi Tangguh. Gubernur Jambi, Al Haris, menyalurkan bantuan bedah rumah kepada warga Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (08/12/2025). Pada tahun 2025, Tanjung Jabung Barat mendapatkan alokasi 51 unit bantuan bedah rumah. Setiap unit menerima Rp20 juta, […]

  • Masjid Al -Fath Dusun Suhud Utara Desa Rintis Gelar Safari Ramadhan 1447 H Bersama Bupati Labusel Fery Sahputra Simatupang

    Masjid Al -Fath Dusun Suhud Utara Desa Rintis Gelar Safari Ramadhan 1447 H Bersama Bupati Labusel Fery Sahputra Simatupang

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | LABUSEL – Fery Sahputra Simatupang menghadiri Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Al-Fath, Dusun Suhud Utara, Desa Rintis, Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (3/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Safari Ramadhan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan sebagai upaya mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat. Sejak sore […]

  • Perkuat Pemberantasan Narkoba, Gedung Baru Satres Narkoba Polres Karawang Resmi Beroperasi

    Perkuat Pemberantasan Narkoba, Gedung Baru Satres Narkoba Polres Karawang Resmi Beroperasi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Sinergi antara jajaran Polres Karawang dan Pemerintah Kabupaten Karawang kembali menunjukkan komitmen nyata dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Hal itu ditandai dengan peresmian Gedung Satuan Reserse Narkoba Polres Karawang pada Rabu (18/02/2026) siang. Peresmian tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Karawang. Sejumlah pejabat hadir dalam […]

expand_less