Breaking News
light_mode
Trending Tags

KEBIJAKAN HILIRISASI: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

  • account_circle GR
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 51

KEBIJAKAN HILIRISASI: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

KEBIJAKAN HILIRISASI
Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

​Oleh:

Prof. Mukhtar Latif
(Guru Besar UIN STS Jambi)

​Hilirisasi: Keharusan Strategis

Selama berdekade-dekade, struktur ekonomi daerah kita sering terjebak dalam “kutukan sumber daya alam”. Kita kaya secara fisik, namun seringkali kehilangan nilai tambah karena terlalu asyik mengekspor bahan mentah (raw material). Hilirisasi adalah keputusan cerdas untuk memutus rantai ini. Menurut Basri (2024), transformasi dari ekonomi berbasis komoditas menuju ekonomi berbasis nilai tambah adalah kunci agar daerah tidak hanya menjadi penonton dalam rantai pasok global.

​Data BPS tahun 2024 menunjukkan bahwa Indonesia mulai merasakan dampak positif dari kebijakan ini, dengan tingkat pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga di angka 5,05% di tengah ketidakpastian global (BPS, 2024). Di level daerah, hilirisasi menjadi mesin percepatan pembangunan karena mampu menciptakan ekosistem industri yang lebih stabil. Ketika harga komoditas mentah dunia anjlok, daerah yang memiliki industri pengolahan hilir cenderung lebih tangguh terhadap guncangan eksternal. Ini adalah bentuk kedaulatan ekonomi yang dimulai dari tingkat lokal.

​Konsep Hilirisasi yang Produktif

Hilirisasi yang produktif tidak hanya soal membangun pabrik, tetapi soal menciptakan ekosistem inovasi yang melibatkan tenaga kerja lokal dan teknologi berkelanjutan. Setiawan (2023) menekankan bahwa hilirisasi harus berorientasi pada “Inclusive Green Growth”, di mana pertumbuhan industri tidak mengabaikan kelestarian lingkungan dan inklusivitas sosial.

​Secara konseptual, hilirisasi produktif melibatkan tiga pilar utama: peningkatan kapasitas SDM, adopsi teknologi tepat guna, dan integrasi dengan UMKM lokal. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi yang melibatkan kemitraan antara perusahaan besar dan pelaku usaha daerah mampu meningkatkan realisasi investasi hingga 43,3% pada tahun 2025 (Kementerian Investasi, 2025). Dengan kata lain, hilirisasi yang cerdas adalah yang mampu mengubah “kekayaan alam” menjadi “kekayaan intelektual dan kemakmuran ekonomi” secara simultan.

​Jambi: “The Middle Power” di Sumatera

​Provinsi Jambi kini menempati posisi strategis yang unik atau “posisi tengah” dalam peta pembangunan di Sumatera. Secara geografis, Jambi adalah jembatan penghubung yang vital, namun secara prestasi, capaian Jambi dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan taji yang signifikan. Data triwulan IV-2024 mencatat ekonomi Jambi tumbuh impresif sebesar 6,00% (y-on-y), melampaui rata-rata nasional (BPS Provinsi Jambi, 2025).

​Prestasi ini didukung oleh indikator makro yang solid. Jambi berhasil menekan angka kemiskinan hingga 6,89% pada tahun 2025, angka terendah dalam lima tahun terakhir (JambiLINK, 2025).

Selain itu, dalam hal tata kelola pembangunan kependudukan, Jambi meraih GDPK Award Terbaik 1 Nasional tahun 2024. Posisi “tengah” ini membuat Jambi menjadi hub yang paling potensial untuk pengembangan hilirisasi berbasis perkebunan dan pertambangan di wilayah Sumatera bagian tengah.

​Potensi Daerah dan Kontribusi Nyata

Potensi Jambi untuk mendukung kebijakan hilirisasi sangatlah melimpah, terutama pada sektor kelapa sawit, karet, dan batu bara. Sebagai salah satu produsen sawit terbesar, Jambi memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri turunan berupa oleokimia dan biodiesel. Mulyani (2025) menyebutkan bahwa optimalisasi sektor perkebunan rakyat melalui hilirisasi dapat meningkatkan pendapatan petani hingga 40%. Selain itu, komoditas unik seperti Kayu Manis dan Pinang juga menjadi primadona yang siap naik kelas melalui sentuhan industri pengolahan.

​Kontribusi hilirisasi dalam akselerasi pembangunan terlihat nyata pada penyerapan tenaga kerja. Data Sakernas BPS 2025 menunjukkan Angka Pengangguran Terbuka (APT) di Jambi berhasil ditekan hingga 3,5% berkat ekspansi sektor industri pengolahan. Hilirisasi menciptakan lapangan kerja formal yang lebih stabil dibandingkan sektor pertanian primer. Selain itu, hilirisasi mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar pusat kota, sehingga pembangunan menjadi lebih merata.

​Penutup

Kebijakan hilirisasi adalah jembatan menuju Indonesia Emas 2045. Bagi daerah seperti Jambi, hilirisasi bukan sekadar proyek industri, melainkan marwah pembangunan yang berkeadilan. Dengan posisi strategis di Sumatera dan dukungan data makro yang kuat di tahun 2025, Jambi siap bertransformasi dari penyedia bahan mentah menjadi pusat industri bernilai tambah. Kuncinya terletak pada kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha untuk memastikan bahwa setiap tetes kekayaan alam memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat.

Referensi:

1. Arifin, B. (2020). Ekonomi Pertanian Indonesia: Transformasi dan Tantangan Hilirisasi. Jakarta: UI Press.

2. Basri, F. (2024). Menjinakkan Kutukan Sumber Daya: Strategi Hilirisasi Nasional. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

3. ​Fahmi, I. (2021). Manajemen Strategis: Teori dan Aplikasi Pembangunan Daerah. Bandung: Alfabeta.

4. ​Mulyani, S. (2025). Ekonomi Hijau dan Keberlanjutan Industri. Jakarta: Erlangga.

5. ​Prasetyo, E. (2022). Inovasi Teknologi Industri di Era 4.0. Yogyakarta: Andi Offset.

6. ​Saragih, J. P. (2021). Pembangunan Ekonomi Daerah: Teori dan Realita. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

7. Setiawan, A. (2023). Hilirisasi dan Industrialisasi Inklusif. Malang: UB Press.

8. Sugiyono, A. (2023). Metode Penelitian Kebijakan Publik. Bandung: Alfabeta.

9. ​Tambunan, T. (2022). UMKM di Indonesia: Perkembangan dan Tantangan Hilirisasi. Jakarta: LP3ES.

10. Widjojo, A. (2024). Geopolitik Ekonomi: Posisi Indonesia dalam Rantai Pasok Global. Jakarta: Kompas.

​Jurnal:

1..Nasution, R., & Siregar, H. (2023). “Dampak Hilirisasi Sektor Perkebunan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Wilayah Sumatera”. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan, 12(1).

2. Putra, D. (2024). “Analisis Kesiapan Infrastruktur Pendukung Hilirisasi Industri di Provinsi Jambi”. Jurnal Pembangunan Daerah, 15(2).

3. Wulandari, S. (2025). “Impact of Downstream Manufacturing Industry on Inclusive Green Growth in Indonesia”. Journal of Sustainable Development and Economics, 10(1).

4. Zulkifli, M. (2024). “Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah dalam Percepatan Investasi Hilirisasi”. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 8(3).

  • Penulis: GR

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Riau Gagalkan Jaringan Narkoba Internasional

    Polda Riau Gagalkan Jaringan Narkoba Internasional

    • 0Komentar

    📰 Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 23 Kg Sabu dan 3.750 Butir Ekstasi ‎NEWS PUBLIK, Riau – Polda Riau melalui Direktorat Reserse Narkoba kembali menunjukkan komitmennya dalam memerangi kejahatan narkotika dengan mengungkap kasus besar yang melibatkan 23,66 kilogram sabu, 4,8 kilogram narkoba cair, dan 3.750 butir pil ekstasi. Pengungkapan ini dilakukan oleh Tim Opsnal Subdit I […]

  • Lepas JCH Kloter 13, Wagub Sani: Jaga Fisik, Mental dan Kesehatan

    Lepas JCH Kloter 13, Wagub Sani: Jaga Fisik, Mental dan Kesehatan

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I mengigatkan kepada Jemaah Calon Haji (JCH) Asal Provinsi Jambi untuk menjaga kondisi fisik, mental dan kesehatan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Karena ibadah haji merupakan rangkaian ibadah yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang prima. Hal tersebut […]

  • Bupati Sarolangun H Hurmin Kunjungi Warga Terdampak Banjir di Sarolangun

    Bupati Sarolangun H Hurmin Kunjungi Warga Terdampak Banjir di Sarolangun

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Sarolangun – Bupati Sarolangun H. Hurmin didampingi wakilnya Gerry Trisatwika melakukan kunjungan ke wilayah terdampak banjir salah satunya ke Desa Ladang Panjang Kecamatan Sarolangun. “Kita turun langsung melihat kondisi warga yang terdampak banjir, hari ini ada beberapa tidak yang kita tinjau. Salah satunya Desa Ladang Panjang,” Kata Bupati Sarolangun H. Hurmin, Senin (03/03/2025). Kata […]

  • Gubernur Al Haris Resmikan Penggunaan Mushola Al Majidi Kwarda Pramuka Jambi

    Gubernur Al Haris Resmikan Penggunaan Mushola Al Majidi Kwarda Pramuka Jambi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Jambi – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH secara resmi meresmikan penggunaan Mushola Al Majidi yang berada di lingkungan Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jambi, Sabtu (7/2/2026). Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Jambi dan dirangkai dengan kegiatan sosial berupa penyerahan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar. Peresmian Mushola […]

  • Gubernur Al Haris Ajak BKMT Perluas Peran Sosial dan Pemberdayaan Umat

    Gubernur Al Haris Ajak BKMT Perluas Peran Sosial dan Pemberdayaan Umat

    • 1Komentar

    📰 Gubernur Al Haris Ajak BKMT Perluas Peran Sosial dan Pemberdayaan Umat NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., menegaskan bahwa Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) tidak boleh hanya terbatas pada kegiatan pengajian, melainkan harus memperluas kiprahnya dalam berbagai aspek sosial dan pembangunan masyarakat. Hal ini disampaikannya […]

  • Prokompim Karawang Tarling di Cilebar: Tekankan Transformasi Karang Taruna

    Prokompim Karawang Tarling di Cilebar: Tekankan Transformasi Karang Taruna

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Karawang – Pemerintah Kabupaten Karawang menggelar agenda Tarawih Keliling titik ketiga di Masjid Jamie Al-Hidayah, Dusun Kosambibatu, Kecamatan Cilebar. Rabu (25/2/26). Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara jajaran Forkopimda, ASN, dan masyarakat setempat untuk meraih keberkahan Ramadan. Acara diawali dengan pembagian 700 takjil dari Inspektorat Karawang. Selain itu, Bupati menyerahkan bantuan sosial […]

expand_less