Kecewa Pimpinan Daerah Tak Hadir, Aliansi Cipayung Plus Karawang Tinggalkan Forum RDP
- account_circle M. Novicho
- calendar_month 4 jam yang lalu
- print Cetak

NEWS PUBLIK | KARAWANG – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Karawang menyatakan mosi tidak percaya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karawang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang berlangsung di Gedung Paripurna DPRD Karawang, Selasa (2/6/2026).
Kekecewaan mahasiswa dipicu oleh ketidakhadiran sejumlah pimpinan daerah dalam forum yang digelar sebagai tindak lanjut atas berbagai tuntutan dan aspirasi yang sebelumnya disuarakan melalui aksi demonstrasi sekitar dua pekan lalu.
RDP tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, Ketua DPRD Karawang, Wakapolres Karawang, perwakilan Dandim 0604 Karawang, Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Karawang, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, absennya beberapa pimpinan Forkopimda dinilai mahasiswa sebagai bentuk kurangnya keseriusan dalam merespons aspirasi masyarakat.
Ketua PC PMII Karawang, Mahardika, menyampaikan bahwa forum dialog yang seharusnya menjadi ruang penyelesaian berbagai persoalan publik justru tidak mendapatkan perhatian penuh dari para pemangku kebijakan.
Menurutnya, ketidakhadiran sejumlah pimpinan daerah menjadi indikator lemahnya komitmen pemerintah dan Forkopimda dalam menindaklanjuti tuntutan yang telah disampaikan mahasiswa.
“Ketidaktegasan dan ketidakkomitmenan pemerintah dan Forkopimda Kabupaten Karawang untuk hadir dalam agenda rapat dengar pendapat bersama Aliansi Cipayung Plus ini menjadi bentuk kekecewaan kami. Aspirasi masyarakat Karawang seharusnya dibahas secara serius, namun justru tidak dihadiri secara lengkap,” tegas Mahardika di hadapan peserta forum.
Mahardika juga menegaskan bahwa mahasiswa tidak lagi membutuhkan janji maupun pernyataan yang tidak diikuti langkah konkret dari para pengambil kebijakan.
“Kita tidak butuh janji-janji politik, kita tidak butuh omongan-omongan belaka. Dengan ini kami menyatakan mosi tidak percaya kepada Pemerintah Kabupaten Karawang dan Forkopimda Karawang,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disambut oleh peserta yang hadir dalam forum. Tak lama setelah menyampaikan sikap resmi mereka, mahasiswa memutuskan meninggalkan ruang rapat atau melakukan walk out sebagai bentuk protes terhadap ketidakhadiran sejumlah pimpinan daerah.
Aksi walk out itu menjadi simbol kekecewaan mahasiswa terhadap proses dialog yang dinilai tidak berjalan sebagaimana harapan.
Usai meninggalkan Gedung DPRD Karawang, massa bergerak menuju Kantor Bupati Karawang untuk melanjutkan penyampaian aspirasi serta menegaskan tuntutan yang sebelumnya telah mereka bawa dalam forum RDP.
Sepanjang kegiatan berlangsung, aparat kepolisian melakukan pengawalan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Aksi berjalan tertib tanpa adanya insiden yang mengganggu ketertiban umum.
Mahardika menegaskan bahwa Aliansi Cipayung Plus Karawang akan terus mengawal berbagai persoalan yang dianggap menjadi keresahan masyarakat hingga memperoleh respons dan tindak lanjut yang nyata dari pemerintah daerah.
“Kami akan terus mengawal aspirasi yang kami bawa dan tentunya menjadi keresahan masyarakat Karawang. Selama belum ada keseriusan dan komitmen nyata dari para pemangku kebijakan, perjuangan ini tidak akan berhenti,” pungkasnya.
- Penulis: M. Novicho
