Hari Adat Melayu Jambi 2026, Al Haris Ajak Masyarakat Perkuat Jati Diri Budaya
- account_circle GR
- calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
- print Cetak
NEWS PUBLIK | JAMBI – Hari Adat Melayu Jambi 2026 menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memperkuat identitas budaya dan menjaga nilai-nilai adat yang menjadi warisan daerah. Gubernur Jambi Al Haris mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus melestarikan adat Melayu Jambi di tengah perkembangan zaman.
Puncak peringatan Hari Adat Melayu Jambi Tahun 2026 digelar di Balairung Sari, Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi, Selasa (16/06/2026).
Kegiatan tersebut bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah dan menjadi penutup rangkaian Pekan Adat Melayu Jambi Tahun 2026.
Acara turut dihadiri Ketua Umum LAM Provinsi Jambi Hasan Basri Agus (HBA), unsur Forkopimda, pengurus LAM, kepala daerah atau perwakilan, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Hari Adat Melayu Jambi Jadi Penguat Identitas Budaya
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa adat memiliki peran besar dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat sekaligus menjadi pedoman menghadapi perubahan zaman.
Menurutnya, pembangunan daerah harus tetap berjalan dengan berlandaskan nilai budaya dan kearifan lokal.
“Kalau pemerintah, lembaga adat, dan ulama berjalan bersama, maka kuatlah kita membangun negeri ini,” ujar Al Haris.
Ia menilai perkembangan teknologi dan modernisasi tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akar budaya. Karena itu, adat Melayu Jambi harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Al Haris juga mengajak para pemangku adat, tokoh masyarakat, serta generasi muda untuk aktif mengembangkan budaya Melayu Jambi agar tetap hidup dan memiliki tempat di tengah masyarakat.
Selain itu, Gubernur Jambi mendorong penyusunan Kamus Bahasa Daerah Melayu Jambi sebagai langkah menjaga keberlangsungan bahasa daerah.
Menurutnya, bahasa merupakan bagian penting dari identitas budaya yang harus tetap dipertahankan.
Pelestarian Adat Melayu Jambi Perlu Dukungan Bersama
Dalam kesempatan tersebut, Al Haris juga menyoroti pentingnya menjaga situs sejarah yang berkaitan dengan perjalanan adat Melayu Jambi, salah satunya Bukit Siguntang.
Ia berharap kawasan bersejarah tersebut dapat diperkuat dengan penanda sejarah seperti tugu atau prasasti agar generasi mendatang memahami nilai pentingnya.
“Nilai sejarah yang dimiliki Bukit Siguntang sangat penting dan tidak dapat dipisahkan dari perjalanan sejarah adat Melayu Jambi,” katanya.
Al Haris juga meminta agar penggunaan bahasa dalam berbagai prosesi adat, termasuk pernikahan, tetap mencerminkan nilai kesantunan dan kemuliaan budaya Melayu.
“Adat ini mulia. Maka bahasa yang digunakan juga harus baik dan halus,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum LAM Provinsi Jambi Hasan Basri Agus mengatakan peringatan Hari Adat Melayu Jambi bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat pentingnya menjaga nilai budaya.
Menurut HBA, adat Melayu Jambi tidak hanya berkaitan dengan pakaian atau gelar adat, tetapi juga mengandung nilai sopan santun, musyawarah, kejujuran, penghormatan kepada orang tua, dan nilai keagamaan.
Tema Hari Adat Melayu Jambi 2026 yakni “Hijrah Adat, Kembali ke Jati Diri dan Teguh Menjaga Marwah” dinilai relevan untuk mengajak masyarakat kembali memperkuat identitas budaya.
“Melalui tema ini, kita ingin mengajak seluruh masyarakat Jambi untuk terus mencintai adat, menjaga marwah daerah, serta menjadikan nilai-nilai adat sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ujar HBA.
Rangkaian Hari Adat Melayu Jambi 2026 sebelumnya juga diisi berbagai kegiatan seperti ziarah makam tokoh daerah, perlombaan budaya, penilaian kinerja lembaga adat, lomba lagu Melayu Jambi, kegiatan sosial, donor darah, pelayanan kesehatan gratis, hingga pembagian 1.000 paket sembako.
Melalui momentum tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi bersama LAM Provinsi Jambi berkomitmen menjaga adat Melayu Jambi agar tetap berkembang, menjadi perekat masyarakat, serta memperkuat karakter generasi muda di tengah arus globalisasi.
- Penulis: GR
