Kenang Masa Lalu Bersama Golkar, Wali Kota Pagaralam Ludi Oliansyah Buka Cerita di Musda VI
- account_circle Yantok
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

NEWS PUBLIK | PAGARALAM, SUMSEL – Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Partai Golkar Kota Pagaralam menjadi momen tersendiri bagi Wali Kota Pagaralam, H. Ludi Oliansyah. Di hadapan kader partai berlambang pohon beringin itu, Ludi mengenang perjalanan politiknya bersama Golkar, partai yang disebutnya sebagai tempat pertama kali mengenal dunia politik.
Ludi hadir bersama Wakil Wali Kota Pagaralam, Hj. Bertha, dalam Musda VI DPD Partai Golkar Kota Pagaralam yang digelar di Hotel Dharma Karya, Kamis (8/10/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumatera Selatan, Andie Dinialdie.
Bukan sekadar menghadiri agenda konsolidasi partai, kehadiran Ludi juga membawa cerita tentang perjalanan politik masa lalunya. Ia mengaku pernah merasakan berbagai dinamika selama berada di Golkar, termasuk ketika menjabat sebagai bendahara partai tersebut.
Kini, Ludi memimpin Kota Pagaralam sekaligus menjabat sebagai Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Pagaralam. Pengalaman lintas partai itu menjadi bagian dari pesannya mengenai pentingnya menjaga komunikasi politik dan membangun kolaborasi demi kepentingan masyarakat.
Ludi Kenang Pahit Manis Bersama Golkar
Dalam sambutannya, Ludi menegaskan Musda merupakan forum strategis untuk merumuskan arah kebijakan sekaligus memperkuat konsolidasi internal partai.
Menurutnya, Golkar memiliki sejarah panjang dan kiprah besar dalam perjalanan bangsa Indonesia. Modal tersebut dinilai dapat terus menjadi kekuatan untuk berkontribusi dalam pembangunan, termasuk di Kota Pagaralam.
Namun, ada bagian lain yang turut disorot Ludi dalam sambutannya. Ia secara terbuka mengenang masa-masa ketika masih menjadi bagian dari keluarga besar Golkar.
“Partai Golkar adalah partai pertama saya mengenal politik. Pahit manis pernah saya rasakan bersama Golkar. Tentunya, para pengurus Partai Golkar, baik di tingkat kota maupun Provinsi Sumatera Selatan, sudah tidak asing lagi bagi saya,” ujar Ludi.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Golkar memiliki tempat tersendiri dalam perjalanan politiknya. Terlebih, sebelum berada di PKB, Ludi pernah dipercaya mengemban posisi bendahara di partai tersebut.
Meski kini berada dalam kendaraan politik berbeda, Ludi menekankan pentingnya menjaga hubungan baik antarkekuatan politik. Menurutnya, perbedaan partai tidak seharusnya menjadi penghalang bagi kerja sama untuk membangun daerah.
- Penulis: Yantok
















































