Kolaborasi Pengcab PSTI dengan Disdik Kabupaten Tangerang dalam Laksanakan Kegiatan Sosialisasi Coaching Clinic Sepak Takraw
- account_circle Redaksi
- calendar_month 3 jam yang lalu
- print Cetak

Pengcab PSTI Kabupaten Tangerang Berkolaborasi dengan Disdik Kabupaten Tangerang dalam rangka kegiatan sosialisasi Coaching Clinic sepak takraw 2026.
TANGERANG, NEWSPUBLIK.PRESS – Pengurus Cabang Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Tangerang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang melaksanakan Coaching Clinic Sepak Takraw 2026 untuk para guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Acara yang berlangsung di Gedung Aula Kantor Disdik Kabupaten Tangerang pada Kamis (23/7/2026) menjadi langkah awal untuk mengembangkan cabang olahraga sepak takraw di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama.
Kegiatan ini dihadiri oleh peserta dari seluruh guru PJOK se-Kabupaten Tangerang, serta perwakilan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tangerang dan Pengurus Cabang Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Kabupaten Tangerang maupun Provinsi Banten, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang.
Kehadiran berbagai pihak terkait menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pengembangan sepak takraw di daerah ini.
Acara tersebut bertajuk tema “Sinergi Kepelatihan Modern Demi Mewujudkan Kabupaten Tangerang Gemilang”.
Roni, anggota Pengcab PSTI Kabupaten Tangerang, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk mensosialisasikan olahraga sepak takraw secara lebih mendalam kepada para guru PJOK dan masyarakat umum.
“Kita adakan acara ini agar para guru PJOK se-Kabupaten Tangerang dan masyarakat umum mengenal lebih jauh lagi tentang olahraga Sepak Takraw. Khususnya bagi para pelajar tingkat SD dan SMP,” ujarnya kepada wartawan.
Tak hanya pembekalan bagi guru atau pelatih, Roni menambahkan bahwa kedepan akan dilakukan serangkaian pelatihan khusus yang melibatkan pelajar, guru dan masyarakat luas. Salah satu fokus pelatihan mendatang adalah tentang tata cara menjadi wasit di olahraga sepak takraw.
“Semua kita lakukan agar Kabupaten Tangerang ini selalu siap dalam perlombaan Sepak Takraw tingkat Provinsi, Nasional, bahkan Internasional. Bukan hanya tentang strategi, teknik, juga tata cara bermain Sepak Takraw, tapi mengenai kewasitan pun nanti akan dilakukan pelatihan,” sambungnya.
Di tempat yang sama, Ketua Pengcab PSTI Kabupaten Tangerang, DR. Yudi Nursapyudin, menyampaikan bahwa materi yang disampaikan dalam coaching clinic ini mencakup berbagai aspek penting sepak takraw. Mulai dari strategi permainan, teknik dasar dan lanjutan, hingga pengetahuan tentang menjadi wasit yang kompeten.
Yudi juga mengungkapkan bahwa upaya pengembangan sepak takraw ini sejalan dengan prestasi yang telah diraih Kabupaten Tangerang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi Daerah (POPDA) kemarin.
“Nanti kan ada perlombaan antar gugus ya, baik gugus SD dan SMP. Karena kita Kabupaten Tangerang kemarin di POPDA berhasil mendapatkan medali perunggu ya, ini bukti keseriusan semuanya dalam berlatih agar dapat hasil yang maksimal,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pencapaian medali perunggu menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kualitas pengembangan sepak takraw di Kabupaten Tangerang.
Dengan adanya kegiatan coaching clinic ini, diharapkan para guru PJOK dapat menjadi agen perubahan dalam menyebarkan pengetahuan dan minat terhadap sepak takraw di lingkungan sekolah masing-masing.
“Kita berharap, agar seluruh atlet Sepak Takraw di Banten khususnya Kabupaten Tangerang ini dapat terus berkembang, menghasilkan bibit-bibit muda yang berbakat dan siap bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Dengan dukungan yang baik dari semua pihak, kita yakin sepak takraw bisa menjadi salah satu cabang olahraga unggulan daerah kita,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PSTI Kabupaten Tangerang.
Menurutnya, adanya kegiatan ini dapat mensosialisasikan lebih dalam mengenai olahraga sepak takraw di Kabupaten Tangerang, serta mempersiapkan para pelatih yang memiliki skill dan memahami aturan sepak takraw.
“Saya berharap kegiatan ini bisa di follow up di masyarakat tentang olahraga sepak takraw yang nantinya dapat menggali potensi-potensi muda sepak takraw yang selama ini belum terjamah,” tukasnya.
***
- Penulis: Redaksi
