Lakalantas Supra VS Verza di Jalinsum Labusel, Seorang Pelajar Tewas di Tempat, Warga Soroti Lambatnya Respons Petugas
- account_circle RM
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
- print Cetak

NEWS PUBLIK | LABUHANBATU SELATAN – Pelajar Tewas di Jalinsum setelah dua sepeda motor terlibat tabrakan adu banteng di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Pinang Awan (PJ), tepatnya di Desa Asam Jawa, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 17.31 WIB.
Kecelakaan maut yang melibatkan Honda Supra dan Honda Verza merah itu merenggut nyawa seorang pelajar SMP, sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Revan, pelajar SMP Negeri 1 Kotapinang yang baru akan naik ke kelas VIII. Korban mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian akibat luka berat yang dideritanya.
Benturan keras kedua kendaraan juga menyebabkan arus lalu lintas di Jalinsum sempat lumpuh dan memicu antrean kendaraan cukup panjang.
Pelajar Tewas di Jalinsum, Warga Evakuasi Korban Secara Mandiri
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku harus bergerak cepat memberikan pertolongan karena petugas kepolisian belum terlihat berada di tempat kejadian sesaat setelah kecelakaan berlangsung.
Masyarakat kemudian mengevakuasi para korban ke tepi jalan agar tidak terjadi kecelakaan susulan sekaligus mengurai kemacetan yang semakin panjang.
Menurut warga, tindakan tersebut dilakukan semata-mata untuk menyelamatkan korban dan menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya.
Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kasat Lantas Polres Labuhanbatu Selatan AKP Yustina, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menuju lokasi kejadian.
Namun, berdasarkan keterangan sejumlah warga, hingga hampir dua jam setelah kecelakaan terjadi, petugas Satlantas yang ditunggu belum juga tiba di lokasi.
Sementara itu, Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga disebut belum memberikan respons saat dihubungi untuk dimintai keterangan.

Warga Kecewa, Polisi Diharapkan Berikan Penjelasan
Beberapa waktu kemudian, seorang personel lalu lintas dari wilayah Polsek Torgamba akhirnya tiba di lokasi untuk membantu mengatur arus kendaraan.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menggunakan kendaraan milik keluarga menuju rumah duka.
Salah seorang warga setempat, H. HR (52), mengaku kecewa atas lambatnya penanganan yang menurutnya terjadi di lokasi kecelakaan.
“Kenapa lama sekali petugas Satlantas datang? Sudah begitu lama baru ada yang tiba,” ujarnya.
Ia mengatakan, apabila warga tidak segera mengambil inisiatif membantu proses evakuasi, situasi di lokasi dikhawatirkan menjadi lebih buruk.
“Kalau tidak kami naikkan ke mobil, kami tidak tahu apa yang akan terjadi. Karena itu warga langsung berinisiatif membantu,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih diharapkan memberikan keterangan resmi terkait kronologi kecelakaan, identitas lengkap seluruh korban, penyebab pasti insiden, serta penjelasan mengenai respons penanganan di lokasi kejadian.
- Penulis: RM
