Breaking News
Trending Tags

MEMBEDAH WAJAH TAMBANG BOGOR BARAT: “Antara Perut, Akal, dan Ambisi”

  • account_circle Riswan Riswanto - (Pers: Kusnadi Azis)
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • print Cetak

MEMBEDAH WAJAH TAMBANG BOGOR BARAT: "Antara Perut, Akal, dan Ambisi"

MEMBEDAH WAJAH TAMBANG BOGOR BARAT
Antara Perut, Akal, dan Ambisi

Oleh:
Riswan Riswanto

—

Bogor Barat kembali berada di persimpangan jalan. Isu pembukaan kembali aktivitas tambang memicu diskursus panas. Di satu sisi, ada janji kemakmuran; di sisi lain, ada ancaman kehancuran.

Untuk memahami fenomena ini, kita perlu membedahnya melalui empat lensa pemikiran yang berbeda.

Kacamata Pragmatis: “Yang Penting Dapur Ngebul”

Secara pragmatis, pembukaan tambang dipandang sebagai katup penyelamat ekonomi. Logikanya sederhana: rakyat butuh kerja, daerah butuh uang.

  • Realita Lapangan: Aktivitas tambang menciptakan efek domino ekonomi seketika. Warung nasi laku, kontrakan penuh, dan pemuda setempat memiliki penghasilan sebagai pengatur jalan atau buruh.
  • Sikap: Pendekatan ini cenderung mengabaikan dampak jangka panjang demi stabilitas perut hari ini. “Rusak lingkungan urusan nanti, yang penting hari ini bisa makan,” menjadi mantra terselubung di balik layar pragmatisme.

Kacamata Logis: “Aksi Reaksi dan Hitungan Matang”

Secara logis, setiap pengerukan tanah memiliki konsekuensi fisik yang pasti. Pikiran logis menuntut adanya keseimbangan antara input dan output.

  • Analisis Beban: Logikanya, jika ribuan ton material keluar setiap hari melewati jalan publik, maka infrastruktur jalan pasti hancur.

Jika biaya perbaikan jalan lebih besar daripada pajak yang diterima daerah, maka secara logis tambang tersebut adalah kerugian bagi negara.

  • Mitigasi: Logika menuntut adanya jalur khusus tambang dan jam operasional yang ketat agar tidak berbenturan dengan aktivitas sekolah atau kerja warga.

Tanpa itu, pembukaan tambang adalah kegagalan logika perencanaan.

Kacamata Akademis: “Integritas Data dan Regulasi”

Secara akademis, pembukaan tambang tidak boleh didasarkan pada asumsi, melainkan pada studi mendalam (AMDAL) dan kepatuhan hukum.

  • Daya Dukung Lingkungan: Para akademisi akan menyoroti fungsi hidrologis Bogor Barat. Pengerukan bukit yang sembarangan akan merusak daerah resapan air yang vital bagi wilayah bawah (Bogor Kota/Jakarta).
  • Transparansi Reklamasi: Perspektif ini menuntut rencana pasca-tambang yang jelas. Tambang bukan sekadar mengambil batu, tapi bagaimana memulihkan ekosistem setelahnya.

Secara akademis, tambang tanpa komitmen reklamasi adalah kejahatan saintifik terhadap alam.

Kacamata Syahwat Nafsu Dunia: “Eksploitasi Tanpa Hati”

Ini adalah sisi tergelap dari industri ekstraktif. Pemikiran yang dikendalikan oleh keserakahan (greed) murni.

  • Profit di Atas Nyawa: Di sini, keselamatan kerja adalah beban biaya, dan regulasi lingkungan dianggap sebagai penghambat keuntungan. Fokus utamanya adalah mengeruk sebanyak mungkin dalam waktu sesingkat mungkin.
  • Manipulasi Sistem: Nafsu duniawi akan mencari celah hukum, melakukan lobi-lobi di bawah meja, dan membenturkan masyarakat bawah agar konflik horizontal terjadi, sehingga fokus terhadap kerusakan alam teralihkan.

Lingkungan hancur dan warga sakit paru-paru dianggap sebagai “ongkos pembangunan” yang tidak perlu dipedulikan oleh para pemilik modal.

FAKTA LAPANGAN

Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang disampaikan oleh PANDAWA (Pengawalan Hak Warga dan Pengawasan Anggaran Negara), aktivitas pertambangan di Bogor Barat melibatkan sejumlah perusahaan.

Perusahaan yang disebut memiliki izin antara lain:

  • PT Quary Munara
  • PT SBB Maloko

Sementara itu, terdapat pula sejumlah perusahaan yang diduga tidak memiliki izin, di antaranya:

  • PT Lotus
  • PT Lola
  • PT Sudamanik

Dalam praktiknya, hampir seluruh pegawai dari perusahaan yang tidak berizin disebut telah menerima pesangon dengan nilai yang bervariasi, mencapai ratusan juta rupiah hingga sekitar Rp500 juta.

Sebagian karyawan bahkan telah dialihkan untuk bekerja di lokasi tambang lain di luar daerah.

Temuan ini semakin memperkuat indikasi adanya persoalan serius dalam tata kelola pertambangan di wilayah tersebut, baik dari sisi legalitas, pengawasan, maupun perlindungan tenaga kerja.

Kesimpulan

Bogor Barat tidak butuh sekadar tambang yang dibuka kembali, tapi butuh keadilan ruang. Jika pragmatisme, logika, dan akademisi bisa duduk bersama untuk meredam syahwat keserakahan, mungkin tambang bisa menjadi berkah. Namun, jika nafsu dunia yang memegang kendali, maka kita hanya sedang menghitung hari menuju bencana ekologi yang tak terelakkan.

  • Penulis: Riswan Riswanto - (Pers: Kusnadi Azis)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana, Bupati Karawang: Sinergi Jadi Kekuatan Hadapi Bencana

    Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana, Bupati Karawang: Sinergi Jadi Kekuatan Hadapi Bencana

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Karawang — Pemerintah Kabupaten Karawang bersama jajaran TNI dan Polri menggelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Tahun 2025 di Lapangan Mapolres Karawang, Rabu (5/11/2025).Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh, yang menegaskan pentingnya sinergi lintas lembaga dalam menghadapi potensi bencana alam di wilayahnya. Bupati Aep menyampaikan apresiasi kepada Polres Karawang […]

  • Gubernur Al Haris meninjau banjir di Merangin

    Al Haris Tinjau Banjir di Merangin dan Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | MERANGIN – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. turun langsung meninjau korban banjir akibat luapan Sungai Batang Tembesi yang melanda Kecamatan Pamenang dan wilayah sekitarnya di Kabupaten Merangin. Dalam kunjungannya ke Desa Pulau Bayur, Kecamatan Pamenang Selatan, Sabtu malam (02/05/2026), Al Haris menyerahkan bantuan secara simbolis sekaligus mendengarkan langsung keluhan […]

  • Bupati Hurmin Tinjau Korban Banjir di Ladang Panjang dan Lidung, Imbau Warga Tetap Waspada

    Bupati Hurmin Tinjau Korban Banjir di Ladang Panjang dan Lidung, Imbau Warga Tetap Waspada

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Sarolangun – Bupati Sarolangun, H. Hurmin, bersama Wakil Bupati Gerry Trisatwika dan jajaran pemerintah daerah, turun langsung meninjau kondisi warga yang terdampak banjir di Desa Ladang Panjang dan Desa Lidung, Kecamatan Sarolangun, pada Senin (3/3). Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan rombongan juga menyerahkan bantuan sembako guna meringankan beban masyarakat terdampak. Dalam tinjauannya, Bupati […]

  • Satrad 401 Tanjung Kait

    Satrad 401 Tanjung Kait Kirim 3 Truk Air Bersih Bantu Warga Pasilian Terdampak Kekeringan

    • 0Komentar

    KRONJO, NEWSPUBLIK.PRESS – Satuan Radar (Satrad) 401 Tanjung Kait, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), menyalurkan bantuan air bersih menggunakan tiga unit truk tangki bagi masyarakat Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, pada Jumat 31 Juli 2026. Langkah cepat ini diambil sebagai solusi darurat atas kesulitan akses air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah […]

  • Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Polres Karawang Kerahkan 1.756 Personel Amankan Mudik Lebaran

    Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Polres Karawang Kerahkan 1.756 Personel Amankan Mudik Lebaran

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Karawang – Polres Karawang menyiapkan ribuan personel untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026. Sebanyak 1.756 aparat gabungan dari TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait diterjunkan guna memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat. Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah menjelaskan bahwa pengamanan tersebut melibatkan personel […]

  • Kapolsek Torgamba melayat rumah duka korban penusukan di Labusel

    Kapolsek Torgamba AKP Sunipan Gurusinga Melayat ke Rumah Duka Korban Penusukan

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | LABUSEL – Duka mendalam masih menyelimuti keluarga almarhum Wahyu Kurniawan, remaja yang meninggal dunia akibat dugaan pengeroyokan dan penusukan di Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Di tengah suasana duka, jajaran Polsek Torgamba hadir langsung ke rumah duka sebagai bentuk empati, dukungan moril, sekaligus memastikan proses hukum kasus tersebut berjalan secara […]

expand_less