Menu MBG di SDN 148 Petaling Jaya Muaro Jambi Diprotes Orang Tua, Diduga Tak Penuhi Standar Gizi Anak
- account_circle Eli/Tim
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 25

NEWS PUBLIK | MUARO JAMBI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah kini mendapat sorotan tajam dari masyarakat.
Keluhan muncul setelah menu MBG yang dibagikan kepada siswa di SDN 148 Petaling Jaya, Kabupaten Muaro Jambi, dinilai tidak memenuhi standar gizi yang seharusnya diberikan kepada anak-anak penerima program tersebut.
Sejumlah orang tua siswa bahkan mengunggah keluhan mereka di media sosial, disertai foto menu makanan yang diterima anak-anak mereka di sekolah.
Program Pro Rakyat yang Dipertanyakan
Program MBG digagas untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, khususnya pelajar sekolah dasar. Program ini diharapkan mampu memperkuat kesehatan generasi muda sekaligus mendorong terciptanya sumber daya manusia yang lebih berkualitas.
Namun di lapangan, sebagian masyarakat mulai mempertanyakan pelaksanaan program tersebut setelah melihat menu makanan yang dinilai jauh dari harapan.
Beberapa warga menduga adanya kemungkinan pengurangan kualitas menu oleh pihak pengelola dapur penyedia MBG demi menekan biaya produksi.
Jika dugaan tersebut benar terjadi, maka tujuan utama program yang seharusnya meningkatkan kualitas gizi anak justru berpotensi tidak tercapai secara maksimal.
Menu MBG Dipersoalkan Orang Tua
Menu yang dibagikan kepada siswa di sekolah tersebut disebut hanya terdiri dari satu buah salak, kentang goreng atau kentang rebus, dan susu kemasan
Bagi sebagian orang tua siswa, komposisi tersebut dianggap belum cukup memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak yang menjadi target program MBG.
Keluhan tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah orang tua mengunggah pengalaman mereka.
Salah satu akun Facebook bernama Didin mempertanyakan kualitas makanan yang diterima anaknya.
“Ini MBG-nya emang bumbunya seperti itu atau sudah busuk sih? Kenapa baunya molor sekali. Ini MBG anakku yang kelas 5, tapi yang punya adeknya kelas 1 masih okelah karena kering,” tulisnya.
Sementara itu akun Risma Elisabeth juga mengungkapkan kekhawatiran terkait susu yang diberikan kepada anak-anak.
“Selamat siang bolo, maaf ya buat dapur MBG Petaling Jaya tolong diperhatikan. Ini susunya sudah tidak layak dan expired. Masih untung belum diminum anak-anak saya karena dipesankan bawa pulang jangan dibuka dulu,” ungkapnya.
Unggahan tersebut disertai foto menu makanan yang disebut sebagai paket MBG yang dibagikan kepada siswa pada hari itu.
Pengawasan Badan Gizi Nasional Disorot
Munculnya keluhan tersebut membuat sebagian masyarakat mempertanyakan pengawasan dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang memiliki peran dalam memastikan standar gizi pada program MBG.
Warga berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap dapur penyedia makanan yang memasok program MBG di sekolah-sekolah, khususnya di wilayah Muaro Jambi.
Pengawasan yang ketat dinilai penting agar program nasional yang bertujuan meningkatkan kesehatan anak-anak Indonesia tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.

Masyarakat Minta Evaluasi
Sejumlah orang tua berharap pemerintah dan instansi terkait dapat segera turun tangan melakukan pengecekan terhadap kualitas menu MBG yang dibagikan kepada siswa.
Mereka menilai program yang dirancang untuk kepentingan masyarakat luas harus dijalankan secara transparan, profesional, dan sesuai dengan standar gizi yang telah ditetapkan.
Tanpa pengawasan yang ketat, masyarakat khawatir program yang digadang-gadang mampu meningkatkan kesehatan anak Indonesia justru kehilangan tujuan utamanya.
- Penulis: Eli/Tim


