Nasib Warga Dibahas Tanpa Warga? Mediasi PT SATU Dipimpin Bupati Muaro Jambi Dipersoalkan
- account_circle Eli/Tim
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Jarak Pabrik, Limbah hingga Kebisingan Ikut Disorot
Tak hanya soal mediasi, sejumlah persoalan lingkungan dan tata ruang juga kembali diangkat dalam polemik PT SATU.
Warga, menurut SBMI/FSBJ, mengeluhkan lokasi aktivitas pabrik yang disebut berada sekitar 300 hingga 500 meter dari kawasan permukiman.
Jarak tersebut kini dipertanyakan dan dinilai perlu diperiksa kembali kesesuaiannya dengan ketentuan tata ruang, perizinan, serta aturan lain yang berlaku.
SBMI/FSBJ meminta pemerintah daerah membuka data dan memastikan secara jelas apakah lokasi operasional perusahaan telah sesuai dengan peruntukan ruang dan seluruh persyaratan perizinan.
Selain itu, keluhan mengenai dugaan dampak lingkungan juga disebut terus muncul.
Warga dilaporkan mengeluhkan bau tidak sedap, banyaknya lalat, kebisingan mesin, hingga dugaan adanya limbah atau buangan yang berdampak pada lingkungan sekitar.
Seluruh dugaan tersebut, menurut SBMI/FSBJ, harus diperiksa melalui mekanisme resmi oleh instansi berwenang.
Mereka meminta DLH melakukan pemeriksaan menyeluruh dan transparan terhadap dugaan pencemaran, pengelolaan limbah, serta tingkat kebisingan di sekitar lokasi.
Jika dalam pemeriksaan ditemukan pelanggaran, SBMI/FSBJ meminta agar langkah penegakan aturan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Namun sebaliknya, apabila tidak ditemukan pelanggaran, hasil pemeriksaan tersebut juga diminta dibuka secara transparan kepada masyarakat agar polemik tidak terus berkembang.
- Penulis: Eli/Tim










