Pedagang Cilongok Merana Pasca Penertiban Bangli, Pemerintah Dituding Tak Beri Solusi
- account_circle Bandi
- calendar_month 2 jam yang lalu

Kondisi pasca penertiban PKL dan bangunan liar di Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang.
NEWS PUBLIK | TANGERANG – Para pedagang di sepanjang Jalan Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, menjerit pasca penertiban bangunan liar (Bangli) oleh pemerintah. Mereka mengeluhkan tidak adanya kepastian dan solusi tempat untuk berjualan kembali, Sabtu (9/5/2026).
Hasan, seorang pedagang parfum, mengungkapkan kekecewaannya.
“Saya sudah menerima surat peringatan dari pemerintah akan adanya penertiban bangunan liar dan pedagang kaki lima (PKL), tetapi belum ada solusi kedepannya untuk lapak jualan kembali,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi.
Menurutnya, sudah beberapa hari setelah penertiban, belum ada kejelasan mengenai lokasi dagang pengganti.
“Udah 3 hari kesini belum ada kejelasan. Terus kata pemerintah hanya 3 meter dari bibir jalan, tetapi ini malah 5 meter. Jadi gak pasti kaya ngukurnya asal-asalan gitu,” keluhnya.
Hasan juga menyoroti penertiban bangunan dapur rumah warga yang bersifat permanen.
“Banyak yang nangis masyarakat yang bangunannya dibongkar, karena eksekusi ini gak jelas keterangannya,” tambahnya.
Ia berharap pemerintah segera bertindak untuk membantu para pedagang yang kehilangan lapak jualan.
“Seharusnya kalau udah ditertibkan dan dibongkar, pemerintah membantu pedagang agar bisa berjualan kembali. Kita kan punya perut butuh makan, masa diabaikan kaya gini,” tukasnya dengan nada frustrasi.
Dedi, seorang warga setempat, menilai tindakan pemerintah dalam penertiban ini terlalu memaksakan.
“Memang sebelumnya ada edaran surat peringatan sebelum puasa bahwa akan ada penertiban, tetapi sebelum diterbitkan pemerintah gak ngasih solusi,” ujarnya.
Ia menambahkan, penertiban dilakukan tanpa solusi bagi para pedagang yang terkena pembongkaran, sehingga mereka tidak bisa berjualan kembali.
“Kami juga butuh makan, makanya jualan, ya buat kebutuhan hidup sehari-hari,” pungkasnya.
Dedi berharap pemerintah setempat maupun daerah memberikan lapak untuk berjualan kembali agar mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
“Pemerintah segera memberikan solusi yang konkret agar kita dapat kembali mencari nafkah dan menghidupi keluarga dengan berjualan,” tutupnya.
- Penulis: Bandi
