Breaking News
Trending Tags

Pedagang Cilongok Merana Pasca Penertiban Bangli, Pemerintah Dituding Tak Beri Solusi

  • account_circle Bandi
  • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
  • print Cetak
Pedagang terdampak penertiban bangunan liar di Kampung Cilongok Pasar Kemis

Kondisi pasca penertiban PKL dan bangunan liar di Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Tangerang.

NEWS PUBLIK | TANGERANG – Para pedagang di sepanjang Jalan Kampung Cilongok, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, menjerit pasca penertiban bangunan liar (Bangli) oleh pemerintah. Mereka mengeluhkan tidak adanya kepastian dan solusi tempat untuk berjualan kembali, Sabtu (9/5/2026).

Hasan, seorang pedagang parfum, mengungkapkan kekecewaannya.

“Saya sudah menerima surat peringatan dari pemerintah akan adanya penertiban bangunan liar dan pedagang kaki lima (PKL), tetapi belum ada solusi kedepannya untuk lapak jualan kembali,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi.

Menurutnya, sudah beberapa hari setelah penertiban, belum ada kejelasan mengenai lokasi dagang pengganti.

“Udah 3 hari kesini belum ada kejelasan. Terus kata pemerintah hanya 3 meter dari bibir jalan, tetapi ini malah 5 meter. Jadi gak pasti kaya ngukurnya asal-asalan gitu,” keluhnya.

Hasan juga menyoroti penertiban bangunan dapur rumah warga yang bersifat permanen.

“Banyak yang nangis masyarakat yang bangunannya dibongkar, karena eksekusi ini gak jelas keterangannya,” tambahnya.

Ia berharap pemerintah segera bertindak untuk membantu para pedagang yang kehilangan lapak jualan.

“Seharusnya kalau udah ditertibkan dan dibongkar, pemerintah membantu pedagang agar bisa berjualan kembali. Kita kan punya perut butuh makan, masa diabaikan kaya gini,” tukasnya dengan nada frustrasi.

Dedi, seorang warga setempat, menilai tindakan pemerintah dalam penertiban ini terlalu memaksakan.

“Memang sebelumnya ada edaran surat peringatan sebelum puasa bahwa akan ada penertiban, tetapi sebelum diterbitkan pemerintah gak ngasih solusi,” ujarnya.

Ia menambahkan, penertiban dilakukan tanpa solusi bagi para pedagang yang terkena pembongkaran, sehingga mereka tidak bisa berjualan kembali.

“Kami juga butuh makan, makanya jualan, ya buat kebutuhan hidup sehari-hari,” pungkasnya.

Dedi berharap pemerintah setempat maupun daerah memberikan lapak untuk berjualan kembali agar mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Pemerintah segera memberikan solusi yang konkret agar kita dapat kembali mencari nafkah dan menghidupi keluarga dengan berjualan,” tutupnya.

  • Penulis: Bandi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peninjauan BNPB dan BPBD Kabupaten Karawang ke Desa Terdampak Banjir

    Peninjauan BNPB dan BPBD Kabupaten Karawang ke Desa Terdampak Banjir

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Karawang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BPBD Kabupaten Karawang melakukan peninjauan langsung ke wilayah terdampak banjir di Desa Karangligar dan Desa Muara, Kabupaten Karawang. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian penanganan darurat sekaligus evaluasi menyeluruh atas peristiwa banjir yang melanda sejumlah titik di Karawang. Tim turun ke lapangan untuk memastikan […]

  • Pemkab Tanjab Barat dorong hilirisasi dan peningkatan SDM - news publik

    Pemkab Tanjab Barat Dorong Hilirisasi dan Peningkatan SDM untuk Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | TANJAB TIMUR – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendorong hilirisasi komoditas unggulan daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan investasi sebagai strategi utama memperkuat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan saat Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Yan Ery, S.Pt., M.Si., mewakili Bupati Tanjung Jabung […]

  • Geopark Merangin: Dari Simbolisme ke Realitas Nyata Pembangunan Daerah

    Geopark Merangin: Dari Simbolisme ke Realitas Nyata Pembangunan Daerah

    • 0Komentar

    Oleh: Dr. Agus, S.Sos., M. Hum., CIIQA General Manager UNESCO Global Geopark Merangin Jambi Dosen Fakultas Hukum Universitas Unja Tulisan di Sumateradaily.com yang menyoroti Merangin Jambi UNESCO Global Geopark (MJUGGp) sebagai sekadar proyek simbolisme yang mengabaikan realitas lokal, tampaknya hanya membaca satu sisi kacamata sempit dan mengabaikan fakta-fakta di lapangan. Alih-alih menilai geopark sebagai proyek […]

  • Klarifikasi Tentang Pemberitaan Pemprov Jambi Belum Cairkan Sertifikasi Guru SMA/SMK

    Klarifikasi Tentang Pemberitaan Pemprov Jambi Belum Cairkan Sertifikasi Guru SMA/SMK

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, JAMBI (Diskominfo Provinsi Jambi) – Menanggapi Pemberitaan tentang “Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi Belum Cairkan Sertifikasi Guru SMA/SMK” yang diterbitkan oleh media online yaitu Swaranesia.com dan jambiday.com yang terbit pada hari ini, Rabu (20/11/2024), pihak Pemerintah Provinsi Jambi memberikan klarifikasi melalui Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, ME untuk menanggapi hal tersebut.Terkait berita […]

  • PT PLN PERSERO UP3 Teluk Naga

    Warga Kampung Lagoa Mauk Keluhkan Kabel Listrik Sobek, Khawatir Bahaya Keselamatan

    • 0Komentar

    MAUK, NEWSPUBLIK.PRESS – Warga Kampung Lagoa RT 11 RW 03, Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait kondisi kabel listrik yang sebagian besar dalam keadaan sobek atau terbuka. Kondisi tersebut dianggap berpotensi membahayakan keselamatan warga, juga para pengguna jalan saat beraktivitas terutama anak-anak yang sering bermain melintasi di sekitar lokasi kabel […]

  • Tersangka Korupsi PJU Kerinci Bertambah, Siapa Menyusul?

    Tersangka Korupsi PJU Kerinci Bertambah, Siapa Menyusul?

    • 0Komentar

    📰 Satu Lagi Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Korupsi PJU Kerinci, Total Jadi 10 Orang,Siapa lagi selepas ini? NEWS PUBLIK, KERINCI – Kasus dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) di Dishub Kabupaten Kerinci Tahun Anggaran 2023 kembali berkembang. Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh menetapkan satu tersangka baru berinisial YAS, sehingga total tersangka yang telah ditahan […]

expand_less