Wagub Banten Resmi Buka Seba Baduy 2026: Tradisi Syukur dan Harmoni Alam yang Menginspirasi!
- account_circle News Publik
- calendar_month Sel, 5 Mei 2026

NEWS PUBLIK | SERANG –Â Seba Baduy 2026 resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Banten sebagai simbol kuat tradisi syukur dan harmoni alam yang terus dijaga masyarakat adat. Pembukaan berlangsung khidmat di Alun-Alun Barat Kota Serang, Jumat (24/4/2026), dan dihadiri ribuan masyarakat Baduy yang datang dengan penuh kesederhanaan dan ketulusan.
Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, secara langsung membuka rangkaian kegiatan tersebut. Tradisi tahunan ini diikuti sekitar 2.000 warga Baduy yang berjalan kaki dari kampung halaman mereka untuk melaksanakan ritual Seba, sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen sekaligus menjalin hubungan dengan pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Wagub Dimyati menegaskan bahwa masyarakat Baduy merupakan bagian penting dari identitas budaya Banten yang harus dijaga dan dihormati.
“Baduy ini saudara kita. Mereka menjaga alam, budaya, adat istiadat, disiplin, hidup dari bertani, serta memiliki keyakinan yang kuat. Itu yang harus kita teladani,” ujar Dimyati.
Menurutnya, pola hidup masyarakat Baduy yang sederhana tanpa ketergantungan pada teknologi modern menjadi pelajaran penting di tengah arus globalisasi.
Masyarakat Baduy dikenal konsisten menjaga kelestarian alam, mulai dari hutan, sungai, hingga lingkungan sekitar. Mereka juga menjunjung tinggi nilai harmoni antara manusia dan alam.
“Mereka tidak tergoda gaya hidup berlebihan. Fokus menjaga alam dan hidup harmonis. Ini sangat selaras dengan pembangunan berkelanjutan yang kita dorong,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pemprov Banten menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlangsungan kehidupan masyarakat Baduy tanpa mengganggu nilai-nilai adat yang mereka pegang teguh.

Pemerintah berperan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Baduy, namun tetap menghormati batasan adat yang berlaku.
“Kami hadir untuk mendukung tanpa mengintervensi adat. Yang utama adalah menjaga lingkungan dan memastikan masyarakat Baduy tetap hidup tenang dan sejahtera,” tegas Dimyati.
Ia juga mengaku bangga terhadap masyarakat Baduy yang mampu menjaga kehidupan damai tanpa konflik sosial di tengah perubahan zaman yang cepat.
Seba Baduy merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Suku Baduy di Kabupaten Lebak. Tradisi ini dilaksanakan setiap tahun setelah masa panen sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah.
Sebelum menuju tingkat provinsi, masyarakat Baduy terlebih dahulu melaksanakan Seba kepada Pemerintah Kabupaten Lebak sebagai bagian dari rangkaian ritual.
Perjalanan menuju Kota Serang menjadi bagian penting dari tradisi ini. Warga Baduy menempuh perjalanan dengan berjalan kaki dari Desa Kanekes menuju Rangkasbitung hingga ke Kota Serang.
Perjalanan panjang ini bukan sekadar mobilitas, tetapi simbol ketulusan, kesederhanaan, dan ketaatan terhadap adat leluhur.
Seba Baduy 2026 berlangsung selama tiga hari, dari Jumat (24/4/2026) hingga Minggu (26/4/2026), dengan berbagai rangkaian kegiatan budaya yang menarik.
Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan Pasar Kerajinan Baduy dan UMKM yang menampilkan berbagai produk lokal khas masyarakat Baduy. Selain itu, digelar diskusi budaya yang membahas peran masyarakat Baduy dalam menjaga ekosistem.
Malam harinya, suasana semakin meriah dengan pertunjukan seni budaya yang menampilkan Arkaistone, Hiart Dance Company, serta kesenian tradisional Ubrug Seniki Cilegon.
Memasuki hari kedua, Sabtu (25/4/2026), masyarakat Baduy tiba di Kota Serang dan disambut melalui Karnaval “Rampak Seba Nusantara” yang memperlihatkan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Karnaval ini menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus simbol persatuan dalam keberagaman budaya nusantara.
Rangkaian acara ditutup pada Minggu (26/4/2026) dengan tradisi Mumuluk atau sarapan bersama, yang dilanjutkan dengan pelepasan peserta menuju Seba Panungtung di Pendopo Kabupaten Serang.
Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan Seba Baduy 2026.
- Penulis: News Publik
