PENGUATAN EKONOMI! Gubernur Al Haris Tegaskan Peran UMKM Jambi di Business Matching 2026
- account_circle GR
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 72

NEWS PUBLIK | Jambi – Gubernur Jambi Al Haris menegaskan penguatan UMKM sebagai pilar ketahanan ekonomi daerah saat membuka secara resmi Jambi Business Matching Forum 2026 yang digelar di Swiss-Belhotel Jambi, Kamis (9/4/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi bersama Rumah BUMN Jambi ini menjadi wadah strategis mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan BUMN serta mitra usaha guna memperkuat ekosistem ekonomi daerah.
Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi kepada seluruh BUMN yang selama ini aktif membina dan mendampingi UMKM di Provinsi Jambi.
Menurutnya, kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan terhadap pelaku usaha mikro yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
Penguatan UMKM Jambi Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi Daerah
Gubernur Al Haris menegaskan bahwa UMKM tidak akan mampu berkembang secara optimal tanpa dukungan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Dukungan tersebut, kata dia, mencakup akses permodalan, manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan akses pasar.
“UMKM kita ini luar biasa potensinya. Mereka tumbuh dari masyarakat, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan ekonomi dari bawah. Tetapi memang harus kita akui, banyak yang masih membutuhkan pendampingan,” ujar Al Haris.
Ia menilai kehadiran BUMN sebagai “bapak asuh” UMKM memiliki peran strategis dalam mendorong pelaku usaha naik kelas.
“Di sinilah pentingnya kehadiran BUMN dan pemerintah untuk membina, memperkuat, dan membuka akses pasar bagi mereka,” tegasnya.
Tantangan Ekonomi Global dan Nasional, UMKM Jadi Penopang Utama
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris juga menyoroti kondisi ekonomi global dan nasional yang tengah menghadapi berbagai tantangan.
Meski pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi masih berada pada tren positif, namun dinamika efisiensi anggaran dan perubahan kebijakan fiskal nasional turut memengaruhi perputaran uang di daerah serta daya beli masyarakat.
“Kita bersyukur ekonomi Jambi masih tumbuh. Namun kita juga harus jujur bahwa ada perlambatan yang kita rasakan. Perputaran uang di daerah tidak sebesar sebelumnya,” ungkapnya.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat sektor riil, di mana UMKM menjadi salah satu penopang utama yang harus dijaga keberlangsungannya.
“UMKM menjadi salah satu sektor yang harus kita perkuat agar ekonomi daerah tetap stabil dan berdaya tahan,” lanjutnya.
Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Nasional hingga Internasional
Gubernur Al Haris juga mendorong agar produk-produk UMKM Jambi semakin ditingkatkan kualitasnya, mulai dari kemasan, standar produksi, hingga legalitas usaha.
Ia berharap produk lokal tidak hanya mampu bersaing di pasar daerah, tetapi juga dapat menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Kita harus bangga dengan produk Jambi. Kalau bukan kita yang menggunakan dan mendukungnya, siapa lagi?” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pihak, termasuk BUMN, hotel, restoran, dan lembaga lainnya untuk memberikan ruang lebih luas bagi produk lokal.
Menurutnya, langkah tersebut akan menciptakan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat.
Forum Business Matching Harus Berujung Kerja Sama Nyata
Lebih lanjut, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa hasil dari forum business matching ini tidak boleh berhenti pada seremoni semata.
Ia meminta agar setiap nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani benar-benar ditindaklanjuti dengan kerja sama konkret.
“Saya berharap MoU yang ditandatangani hari ini benar-benar ditindaklanjuti. Jangan hanya berhenti di atas kertas. Harus ada realisasi pembelian, distribusi produk, dan kesinambungan kerja sama,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dalam membangun ekonomi daerah yang inklusif dan berkeadilan.
“UMKM tidak boleh berjalan sendiri. Pemerintah hadir, BUMN hadir, seluruh pemangku kepentingan hadir untuk memastikan mereka tumbuh dan menjadi kekuatan utama menuju Jambi Mantap,” pungkasnya.
29 UMKM Unggulan Terlibat, Fokus pada Transaksi Nyata
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Kemas Muhammad Fuad, menjelaskan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang strategis untuk mempertemukan kebutuhan pasar dengan kapasitas produksi UMKM secara terarah.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan difokuskan pada interaksi bisnis yang konkret.
“Kegiatan ini meliputi kurasi produk, pemetaan kebutuhan pasar, hingga penjajakan kerja sama langsung antara pelaku UMKM dan mitra usaha,” jelas Fuad.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi tiga pilar utama, yakni BUMN sebagai entitas pengadaan strategis, sektor perhotelan dan restoran sebagai pengguna produk, serta UMKM sebagai produsen lokal.
Pemerintah Provinsi Jambi, lanjutnya, terus berkomitmen memberikan pendampingan melalui pelatihan, fasilitasi sertifikasi, akses pembiayaan, serta promosi produk lokal.

Kolaborasi Strategis Rumah BUMN dan Pemprov Jambi
CEO Rumah BUMN Jambi, Deko Sanjaya, dalam laporannya menyampaikan bahwa forum ini merupakan kolaborasi strategis antara Rumah BUMN Jambi dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi.
Sebanyak 29 UMKM unggulan turut ambil bagian, terdiri dari 9 UMKM binaan Rumah BUMN Jambi, 11 binaan Dinas Perindag, serta 9 binaan BUMN lainnya.
Forum ini dikemas dalam empat rangkaian kegiatan utama, yakni pembukaan, business matching, penandatanganan kerja sama, serta pameran produk UMKM.
“Kami berharap dari forum ini tidak hanya lahir transaksi bisnis, tetapi juga kemitraan, kepercayaan, dan jejaring usaha yang berkelanjutan,” ujar Deko.

10 MoU Strategis Perkuat Ekosistem UMKM Jambi
Sebagai bentuk konkret sinergi, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara BUMN dan pelaku UMKM, yaitu:
- Rumah BUMN Jambi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia
- PT PLN (Persero) UP3 Jambi dengan Madu CLB
- PT PLN (Persero) UPT Jambi dengan Batoku
- PT PLN Indonesia Power UBP Jambi dengan PT Dmoroy Kreasi Alam Nusantara
- PT PLN (Persero) UPP Sumbagsel Bagian 3 dengan PT Bina Kreativ Berkah
- PT Pegadaian (Persero) dengan Omera Flora
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan Cake by Nadia
- PT Permodalan Nasional Madani dengan Akhatha
- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan Batik Jambi Alfath
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dengan Batik Duo Serangkai
Penandatanganan ini menjadi langkah nyata dalam memperluas akses pasar, memperkuat rantai pasok lokal, serta memastikan produk UMKM terserap dalam ekosistem pengadaan BUMN dan sektor jasa.
Melalui Jambi Business Matching Forum 2026, Pemerintah Provinsi Jambi kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan memastikan UMKM tumbuh sebagai pilar utama menuju ekonomi daerah yang tangguh dan berkelanjutan.
- Penulis: GR


