Proyek Box Culvert Rp99 Juta di Kotapinang Disorot, Warga Desak Inspektorat Turun
- account_circle RM
- calendar_month 6 jam yang lalu
- print Cetak

Volume hingga Kualitas Material Dipertanyakan
Beberapa aspek teknis menjadi perhatian dalam pekerjaan pembangunan box culvert tersebut.
Di antaranya kesesuaian ukuran dan volume pekerjaan dengan dokumen kontrak, kualitas beton, pemasangan besi tulangan, serta kondisi pondasi dan material dasar sebelum konstruksi dipasang.
Persoalan tersebut penting diperiksa secara teknis untuk memastikan hasil pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam kontrak.
Selain aspek fisik, transparansi proyek juga menjadi perhatian masyarakat.
Warga berharap informasi mengenai pelaksana pekerjaan, nilai kontrak, sumber anggaran, waktu pelaksanaan serta spesifikasi pekerjaan dapat diketahui secara jelas.
Dengan keterbukaan informasi tersebut, masyarakat dapat ikut melakukan pengawasan terhadap proyek yang dibiayai menggunakan anggaran pemerintah.
Namun, sorotan masyarakat tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan bahwa telah terjadi penyimpangan.
Dugaan adanya penyimpangan maupun tindak pidana korupsi dalam proyek tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan, pengukuran teknis, audit serta pendalaman oleh instansi yang berwenang.
Warga Minta Inspektorat dan Kejaksaan Turun
Masyarakat meminta Inspektorat Kabupaten Labuhanbatu Selatan selaku Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) melakukan pemeriksaan terhadap pekerjaan tersebut.
Pemeriksaan diharapkan tidak berhenti pada dokumen administrasi. Kondisi fisik pekerjaan di lapangan juga diminta dibandingkan dengan dokumen kontrak dan spesifikasi teknis yang menjadi dasar pelaksanaan proyek.
Jika ditemukan perbedaan antara pekerjaan yang direalisasikan dengan kontrak, masyarakat berharap pemerintah mengambil langkah sesuai ketentuan.
Selain Inspektorat, masyarakat juga meminta Kejaksaan Negeri Labuhanbatu Selatan memberikan perhatian apabila dalam pemeriksaan nantinya ditemukan indikasi pelanggaran hukum.
Untuk memastikan ada atau tidaknya penyimpangan, diperlukan pemeriksaan secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut mencakup dokumen pengadaan, kontrak, volume pekerjaan, kualitas material hingga kondisi fisik konstruksi di lapangan.
- Penulis: RM
