RAPAT KOORDINASI ANGKUTAN BATUBARA JAMBI: MPLLBB Desak Kontribusi Nyata Perusahaan, Kritik Keras Perusahaan yang Tak Hadir
- account_circle Eli/Tim
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 52

NEWS PUBLIK | Jambi – Rapat Koordinasi Angkutan Batubara Jambi yang digelar oleh Masyarakat Peduli Lalu Lintas Batu Bara (MPLLBB) pada 9 April 2026 menjadi momentum penting dalam membenahi tata kelola operasional hauling di Provinsi Jambi. Forum ini tidak hanya menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis, tetapi juga diwarnai kritik keras terhadap perusahaan-perusahaan hauling yang tidak hadir dan dinilai mengabaikan tanggung jawab sosialnya.
Sejak awal, Rapat Koordinasi Angkutan Batubara Jambi ini diposisikan sebagai ruang konsolidasi untuk menyatukan persepsi operasional di lapangan. Hal ini menjadi krusial mengingat berbagai persoalan serius yang selama ini dirasakan masyarakat belum sepenuhnya tertangani.
Masalah klasik seperti kemacetan panjang, kerusakan infrastruktur jalan, hingga meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas di jalur angkutan batubara masih menjadi keluhan utama warga. Oleh karena itu, forum ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret dan berkelanjutan.
Ketidakhadiran Perusahaan Picu Kritik Keras
Ketua MPLLBB, Susana Wati, secara tegas menyoroti absennya sejumlah perusahaan hauling dalam rapat tersebut. Ia menilai ketidakhadiran tersebut bukan sekadar persoalan administratif, melainkan mencerminkan rendahnya kepedulian terhadap dampak sosial yang ditimbulkan.
Menurutnya, Rapat Koordinasi Angkutan Batubara Jambi bukanlah forum seremonial, melainkan wadah untuk menyelesaikan persoalan nyata di lapangan.
“Ini bukan forum formalitas. Ini ruang untuk menyelesaikan persoalan nyata di lapangan. Ketidakhadiran mereka menunjukkan ketidakseriusan dalam membangun solusi bersama,” tegas Susana Wati.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa perbaikan tata kelola angkutan batubara tidak bisa berjalan tanpa keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk pihak perusahaan.

Kerja Nyata MPLLBB di Jalur Rawan
Dalam kesempatan tersebut, Susana Wati juga menegaskan bahwa MPLLBB selama ini telah melakukan kerja nyata di lapangan. Fokus utama mereka berada di jalur strategis dari Simpang Tanjung Pauh KM 32 hingga TUKS Talang Duku, yang dikenal sebagai titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Di jalur tersebut, MPLLBB tidak hanya berperan sebagai pengawas kelancaran arus hauling, tetapi juga aktif dalam penanganan berbagai kondisi darurat.
Mulai dari penanganan awal kecelakaan lalu lintas, pendampingan korban hingga ke keluarga sebagai bentuk kepedulian sosial, hingga membantu penyelesaian kendaraan mogok yang kerap menjadi pemicu kemacetan panjang.
Seluruh aktivitas ini dilakukan dengan koordinasi intensif bersama aparat kepolisian untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
“Kami hadir di lapangan setiap hari. Saat terjadi kecelakaan, kami turun. Saat ada korban, kami dampingi. Saat jalan macet total karena kendaraan rusak, kami bantu selesaikan. Ini kerja nyata, bukan sekadar wacana,” ujar Susana.
Keberadaan relawan MPLLBB di lapangan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meminimalisir dampak negatif operasional angkutan batubara terhadap masyarakat.

Desakan Kontribusi Nyata Perusahaan
Salah satu poin krusial dalam Rapat Koordinasi Angkutan Batubara Jambi adalah desakan agar perusahaan hauling memberikan kontribusi nyata terhadap operasional relawan dan satuan tugas (satgas) di lapangan.
MPLLBB menilai selama ini beban pengawasan dan penanganan masalah di lapangan masih didominasi oleh relawan, sementara perusahaan sebagai pihak yang mendapatkan keuntungan dari aktivitas hauling belum sepenuhnya menunjukkan tanggung jawab sosialnya.
“Perusahaan harus ikut berkontribusi. Relawan dan satgas kami bekerja di lapangan dengan risiko tinggi. Sudah seharusnya ada dukungan nyata dari pihak yang secara langsung memanfaatkan jalur tersebut,” tegas Susana Wati.
Kontribusi yang dimaksud tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga dalam bentuk dukungan operasional yang dapat meningkatkan efektivitas pengawasan dan keselamatan di jalur angkutan batubara.

Kesepakatan Strategis untuk Perbaikan Sistem
Meski diwarnai kekecewaan terhadap absennya sejumlah perusahaan, rapat tetap menghasilkan sejumlah kesepakatan penting.
Beberapa poin strategis yang disepakati dalam Rapat Koordinasi Angkutan Batubara Jambi antara lain penguatan disiplin operasional, peningkatan koordinasi lintas pihak, serta komitmen bersama untuk menciptakan sistem angkutan batubara yang lebih tertib, aman, dan terkendali.
Kesepakatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem transportasi batubara yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
MPLLBB juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal implementasi hasil rapat, sekaligus mendorong transparansi dan akuntabilitas dari seluruh pihak yang terlibat.
Publik Akan Menilai, Perbaikan Tak Bisa Ditunda
Di akhir pernyataannya, Susana Wati mengingatkan bahwa publik akan menjadi hakim atas keseriusan seluruh pihak dalam menjalankan komitmen yang telah disepakati.
“Kalau masih ada yang abai, publik akan menilai. Siapa yang benar-benar bekerja dan siapa yang hanya mengambil keuntungan tanpa kontribusi akan terlihat jelas,” tutupnya.
Rapat ini menjadi penegas bahwa pembenahan operasional angkutan batubara di Jambi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan yang mendesak.
Tanpa komitmen, kehadiran, dan kontribusi nyata dari seluruh pihak, persoalan klasik di jalur angkutan batubara akan terus berulang dan berpotensi menimbulkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
- Penulis: Eli/Tim
