SMPN 1 Rao Perkuat Iman dan Karakter Siswa, Bersalaman hingga Shalat Duha Jadi Rutinitas
- account_circle Almahardi Piliang
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak
NEWS PUBLIK | PASAMAN, SUMBAR – Pendidikan karakter di SMPN 1 Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Setiap pagi, siswa dibiasakan bersalaman dengan guru, sementara kegiatan keagamaan seperti shalat Duha berjamaah, yasinan, kultum hingga ceramah agama menjadi bagian dari rutinitas sekolah.
Kebiasaan sederhana itu perlahan menjadi budaya yang melekat dalam keseharian siswa. Setiap pagi, para siswa bergantian menyalami guru sebelum memulai aktivitas belajar.
Suasana hangat terlihat dari interaksi antara siswa dan guru. Senyum, sapaan, serta jabat tangan menjadi bagian dari pembiasaan yang diarahkan untuk menumbuhkan sikap hormat, kedekatan dan rasa saling menghargai.
Bagi SMPN 1 Rao, bersalaman bukan sekadar rutinitas seremonial. Kebiasaan tersebut menjadi salah satu cara sekolah menanamkan nilai kesopanan sekaligus membangun hubungan yang lebih harmonis antara guru dan siswa.
Bukan Sekadar Ritual, Karakter Siswa Jadi Sasaran
Pembentukan karakter kemudian diperkuat melalui berbagai kegiatan keagamaan yang dilaksanakan secara terjadwal.
Salah satunya adalah shalat Duha berjamaah yang digelar pada Jumat minggu ketiga setiap bulan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembiasaan spiritual yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan SMPN 1 Rao.
Melalui kegiatan itu, siswa diarahkan untuk membangun kebiasaan beribadah sekaligus menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, spiritual dan pembentukan akhlak.
Shalat Duha juga menjadi momentum bagi siswa untuk mengawali kegiatan dengan suasana yang lebih tenang sebelum kembali mengikuti proses pembelajaran.
Program tersebut tidak berdiri sendiri. SMPN 1 Rao juga mengemas kegiatan Jumat dengan berbagai agenda keagamaan dan pengembangan potensi siswa.
Pada Jumat minggu pertama, siswa mengikuti kultum. Minggu kedua diisi dengan yasinan, sedangkan minggu ketiga dilaksanakan shalat Duha berjamaah yang dilanjutkan ceramah singkat tentang agama.
Selain kegiatan spiritual, sekolah juga memberikan ruang bagi siswa untuk menampilkan bakat melalui kegiatan ekstrakurikuler.
- Penulis: Almahardi Piliang

