SMPN 1 Rao Perkuat Iman dan Karakter Siswa, Bersalaman hingga Shalat Duha Jadi Rutinitas
- account_circle Almahardi Piliang
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak
Kepala Sekolah: Pendidikan Tak Cukup Hanya Mengejar Nilai
Kepala SMPN 1 Rao, Hibban, S.Pd., M.Si., mengatakan rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai fondasi iman dan akhlak yang kuat.
Menurutnya, pembiasaan ibadah sejak dini merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang menyeluruh.
Melalui kegiatan shalat Duha, bersalaman dengan guru, kultum, yasinan serta ceramah keagamaan, siswa diharapkan terbiasa mengawali aktivitas dengan ketenangan hati dan kesadaran spiritual.
Pembiasaan tersebut juga diharapkan dapat memberikan pengaruh positif terhadap sikap siswa dalam menjalani proses pembelajaran maupun berinteraksi dengan lingkungan sekolah.
Dengan pola tersebut, pendidikan di SMPN 1 Rao tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar capaian akademik.
Aspek moral, spiritual dan pembentukan kebiasaan positif juga ditempatkan sebagai bagian penting dalam proses pendidikan.
Budaya Positif Dibangun dari Kebiasaan Kecil
Tradisi bersalaman dengan guru menjadi salah satu contoh pembiasaan sederhana yang terus dipertahankan. Dari jabat tangan setiap pagi hingga kegiatan ibadah bersama, sekolah berupaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendorong siswa menjadi pintar, tetapi juga memiliki sikap dan karakter yang baik.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi guru untuk memberikan teladan secara langsung kepada siswa.
Sekolah berharap berbagai pembiasaan positif itu dapat terus berjalan dan menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan siswa, baik selama berada di lingkungan sekolah maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.
Dengan demikian, pendidikan karakter tidak berhenti pada teori yang disampaikan di dalam kelas, tetapi hadir melalui kebiasaan yang dilakukan berulang dalam keseharian.
- Penulis: Almahardi Piliang

