Tanggamus HUT ke-29: Gebrakan Logo Baru dan Semangat Kerja Jalan Lurus Bangkitkan Daerah
- account_circle AWPI
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 72

NEWS PUBLIK | TANGGAMUS – Tanggamus HUT ke-29 menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Tanggamus untuk memperkuat arah pembangunan daerah menuju kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tanggamus ke-29 Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan Merdeka Kota Agung, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Kota Agung, Senin (30/03/2026).
Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke Taman Makam Pahlawan di Pekon Kagungan, Kecamatan Kota Agung Timur, sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan.
Dalam upacara tersebut, Bupati Tanggamus Hi. Moh. Saleh Asnawi bertindak sebagai Inspektur Upacara. Turut hadir sejumlah pejabat penting, di antaranya Dandim 0424 Tanggamus Letnan Kolonel Infanteri Dwi Djunaidi Mulyono, Kapolres Tanggamus AKBP Rahmat Sujatmiko, Wakil Bupati Agus Suranto, Kepala Kejaksaan Negeri Tanggamus Subari Kurniawan, Kepala BNNK Diani Indramaya, serta Kepala Pengadilan Negeri Ita Denie Setiyawaty.
Selain itu, hadir pula jajaran Asisten, Staf Ahli, Kepala Badan Kesbangpol Beni Irawan, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, hingga kepala pekon se-Kabupaten Tanggamus.
Tanggamus HUT ke-29 Usung Semangat Kerja Jalan Lurus
Dalam amanatnya, Bupati Tanggamus Hi. Moh. Saleh Asnawi menyampaikan bahwa Kabupaten Tanggamus kini genap berusia 29 tahun. Peringatan tahun ini mengusung tema “Semangat Kerja Jalan Lurus Kita Wujudkan Tanggamus yang Maju dan Sejahtera.”
Menurutnya, momentum ini menjadi refleksi sekaligus penguatan komitmen pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa peringatan HUT ini juga menjadi tahun kedua masa jabatannya sebagai Bupati Tanggamus periode 2025–2030.
“Tahun pertama adalah tahun membangun pondasi yang kuat agar di tahun-tahun berikutnya kita dapat berlari lebih cepat,” ujarnya.
Tantangan Pembangunan: Kemiskinan hingga Infrastruktur
Bupati juga secara terbuka mengakui masih adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah daerah. Namun, ia menekankan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan secara instan.
“Saya menyadari dan memaklumi apabila masih terdapat ketidakpuasan terhadap hasil kerja kami dan jajaran. Namun masyarakat juga harus memahami bahwa pembangunan daerah tidak terlepas dari perencanaan sebelumnya, yang harus selaras dengan rencana jangka panjang, menengah, dan tahunan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa seluruh program pembangunan juga harus disinergikan dengan prioritas pemerintah pusat dan provinsi, serta mempertimbangkan kondisi anggaran dan fiskal daerah.
Di sisi lain, Bupati mengungkapkan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah.
Salah satu target utama adalah menekan angka kemiskinan hingga di bawah 10 persen. Selain itu, sektor infrastruktur juga menjadi perhatian serius, mengingat kondisi jalan rusak ringan dan berat saat ini masih cukup tinggi, yakni di atas 50 persen.
Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Jadi Fokus
Tidak hanya itu, Bupati juga menyoroti belum meratanya akses dan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Tanggamus.
Di sektor kesehatan, permasalahan stunting, kualitas gizi, dan pelayanan dasar masih menjadi tantangan yang harus diselesaikan bersama.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi daerah dinilai masih perlu didorong lebih kuat, khususnya di sektor produksi pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Ia menekankan bahwa banyak hasil produksi masyarakat masih dijual dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambah ekonomi belum optimal. Selain itu, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga masih banyak yang belum naik kelas.
Logo Baru Tanggamus, Simbol Kebanggaan Daerah
Dalam momentum HUT Tanggamus ke-29 ini, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggunakan lambang atau logo daerah yang baru sebagai simbol kebanggaan dan kecintaan terhadap Kabupaten Tanggamus.
“Pada momen ulang tahun ini, saya meminta kepada semua pihak untuk menggunakan lambang logo daerah yang baru sebagai bentuk rasa memiliki dan kebanggaan terhadap Bumi Begawi Jejama,” tegasnya.
Ia juga menghimbau seluruh instansi dan organisasi untuk tetap berpedoman pada lambang dan logo Kabupaten Tanggamus sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 1997 sejak awal berdirinya daerah tersebut 29 tahun lalu.
Jaga Kondusivitas dan Persatuan di Tengah Isu Global
Di akhir amanatnya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi dan kondisi daerah agar tetap kondusif.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh isu-isu atau pemberitaan yang tidak benar dan tidak berdasarkan data serta fakta.
“Mari kita memperkuat persatuan nasional di tengah gejolak geopolitik dan krisis internasional. Rapatkan barisan, eratkan persaudaraan, dan jangan terpecah belah,” pungkasnya.
- Penulis: AWPI
