Dr. Junaidi di Kuta Baro: Mengedepankan Adab, Etika dan Silaturahmi dalam Pelayanan Masyarakat | News Publik.perss
- account_circle NOVI KARNO
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

BREAKING : NEWS PUBLIK
Dr. Junaidi di Kuta Baro: Mengedepankan Adab, Etika dan Silaturahmi dalam Pelayanan Masyarakat
BANDA ACEH –NEWS PUBLIK | Iptu Dr. Junaidi, M.S.M., M.H., mendapat amanah baru sebagai Kapolsek Kuta Baro Polresta Banda Aceh. Penugasan tersebut menjadi bagian dari penyegaran jabatan di lingkungan Polresta Banda Aceh berdasarkan keputusan pimpinan Polda Aceh.
Bagi Dr. Junaidi, amanah sebagai Kapolsek bukan semata-mata perpindahan jabatan, melainkan tanggung jawab baru untuk hadir lebih dekat di tengah masyarakat.
Sosok yang sebelumnya dikenal dalam jajaran kepolisian, termasuk saat menjalankan tugas sebagai Kasat Reskrim Polres Sabang, itu menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia penting dalam menjalankan tugas.
Namun, menurutnya, ada hal yang tidak kalah mendasar, yakni adab dan etika.
“Menurut saya kualitas itu penting, namun ada yang lebih penting, yaitu adab dan etika. Apalagi Polri adalah pelayan masyarakat dan merupakan representasi negara,” ujar Dr. Junaidi.
Prinsip tersebut menjadi salah satu pijakan yang ingin dibawanya dalam menjalankan tugas di wilayah hukum Polsek Kuta Baro.
Pelayanan Berbasis Silaturahmi
Dr. Junaidi menyampaikan permohonan dukungan dan doa kepada seluruh masyarakat agar dirinya mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
Pendekatan yang dikedepankannya adalah membangun komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat, sekaligus menjaga hubungan yang harmonis antara kepolisian, tokoh agama, tokoh adat, perangkat gampong, pemuda dan masyarakat.
Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Karena itu, komunikasi yang terbuka serta kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi bagian penting dalam membaca dinamika sosial sekaligus mencegah persoalan sebelum berkembang menjadi gangguan Kamtibmas.
Ia juga menaruh perhatian terhadap keberadaan adat dan budaya Aceh sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
“Silaturahmi harus kita utamakan dan penyelenggaraan adat istiadat sesuai dengan budaya Aceh harus tetap kita jaga,” ujarnya.
Membaca Dinamika Sosial Masyarakat
Dr. Junaidi juga menyatakan selama ini dirinya terus mempelajari dinamika sosial dan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kondisi sosial dan ekonomi dapat memiliki keterkaitan dengan munculnya berbagai persoalan di tengah masyarakat. Karena itu, langkah kepolisian tidak hanya berbicara mengenai penegakan hukum, tetapi juga menyangkut pencegahan dan membangun kesadaran masyarakat.
Ia menyoroti sejumlah persoalan yang menurut pengamatannya perlu mendapat perhatian bersama, di antaranya praktik pinjaman online yang dapat menjerat masyarakat, perjudian daring serta penyebaran ujaran kebencian.
“ Saya selalu mempelajari dinamika sosial ekonomi masyarakat dan sangat prihatin akhir-akhir ini masih ada masyarakat yang terlibat dengan pinjol, judi online dan ujaran kebencian,” katanya.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup hanya ditangani melalui pendekatan penegakan hukum. Edukasi, pengawasan keluarga, peran tokoh masyarakat, tokoh agama dan kepedulian lingkungan juga memiliki posisi penting.
Polisi, Masyarakat dan Kearifan Lokal
Dalam menjalankan tugas barunya, Dr. Junaidi ingin membangun pola komunikasi yang dekat dengan masyarakat tanpa mengurangi ketegasan dalam penegakan hukum.
Baginya, masyarakat harus mengetahui bahwa kepolisian hadir bukan hanya ketika persoalan telah terjadi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pencegahan.
Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan Kuta Baro yang memiliki dinamika masyarakat tersendiri, sehingga pemetaan persoalan sosial, komunikasi dengan perangkat gampong serta sinergi dengan tokoh-tokoh lokal menjadi penting.
Kehadiran Kapolsek di tengah masyarakat diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas, sehingga berbagai persoalan Kamtibmas dapat disampaikan dan dicarikan jalan keluar sesuai koridor hukum.
Perhatian terhadap Generasi Muda
Perhatian lain yang disampaikan Dr. Junaidi adalah pentingnya menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif.
Ia menyinggung persoalan perjudian online, pinjaman online bermasalah, ujaran kebencian serta berbagai perilaku sosial yang dinilainya perlu mendapat perhatian bersama.
Terkait isu LGBT, Dr. Junaidi menyampaikan kekhawatirannya dari perspektif nilai dan norma yang dianut masyarakat Aceh, khususnya masyarakat yang menjalankan kehidupan berdasarkan syariat Islam.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari pandangannya mengenai pentingnya menjaga nilai agama, keluarga dan budaya masyarakat Aceh, dengan tetap mengedepankan pendekatan hukum dan kemanusiaan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Amanah Baru, Tanggung Jawab Baru
Penugasan sebagai Kapolsek Kuta Baro menempatkan Dr. Junaidi pada ruang pengabdian yang lebih dekat dengan masyarakat di wilayah hukum Polsek tersebut.
Dengan latar belakang pengalaman di bidang kepolisian dan perhatian terhadap dinamika sosial masyarakat, dirinya menegaskan kesiapan untuk menjalankan amanah dengan mengedepankan adab, etika, silaturahmi serta pelayanan kepada masyarakat.
Bagi Dr. Junaidi, jabatan bukan sekadar posisi struktural, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Ia pun kembali meminta dukungan dan doa masyarakat agar dapat menjalankan tugas sebagai Kapolsek Kuta Baro dengan baik.
“Mohon dukungan dan doa seluruh masyarakat. Semoga saya mampu menjalankan amanah ini,” demikian Dr. Junaidi.
Kini, Kuta Baro memasuki babak pengabdian baru bersama sosok yang membawa pesan sederhana namun mendasar: ketegasan dalam tugas harus berjalan bersama adab, etika, silaturahmi dan penghormatan terhadap masyarakat serta kearifan lokal.
Rilis News Publik Wilayah Sabang : MJ Eric Karno
- Penulis: NOVI KARNO
