Breaking News
light_mode
Trending Tags

Skandal Nilam Kerinci: Proyek Diduga Ilegal, Petani Jadi Korban

  • account_circle Eli
  • calendar_month Sen, 18 Agu 2025
  • visibility 398
Skandal Nilam Kerinci: Proyek Diduga Ilegal, Petani Jadi Korban

Petani Kerinci menuntut kepastian harga nilam, sementara program pengembangan dinilai berjalan tanpa izin resmi dan berisiko lingkungan.

📰 Pengembangan Nilam di Kerinci Diduga Tanpa Izin, Petani Tuntut Kepastian Harga

NEWS PUBLIK, KERINCI – Rencana besar pengembangan komoditas budidaya tanaman nilam di Kabupaten Kerinci menuai sorotan tajam. Acara tatap muka antara puluhan petani mitra dari berbagai desa setempat. Masing-masing yakni Desa Tambak Tinggi, Desa Sekungkung, Desa Belui hingga beberapa desa dalam wilayah Kecamatan Siulak dan sekitarnya dengan owner PT Jutarasa Abadi dan PT Natraco Holding, Hendra Narpati, pada Sabtu lalu (16/08/2025) di Taman Putri Tunggal Sekungkung, Kecamatan Depati Tujuh justru membuka sejumlah kejanggalan yang memunculkan pertanyaan serius di masyarakat.

Hendra Narpati paparnya, menyatakan nilam sebagai komoditi yang menjanjikan dan bisa menjadi sumber kesejahteraan baru bagi petani Kerinci. Namun saat digelar sesi tanya jawab, para petani yang menuntut kepastian harga nilam justru tidak mendapatkan jawaban tegas dan tidak memuaskan.

Hendra hanya menegaskan harga akan mengikuti mekanisme pasar, tanpa jaminan harga dasar yang melindungi petani.

Skandal Nilam Kerinci: Proyek Diduga Ilegal, Petani Jadi Korban

Izin belum jelas tetapi usaha sudah jalan lebih jauh. Sejumlah petani mempertanyakan soal legalitas dari program ini. Ketika ditanyakan apakah sudah ada izin. Mulai dari izin pemerintah desa hingga Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kerinci. Malah dari pihak perusahaan justru menjawabnya santai.

“Gampang soal izin. Nanti setelah panen, baru kita urus semua,” ujar Hendra. Pernyataan ini pun memicu kritik dari Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Peduli Alam Sakti (LSM PEDAS), Efiyarman, yang hadir di acara tersebut.

Menurutnya sangat janggal jika kegiatan pengembangan budidaya nilam di Kabupaten Kerinci yang sudah berjalan lebih dari setahun ini. Justru ternyata belum memiliki izin sama sekali dan belum ada berkoordinasi resmi dengan baik oleh pihak pemerintah desa setempat maupun pihak pemda kabupaten.

“Bahkan anehnya, sudah ada tempat penyulingan yang berdiri, dan sudah mampu memproses minyak nilam ini. Dari hasil konfirmasi kami kepada Pemerintah Desa Tambak Tinggi, dan tidak ada satu pun izin lingkungan yang diajukannya. Ini jelas-jelas melanggar aturan,” tegas Efiyarman.

Sorotan juga ditujukan soal keselamatan dan dampaknya terhadap lingkungan. Efiyarman seraya mengkritik menyoroti aspek keselamatan kerja yaitu K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) juga pengelolaan limbahnya yang diabaikan oleh perusahaan.

Ia menyebut tempat penyulingan yang ada tidak memiliki sistem pengolahan limbah, alat pemadam api maupun standar keselamatan kerja.

“Ini sangat berbahaya. Tumbler besar dengan tekanan tinggi, bisa meledak kapan saja. Jangan sampai kita mengulang tragedi kecelakaan kerja, seperti yang pernah terjadi di salah satu perusahaan penyulingan sebelumnya,” ungkapnya.

Skandal Nilam Kerinci: Proyek Diduga Ilegal, Petani Jadi Korban

Mendesak pemda untuk bertindak cepat atas kondisi tersebut. LSM PEDAS mendesak Bupati Kerinci Monadi untuk segera mengambil tindakan tegas. Mereka meminta agar seluruh aktivitas pengembangan nilam oleh PT Jutarasa Abadi dan PT Natraco Holding dihentikan sementara hingga ada perencanaan matang dan izin resmi.

“Kalau dibiarkan, niat baik bisa berubah menjadi malapetaka bagi petani dan masyarakat Kerinci,” tegas Efiyarman.

Selain itu, LSM PEDAS pun berencana segera menyurati Kantor Dinas Tenaga Kerja Pemda Kabupaten Kerinci dan Pemda Provinsi Jambi terkait aspek K3, serta pihak Kantor Dinas Lingkungan Hidup lebih menyoroti mengenai pengelolaan limbah penyulingannya.

Perusahaan enggan memberi keterangan kepada awak media. Mencoba meminta klarifikasi langsung dari Hendra Narpati selaku owner PT Jutarasa Abadi dan PT Natraco Holding. Namun upaya ini gagal karena ditolak oleh Nelson, salah satu manajemen perusahaan, dengan alasan Hendra sedang sibuk.

Hingga berita ini diterbitkan, justru anehnya dari pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi.

(Eli)

  • Penulis: Eli
  • Editor: News Publik

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolsek Tebing Tinggi Dihantam Isu Gudang Minyak Subsidi, Bantah Tegas dan Soroti Etika Jurnalistik

    Kapolsek Tebing Tinggi Dihantam Isu Gudang Minyak Subsidi, Bantah Tegas dan Soroti Etika Jurnalistik

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Tanjab Barat – Gelombang isu negatif tiba-tiba menyeret nama Kapolsek Tebing Tinggi, Ipda Andi Ilham Junaidi SH MH, terkait dugaan kepemilikan gudang penimbunan minyak subsidi di Desa Talang Makmur, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Padahal, berdasarkan informasi yang telah diverifikasi, gudang yang dipersoalkan tersebut sudah berdiri sejak lama, bahkan jauh […]

  • Satu tahun Kepemimpinan Aep-Maslani Memimpin Kabupaten Karawang

    Satu tahun Kepemimpinan Aep-Maslani Memimpin Kabupaten Karawang

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Karawang – Tepat hari ini, satu tahun sudah pasangan Aep Syaepuloh dan Maslani memimpin Kabupaten Karawang. Momentum tersebut menjadi refleksi atas perjalanan pemerintahan sekaligus evaluasi terhadap berbagai program yang telah berjalan. Dalam pernyataannya, Aep menyampaikan bahwa pihaknya menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ia menegaskan pemerintah daerah terus berupaya melakukan […]

  • Bunda PAUD Hj. Hesti Haris: Anak SAD Berhak Dapat Pendidikan Sejak Dini

    Bunda PAUD Hj. Hesti Haris: Anak SAD Berhak Dapat Pendidikan Sejak Dini

    • 1Komentar

    📰 Bunda PAUD Hesti Haris Tegaskan Hak Pendidikan Anak SAD Sejak Usia Dini NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Bunda PAUD Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE atau Hesti Haris, menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan inklusif untuk semua anak, termasuk anak-anak Suku Anak Dalam (SAD). Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam Podcast PAUD Inklusif bertema “Meretas […]

  • Press Conference Polres Karawang: Sopir Truk Maut Rawagabus Resmi Jadi Tersangka, 3 Korban Meninggal Dunia

    Press Conference Polres Karawang: Sopir Truk Maut Rawagabus Resmi Jadi Tersangka, 3 Korban Meninggal Dunia

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Polres Karawang menggelar konferensi pers terkait kecelakaan lalu lintas fatal di kawasan Jalan Tanggul Rawagabus, Kabupaten Karawang. Dalam insiden tersebut, satu unit truk kontainer bertabrakan dengan sebuah mobil sedan hingga menyebabkan korban jiwa. Peristiwa nahas itu terjadi pada 18 Februari 2026. Kecelakaan melibatkan truk kontainer bernomor polisi B 1980 EI […]

  • Wagub Sani Minta BMPS Lakukan Terobosan Pembangunan Pendidikan

    Wagub Sani Minta BMPS Lakukan Terobosan Pembangunan Pendidikan

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) — Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I meminta pengurus Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Jambi masa bhakti 2025–2030 untuk melakukan terobosan pembangunan di bidang pendidikan. Permintaan ini disampaikan Wagub Sani saat menghadiri pelantikan pengurus BMPS yang digelar di aula LPMP Provinsi Jambi, Kamis (30/10/2025) pagi. Acara […]

  • Gubernur Al Haris Dorong Akselerasi Program Unggulan Presiden Prabowo di Kabupaten Bungo

    Gubernur Al Haris Dorong Akselerasi Program Unggulan Presiden Prabowo di Kabupaten Bungo

    • 0Komentar

    📰 Al Haris Dorong Percepatan Program Unggulan Presiden Prabowo di Kabupaten Bungo NEWS PUBLIK, Muara Bungo (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH menegaskan komitmennya mendukung percepatan program-program prioritas nasional di wilayah Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Bungo. Dalam pertemuan bersama Bupati Bungo, seluruh kepala OPD, dan camat se-Kabupaten Bungo […]

expand_less