Breaking News
light_mode
Trending Tags

Sekda Karawang Tegaskan: Tak Ada Kenaikan Biaya Pelayanan Publik Meski Keuangan Daerah Tertekan

  • account_circle Ahmad Zidin
  • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
  • visibility 114

Sekda Karawang Tegaskan: Tak Ada Kenaikan Biaya Pelayanan Publik Meski Keuangan Daerah Tertekan

NEWS PUBLIK, KARAWANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang memastikan tidak akan menaikkan biaya pelayanan publik dalam bentuk apa pun, meskipun saat ini keuangan daerah tengah menghadapi tekanan akibat berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Asep Aang Rahmatullah, usai rapat pembahasan bersama Koalisi Masyarakat Indonesia Maju (Komando) mengenai kondisi fiskal daerah dan upaya menjaga stabilitas pelayanan publik.

“Kondisi keuangan daerah memang berat, tapi kami sepakat tidak ada kenaikan biaya pelayanan kepada masyarakat. Kita semua paham, ekonomi warga sedang tidak mudah,” ujar Asep Aang, Rabu (5/11/2025).

Pendapatan Daerah Turun, Pelayanan Harus Tetap Jalan

Menurut Asep Aang, penurunan dana transfer pusat turut berdampak pada capaian pendapatan di berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat, termasuk Karawang. Meski demikian, pemerintah daerah dituntut untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan baru tanpa menambah beban masyarakat.

“Banyak daerah belum mencapai target pendapatan karena transfer pusat berkurang. Tapi prinsipnya, pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan dan dirasakan langsung, tanpa ada tambahan biaya,” tegasnya.

Ia menegaskan, pemerintah tidak akan menaikkan pajak maupun retribusi daerah dalam waktu dekat. Evaluasi kebijakan tetap dilakukan secara berkala, namun fokus utama adalah menjaga agar pelayanan publik tidak terganggu.

“Kita sudah sepakat, ke depan tidak ada kenaikan. Evaluasi tetap dilakukan sesuai mekanisme, tapi intinya tidak ada beban tambahan bagi masyarakat,” jelasnya.

PAD Jadi Tumpuan, Efisiensi Jadi Pilihan

Lebih lanjut, Sekda Asep Aang mengingatkan bahwa berkurangnya dana transfer pusat membuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi sumber utama pembiayaan daerah. Meski begitu, kebijakan fiskal tetap harus berpihak pada masyarakat dengan prinsip keadilan sosial.

“PAD kita banyak dari pajak. Kalau dinaikkan, masyarakat makin terbebani. Maka kami memilih menyesuaikan program pembangunan agar efisien, tapi tidak mengurangi layanan di sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur,” pungkasnya.

  • Penulis: Ahmad Zidin
  • Editor: NEWS PUBLIK

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Pencurian Emas Tanjab Timur Rp600 Juta 7 Bulan Tanpa Kepastian

    PUBLIK MULAI GERAM! Kasus Pencurian Emas Tanjab Timur Rp600 Juta 7 Bulan Tanpa Kepastian

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | TANJAB TIMUR – Kasus pencurian emas Tanjab Timur kembali menjadi sorotan publik setelah memasuki bulan ketujuh tanpa kepastian hukum. Lambannya penanganan perkara ini memicu kekecewaan mendalam dari korban yang merasa belum mendapatkan keadilan. Peristiwa ini terjadi di wilayah Dusun Karya Bakti, Desa Lagan Tengah, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang berada […]

  • Pasien BPJS dan RSU Mayjen HA Thalib Putuskan Cabut Gugatan

    Pasien BPJS dan RSU Mayjen HA Thalib Putuskan Cabut Gugatan

    • 0Komentar

    📰 Pasien BPJS Cabut Gugatan Terhadap RSU Mayjen HA Thalib dan BPJS NEWS PUBLIK, Sungai Penuh – Keluarga pasien BPJS bernama Khalifah yang sebelumnya menggugat BPJS dan Rumah Sakit Umum (RSU) Mayjen HA Thalib Sungai Penuh di Pengadilan Negeri Jakarta, memutuskan untuk mencabut gugatan tersebut. Keputusan ini dapat diterima oleh pihak keluarga, Siti Jawahir, saat […]

  • Bupati Anwar Sadat Kunker ke Dirjen Perumahan, Perjuangkan Tambahan Program Bedah Rumah dan Rumah Khusus

    Bupati Anwar Sadat Kunker ke Dirjen Perumahan, Perjuangkan Tambahan Program Bedah Rumah dan Rumah Khusus

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | JAKARTA – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Direktorat Jenderal Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dirjen Perkim) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman RI di Jakarta, Rabu (11/2). Kunjungan tersebut bertujuan untuk membahas program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), rumah khusus, serta penanganan kawasan kumuh di […]

  • PT. KMH Gelar Coffee Morning Bersama Media / LSM: “Tegaskan Penyusutan Air Danau Kerinci Bukan Akibat Operasional PLTA

    PT. KMH Gelar Coffee Morning Bersama Media / LSM: “Tegaskan Penyusutan Air Danau Kerinci Bukan Akibat Operasional PLTA

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KERINCI – PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) menggelar kegiatan Coffee Morning bersama awak media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Hotel Mahkota, Kota Sungai Penuh, Kamis (5/2/2026). Dalam forum silaturahmi dan diskusi tersebut, Manager PT KMH, Asroli, memaparkan sejumlah penjelasan terkait operasional […]

  • Sholat Idul Fitri Masjid Al-Hikmah Palm Agung

    Sholat Idul Fitri di Masjid Al-Hikmah Palm Agung Jadi Simbol Kebersamaan Warga dan Polisi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Kayuagung – Sholat Idul Fitri di Masjid Al-Hikmah Palm Agung berlangsung khidmat dan penuh makna di Komplek Palm Agung, Kelurahan Kutaraya, Kecamatan Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Sabtu (21/3/2026). Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah ini tidak hanya menjadi penanda berakhirnya bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi […]

  • Arif Satria Kepala BRIN: 2080 Kopi Hanya Tinggal Kenangan

    Arif Satria Kepala BRIN: 2080 Kopi Hanya Tinggal Kenangan

    • 1Komentar

    ​Oleh: Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd. (Ketua ICMI Orwil Jambi-Guru Besar UIN STS Jambi) ​A. Proyeksi Risiko Iklim dan Ancaman Komoditas Global ​Telah kita saksikan bahwa kopi, komoditas yang menghidupkan pagi dan mengiringi diskusi malam, kini menghadapi ancaman eksistensial yang nyata. Sebuah laporan yang mengejutkan dari Kepala BRIN, Prof. Arif Satria (2025), meramalkan bahwa pada […]

expand_less