Breaking News
Trending Tags

TAKE OVER DI DEPAN MATA, SKANDAL DI BELAKANG LAYAR: Kasus Buruh PT AFRESH INDONESIA Bayangi Cham Resto Tbk

  • account_circle Eli/Tim
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • print Cetak

TAKE OVER DI DEPAN MATA, SKANDAL DI BELAKANG LAYAR: Kasus Buruh PT AFRESH INDONESIA Bayangi Cham Resto Tbk

NEWS PUBLIK, JAMBI — Gelombang sorotan publik menerpa PT Afresh Indonesia, perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang beroperasi di kawasan Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari Barokah Melayu Foods Pte. Ltd, pemegang saham terbesar Cham Resto Indonesia Tbk, emiten yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia.

Dalam sepekan terakhir, PT Afresh Indonesia menjadi perbincangan luas menyusul dugaan skandal kecelakaan kerja, isu kompensasi tenaga kerja, hingga tudingan tekanan terhadap keluarga korban, yang dinilai berpotensi mencoreng citra induk usaha di mata publik dan investor—terutama menjelang rencana take over atau akuisisi pada Maret 2026.

Ketua Satgas Fast Respon Indonesia Provinsi Jambi, Fahmi Hendri, angkat bicara dan menegaskan bahwa tanggung jawab tidak hanya berhenti di level anak perusahaan.

Induk perusahaan harus ikut bertanggung jawab atas kinerja anak usahanya. Publik berhak tahu siapa dan bagaimana perusahaan ini beroperasi, agar memahami wajah sebenarnya dari praktik dunia usaha,” ujar Fahmi.

Fahmi mengungkapkan, kecelakaan kerja terjadi pada Selasa, 16 September 2025, sekitar pukul 14.59 WIB. Korban, Reni Efrianti (23), dilarikan ke RS Dr. Bratanata Jambi yaitu satu dari sekian rumah sakit TNI-AD yang berupa RSU, dinaungi oleh TNI-AD dan tercatat kedalam Rumah Sakit kelas C dalam kondisi luka bakar berat di tangan kiri.

Menurut keterangan Fahmi, tim medis mengambil langkah amputasi terhadap dua jari korban untuk mencegah penyebaran infeksi.

Korban mengalami luka bakar berat di tangan kiri hingga jaringan daging menghitam dan membusuk hingga tim medis Rumah Sakit bratanata Jambi mengambil tindakan amputasi dua jari guna mencegah penyebaran infeksi dan penyelamatan selain kehilangan dua jari tiga jari lainnya dilaporkan mengalami kekakuan permanen tak lagi berfungsi normal,” jelasnya.

Dugaan Tanggung Jawab Perusahaan Dipertanyakan

Fahmi mempertanyakan mekanisme pelaporan dan skema pembiayaan perawatan korban. Ia menyebut bahwa pihak rumah sakit justru menyarankan agar biaya perawatan dan pengobatan menjadi tanggung jawab perusahaan, bukan semata klaim BPJS.

“Yang kami ungkap kepada publik adalah pertanggungjawaban pihak perusahaan yang harus tunduk kepada undang-undang tenaga kerja, kasus sebesar ini kenapa tidak dilaporkan kepada instansi terkait,kompensasi perusahaan bukan hasil klaim BPJS dari Rumah Sakit Bratanata,justru RS.Bratanata menyarankan skema perawatan dan pengobatan dengan tanggungjawab dari perusahaan,” tegas Fahmi.

Sorotan semakin tajam ketika Fahmi mengungkap peristiwa 8 Januari 2026. Menurutnya, keluarga korban dipanggil ke perusahaan untuk menandatangani surat kesepakatan yang telah disiapkan sebelumnya.

Yang hebatnya pada tanggal 8 Januari 2026 keluarga korban dipanggil ke perusahaan diminta menandatangani sebuah surat kesepakatan bersama yang telah disiapkan sebelumnya oleh pihak perusahaan, ada rekaman pembicaraan yang terekam bahwa adanya tekanan psikologi dan mentalitas kepada keluarga korban agar surat tersebut ditandatangani tanpa dibaca secara rinci. Isi surat tersebut memuat pernyataan bahwa Kecelakaan terjadi akibat kelalaian korban dan menutup ruang tuntutan hukum di kemudian hari,” ungkap Fahmi.

Ijazah Ditahan, Status Kerja Dipertanyakan

Fahmi juga menyebut korban telah bekerja lebih dari empat tahun dan mengklaim bahwa ijazah korban ditahan pihak perusahaan tanpa tanda terima resmi. Hal ini, menurutnya, menambah panjang daftar persoalan ketenagakerjaan yang perlu diselidiki.

Fahmi mengaku telah menghubungi Rojali, General Manager PT Afresh Indonesia. Dalam keterangannya, Rojali menyebut korban akan tetap bekerja setelah pulih. Namun, saat ditanya soal nasib manajemen dan potensi PHK massal pasca take over Maret 2026, Fahmi mengatakan pihak perusahaan tidak mampu memberikan jawaban pasti.

Fahmi menilai, rentetan dugaan skandal ini berpotensi menggerus kepercayaan publik dan investor terhadap Cham Resto Indonesia Tbk.

Perusahaan induk PT.Afresh Indonesia yaitu Cham Resto Indonesia Tbk yang sudah Go Public di Bursa Efek Indonesia akan berimbas pada kepercayaan publik terhadap saham mereka,bisa jadi skandal anak perusahaan Cham Resto Indonesia Tbk ini membuat saham Anjlok kelevel terendah sebelum Take Over Akuisisi terjadi,” katanya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Afresh Indonesia dan manajemen Cham Resto Indonesia Tbk belum memberikan keterangan resmi terkait seluruh tudingan tersebut.

  • Penulis: Eli/Tim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi kawasan sekitar proyek JBC Jambi saat hujan deras yang diduga menyebabkan limpahan air ke permukiman warga.

    JBC Jambi Dikecam: Ambisi Bisnis Diduga Abaikan Hak Hidup Nyaman Warga

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | JAMBI – Kemegahan proyek Jambi Business Center (JBC) di kawasan Jalan Kapten Pattimura, Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru, kembali menjadi sorotan publik. Proyek bernilai triliunan rupiah yang diproyeksikan sebagai pusat bisnis modern terbesar di Kota Jambi itu kini justru memunculkan persoalan serius yang dirasakan langsung masyarakat sekitar. Setiap kali hujan deras mengguyur […]

  • 51 Keluarga Nikmati Rumah Baru dari Gubernur Al Haris

    51 Keluarga Nikmati Rumah Baru dari Gubernur Al Haris

    • 0Komentar

    📰 Pro Jambi Tangguh Hadir di Tanjab Timur, 51 Keluarga Nikmati Rumah Baru dari Gubernur Al Haris NEWS PUBLIK, Muara Sabak (Diskominfo Provinsi Jambi) – Sebanyak 51 keluarga di Kabupaten Tanjung Jabung Timur kini memiliki rumah layak huni melalui program Bedah Rumah Pro Jambi Tangguh. Bantuan senilai total Rp1,02 miliar ini diserahkan langsung oleh Gubernur […]

  • Ikatan Pemuda Karya (IPK) Labusel Genap 57 Tahun, Bupati Fery Serukan Sinergi dan Kebersamaan

    Ikatan Pemuda Karya (IPK) Labusel Genap 57 Tahun, Bupati Fery Serukan Sinergi dan Kebersamaan

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | LABUHANBATU SELATAN – Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Labuhanbatu Selatan memasuki usia ke-57 tahun. Di tengah momentum tersebut, Bupati Labusel Fery Sahputra Simatupang, S.H., mendorong organisasi kepemudaan tidak hanya menjaga soliditas internal, tetapi juga mengambil peran nyata dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah. Pesan itu disampaikan Fery saat menghadiri peringatan Hari Ulang […]

  • Wabup Labusel Syahdian Purba Siboro Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

    Wabup Labusel Syahdian Purba Siboro Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | LABUSEL – Wakil Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Syahdian Purba Siboro, memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Labuhanbatu Selatan, Sosopan, Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Senin (1/6/2026). Upacara berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN), personel TNI-Polri, serta […]

  • Gubernur Al Haris membuka Rakernas ADPMET 2026 di Jambi

    Buka Rakernas ADPMET 2026, Gubernur Al Haris Dorong Kilang Mini dan Keadilan Fiskal Daerah Penghasil Migas

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | JAMBI – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Daerah Penghasil Migas dan Energi Terbarukan (ADPMET) Tahun 2026 yang digelar di Swissbell Hotel Jambi, Kamis pagi (07/05/2026). Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum ADPMET, Al Haris menyerukan pentingnya keadilan fiskal bagi daerah penghasil minyak […]

  • Pemberdayaan Desa: Dari Regulasi ke Realisasi Menuju Indonesia Emas 2045

    Pemberdayaan Desa: Dari Regulasi ke Realisasi Menuju Indonesia Emas 2045

    • 0Komentar

    Pemberdayaan Desa: Dari Regulasi ke Realisasi Menuju Indonesia Emas 2045 Oleh: Yulfi Alfikri Noer S.IP., M. AP————————————–Akademisi UIN STS Jambi Saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo pernah menegaskan bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa. Pernyataan tersebut adalah, kalau desa bergerak, Indonesia pasti maju. Hal ini mencerminkan arah kebijakan pembangunan nasional yang berpihak […]

expand_less