Diduga Sopir Mengantuk, Truk Batu Bara Hantam Mobil Box hingga Tabrak Truk CPO, MPLLBB Soroti Keselamatan Jalan
- account_circle Eli/Tim
- calendar_month 15 jam yang lalu
- visibility 12

NEWS PUBLIK | PALEMBANG – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan angkutan batu bara kembali terjadi. Kali ini insiden terjadi di kawasan Simpang Palembang, dekat Rumah Makan Batanghari, pada Jumat (06/03/2026) sekitar pukul 05.40 WIB.
Peristiwa tersebut melibatkan satu unit mobil angkutan batu bara, satu mobil box, dan satu mobil tangki pengangkut CPO.
Berdasarkan informasi di lapangan, kecelakaan bermula ketika mobil box yang mengalami kerusakan berhenti di bahu jalan. Kendaraan tersebut hanya diberi penanda seadanya menggunakan daun dan ranting, sehingga kurang terlihat oleh kendaraan lain yang melintas.
Diduga, sopir truk batu bara yang melaju dari arah belakang dalam kondisi mengantuk tidak menyadari keberadaan mobil box tersebut hingga jarak sudah terlalu dekat.
Sopir Banting Setir, Truk CPO dari Arah Berlawanan Tak Terhindarkan
Kaget melihat kendaraan di depannya, sopir truk batu bara spontan membanting setir ke arah kanan untuk menghindari tabrakan langsung.
Namun pada saat bersamaan, sebuah mobil tangki CPO datang dari arah berlawanan, sehingga benturan pun tidak dapat dihindari.
Akibatnya, ketiga kendaraan mengalami kerusakan cukup parah dan sempat menimbulkan kemacetan di jalur tersebut, terutama karena kejadian berlangsung pada jam aktivitas kendaraan angkutan mulai meningkat.
MPLLBB Turun ke Lokasi, Bantu Amankan Situasi
Mengetahui adanya kecelakaan tersebut, pengurus inti Masyarakat Peduli Lalu Lintas Batu Bara (MPLLBB) langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.
Mereka tidak hanya melakukan pengecekan dan investigasi awal, tetapi juga membantu mengamankan situasi lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan panjang.
Sekretaris Umum MPLLBB, Mulyadi, mengatakan pihaknya bersyukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Kami sangat bersyukur bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya luka ringan, namun kerusakan kendaraan cukup parah,” ujar Mulyadi.
MPLLBB Ingatkan Bahaya Sopir Mengantuk
Mulyadi menegaskan bahwa kecelakaan tersebut menjadi peringatan serius terkait keselamatan berkendara, khususnya bagi pengemudi kendaraan berat seperti angkutan batu bara.
Menurutnya, faktor kelelahan dan mengantuk masih sering menjadi pemicu kecelakaan di jalan raya.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengemudi, terutama sopir mobil batu bara, agar selalu waspada dan tidak memaksakan diri mengemudi saat mengantuk,” tegasnya.
MPLLBB juga meminta aparat terkait untuk meningkatkan pengawasan dan penegakan aturan terhadap kendaraan angkutan, terutama yang beroperasi pada jalur padat.
Ketua MPLLBB: Perlu Pengawasan dan Perbaikan Infrastruktur
Sementara itu, Ketua MPLLBB Susana Wati menilai kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak.
Ia menekankan pentingnya peningkatan pengawasan lalu lintas serta perbaikan infrastruktur jalan guna meminimalkan risiko kecelakaan di jalur yang dilalui kendaraan berat.
“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih berhati-hati di jalan. Kami berharap pemerintah dan pihak berwenang meningkatkan pengawasan serta memperbaiki infrastruktur agar kecelakaan bisa diminimalisir,” kata Susana Wati.
Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko kecelakaan yang melibatkan kendaraan angkutan berat, khususnya pada jam-jam rawan seperti dini hari hingga pagi hari ketika pengemudi mulai mengalami kelelahan.
Hingga berita ini diturunkan investagi lebih lanjut masih terus dilakukan.
- Penulis: Eli/Tim



