Gerdal Penggerek Batang Padi Serentak Digelar, Karawang Jadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan
- account_circle M. Novicho
- calendar_month 23 jam yang lalu
- visibility 77

NEWS PUBLIK | Karawang — Gerdal Penggerek Batang Padi serentak digelar besar-besaran di Kabupaten Karawang sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini diinisiasi oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan), dan dipusatkan di Desa Sukamakmur, Kecamatan Rawamerta, Selasa (21/4/2026).
Gerdal Penggerek Batang Padi serentak ini tidak hanya berlangsung di Karawang, tetapi juga dilaksanakan secara masif di 10 provinsi utama penghasil padi sawah nasional, mencakup 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat serta 30 kecamatan di Kabupaten Karawang.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam strategi nasional menghadapi ancaman hama yang berpotensi menurunkan produktivitas padi, sekaligus menjaga stabilitas produksi beras di tengah tantangan sektor pertanian.
Gerdal Penggerek Batang Padi Serentak Jadi Strategi Kunci Ketahanan Pangan
Dalam sambutannya, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Rachmat, menegaskan bahwa pengendalian hama merupakan faktor krusial dalam keberhasilan panen.
Menurutnya, Gerdal Penggerek Batang Padi serentak harus menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi pemantik kesadaran petani untuk melakukan pengendalian secara mandiri.
“Gerakan yang dimulai hari ini diharapkan akan menjadi pemantik bagi para petani untuk terus melakukan pengendalian secara mandiri dengan pendampingan berkelanjutan dari PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan),” ujar Rachmat.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini akan terus berlanjut di tingkat lapangan. Para petani akan mendapatkan pendampingan teknis secara intensif guna memastikan ancaman hama penggerek batang padi dapat ditekan sejak dini.
“Kita berikhtiar mulai dari persemaian agar panen berhasil dengan baik. Mari kita kompak menjaga tanaman dari hama dan penyakit untuk menyongsong tahun 2026 sebagai tahun swasembada beras berkelanjutan,” tambahnya.

Karawang Tunjukkan Kinerja Produksi Padi yang Menggembirakan
Kepercayaan menjadikan Karawang sebagai tuan rumah Gerdal Penggerek Batang Padi serentak tidak lepas dari perannya sebagai salah satu lumbung padi nasional.
Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Rohman, mengungkapkan bahwa capaian produksi padi di wilayahnya menunjukkan tren positif.
Pada tahun 2025, realisasi produksi padi sawah di Kabupaten Karawang mencapai 1,43 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Angka ini melampaui target awal sebesar 1,41 juta ton GKG.
Dengan demikian, terdapat kelebihan produksi sebesar 53 ribu ton atau sekitar 0,39 persen dari target yang telah ditetapkan.
Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa Karawang memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat posisinya sebagai daerah strategis di sektor pertanian.
Petani Diminta Kompak Tanam Serentak Tekan Pergerakan Hama
Lebih lanjut, Rohman menegaskan bahwa Gerdal Penggerek Batang Padi serentak bukan sekadar agenda formalitas, melainkan langkah konkret dalam memutus siklus hidup hama.
Ia menyoroti pentingnya pola tanam serentak sebagai strategi efektif dalam mengendalikan penyebaran hama di lahan pertanian.
“Gerdal hari ini bukanlah sekadar seremonial. Ini adalah respons cepat dan upaya nyata kita memutus siklus hidup hama. Kami mohon kepada para petani, kalau tanam padi bisa serentak. Kalau tidak serentak, seperti hari ini, hama akan berpindah-pindah,” jelasnya.
Menurutnya, pergerakan hama yang tidak terkendali dapat terjadi apabila terdapat perbedaan waktu tanam antar lahan. Kondisi ini memungkinkan hama seperti penggerek batang padi berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, sehingga sulit dikendalikan.
Oleh karena itu, sinergi antara petani, pemerintah daerah, dan tenaga pendamping seperti PPL dan POPT menjadi kunci utama dalam menekan serangan hama secara efektif.

Langkah Nyata Menuju Swasembada Beras Berkelanjutan 2026
Pelaksanaan Gerdal Penggerek Batang Padi serentak di Karawang menjadi bagian dari upaya nasional dalam menyongsong target swasembada beras berkelanjutan pada tahun 2026.
Melalui pendekatan kolaboratif dan pengendalian hama yang sistematis, pemerintah optimistis produksi padi nasional dapat tetap terjaga meskipun menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim dan serangan organisme pengganggu tanaman.
Dengan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga petani di tingkat lapangan, diharapkan ancaman hama dapat ditekan secara signifikan.
Gerdal ini juga menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian Indonesia, sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat secara berkelanjutan.
- Penulis: M. Novicho
