Mitigasi Kekeringan 2026: Langkah Tegas Wako Alfin Jaga Pertanian
- account_circle Raflis
- calendar_month Sel, 21 Apr 2026
- visibility 58

NEWS PUBLIK | JAKARTA— Mitigasi Kekeringan 2026 menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah. Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menunjukkan komitmen tegas dalam menjaga sektor pertanian dengan menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) mitigasi kekeringan lahan pertanian yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Jakarta Selatan, Senin (20/4/2026).
Kegiatan strategis ini digelar sebagai respons atas proyeksi potensi kekeringan ekstrem pada tahun 2026 yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Ancaman tersebut dinilai dapat berdampak signifikan terhadap sektor pertanian nasional jika tidak diantisipasi secara matang sejak dini.
Rakornas ini sekaligus menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks.
Strategi Mitigasi Kekeringan 2026 Jadi Prioritas Nasional
Dalam Rakornas tersebut, pemerintah bersama para kepala daerah membahas berbagai strategi Mitigasi Kekeringan 2026 guna meminimalkan dampak terhadap lahan pertanian.
Sejumlah langkah konkret yang menjadi fokus pembahasan antara lain:
- Peningkatan fungsi dan optimalisasi jaringan irigasi pertanian
- Pemanfaatan sumber air alternatif untuk mendukung kebutuhan irigasi
- Penyusunan program prioritas berbasis kebutuhan dan karakteristik daerah
Langkah-langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas produksi pangan, khususnya dalam menghadapi potensi musim kering berkepanjangan.
Dengan pendekatan berbasis data dan kebutuhan daerah, pemerintah berharap upaya mitigasi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Komitmen Wako Alfin: Jaga Produktivitas Pertanian Daerah
Kehadiran Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, dalam forum nasional tersebut menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung agenda besar Mitigasi Kekeringan 2026.
Sektor pertanian sendiri merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Sungai Penuh, sehingga menjaga produktivitasnya menjadi prioritas utama.
Alfin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi ancaman kekeringan.
“Pemkot Sungai Penuh siap mendukung dan bersinergi dalam upaya mitigasi kekeringan, sehingga produksi pertanian tetap terjaga,” tegasnya.
Menurutnya, tanpa sinergi yang kuat, upaya mitigasi tidak akan berjalan maksimal. Oleh karena itu, koordinasi berkelanjutan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Kolaborasi Pusat dan Daerah Jadi Kunci Mitigasi Kekeringan 2026
Rakornas ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi ancaman kekeringan yang diprediksi terjadi pada 2026.
Selain itu, forum ini juga menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi, strategi, serta langkah teknis di lapangan agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara terintegrasi.
Dengan adanya kolaborasi yang solid, pemerintah optimistis sektor pertanian nasional tetap mampu bertahan, bahkan berkembang di tengah tekanan perubahan iklim global.
Ke depan, hasil Rakornas ini akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan program prioritas, baik di tingkat nasional maupun daerah.
- Penulis: Raflis
