Breaking News
light_mode
Trending Tags

Terbongkar! Aksi FSBJ di BPK Jambi Soroti Dugaan Kejanggalan Proyek Batching Plant Rp15,5 Miliar

  • account_circle Eli/Tim
  • calendar_month 23 jam yang lalu
  • visibility 91

Terbongkar! Aksi FSBJ di BPK Jambi Soroti Dugaan Kejanggalan Proyek Batching Plant Rp15,5 Miliar

NEWS PUBLIK | Jambi — Aksi FSBJ di BPK Jambi terkait dugaan proyek batching plant mengguncang perhatian publik setelah Federasi Serikat Buruh Jurnalis (FSBJ) menggelar aksi damai di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jambi, Selasa (21/4/2026).

Aksi FSBJ di BPK Jambi terkait dugaan proyek batching plant ini dipimpin langsung oleh Ketua FSBJ, Doner Gultom, sebagai bentuk penyampaian aspirasi sekaligus desakan atas sejumlah kejanggalan yang ditemukan dalam proyek pembangunan batching plant milik PT Adhipati Bangun Nagara.

Dalam orasinya, Doner mengungkap bahwa proyek tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp15,5 miliar dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender. Proyek ini berada di bawah pengawasan Satker PJN Wilayah I BPJN IV Jambi serta melibatkan sejumlah konsultan pengawas.

Aksi FSBJ di BPK Jambi Terkait Dugaan Proyek Batching Plant, Soroti Lokasi hingga Administrasi

Dalam aksi FSBJ di BPK Jambi terkait dugaan proyek batching plant, pihaknya mengungkap sejumlah indikasi kejanggalan sejak awal pelaksanaan proyek.

Salah satu sorotan utama adalah keberadaan batching plant yang sebelumnya disebut tidak berada di lokasi proyek. Fasilitas tersebut awalnya disebut berada di kawasan Pal 10, sekitar 20 kilometer dari lokasi proyek di Talang Duku, Simpang III, Desa Kemingking Dalam.

Namun, belakangan batching plant tersebut justru didirikan di area proyek, sehingga memunculkan tanda tanya besar di kalangan FSBJ.

Ini menjadi perhatian kami, ada apa sebenarnya dengan proyek ini. Kami menduga ada sejumlah pelanggaran yang perlu ditindaklanjuti secara serius,” tegas Doner Gultom dalam orasinya.

Selain itu, FSBJ juga mempertanyakan berbagai aspek teknis dan administratif. Mulai dari dugaan ketidaksesuaian standar operasional batching plant, tidak adanya papan informasi proyek yang lengkap, hingga dugaan penggunaan material tanpa bukti administrasi yang jelas.

Soroti Lingkungan dan Hak Pekerja, FSBJ Desak Audit Menyeluruh

Aksi FSBJ di BPK Jambi terkait dugaan proyek batching plant juga menyoroti aspek lingkungan dan ketenagakerjaan yang dinilai bermasalah.

FSBJ mengungkap dugaan penggunaan tanah timbunan tanpa izin resmi yang berpotensi merusak lingkungan. Selain itu, mereka juga menyoroti indikasi tidak terpenuhinya kewajiban perusahaan terhadap tenaga kerja.

Beberapa poin yang disorot antara lain dugaan tidak adanya jaminan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja serta belum terpenuhinya standar keselamatan kerja atau K3.

Tak hanya itu, FSBJ juga menyinggung rekam jejak perusahaan yang diduga pernah terlibat dalam kasus hukum pada proyek sebelumnya. Hal ini memicu pertanyaan terkait proses penunjukan serta pengawasan proyek oleh instansi terkait.

Dengan berbagai temuan tersebut, FSBJ yang mengaku memiliki 185 media anggota di Provinsi Jambi mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap PT Adhipati Bangun Nagara.

Audit yang diminta mencakup aliran keuangan perusahaan, peran konsultan pengawas, hingga keterlibatan dinas terkait dalam proyek tersebut.

FSBJ juga memberikan peringatan tegas bahwa apabila tuntutan tersebut tidak ditindaklanjuti, mereka akan kembali menggelar aksi lanjutan serta mengangkat persoalan ini secara masif di berbagai media.

BPK Jambi Respons Aspirasi, Tegaskan Independensi Audit

Menanggapi aksi FSBJ di BPK Jambi terkait dugaan proyek batching plant, pihak BPK RI Perwakilan Jambi melalui Kasubag Hukum, Adityari, menyatakan bahwa aspirasi tersebut telah diterima.

Aksi ini menjadi salah satu masukan bagi kami dalam menentukan objek pemeriksaan. Kami berterima kasih karena ini juga menjadi tambahan data awal sebelum kami melakukan audit,” ujar Adityari.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa dalam menentukan objek pemeriksaan, BPK memiliki independensi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Selain itu, terdapat sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan, termasuk dampak terhadap laporan keuangan serta besaran anggaran yang terlibat dalam suatu proyek.

Lebih baik lagi jika ada data tambahan yang bisa memperkuat laporan tersebut,” tambahnya.

Aksi damai tersebut berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Kegiatan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek-proyek pembangunan di Provinsi Jambi.

  • Penulis: Eli/Tim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Langkah Berani PTPN IV, Sulap Bangunan Tak Terpakai Jadi Pabrik Kopi Kelas Dunia

    Langkah Berani PTPN IV, Sulap Bangunan Tak Terpakai Jadi Pabrik Kopi Kelas Dunia

    • 0Komentar

    📰 Transformasi Hijau, PTPN IV Regional 4 Manfaatkan Aset Bekas Rumah Sakit Jadi Pabrik Kopi Berkelas Ekspor NEWS PUBLIK, Kerinci – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Regional 4 Jambi–Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya terhadap program hilirisasi komoditas unggulan nasional. Kali ini, perusahaan pelat merah tersebut mengonversi bekas bangunan rumah sakit di kawasan Kayu Aro, Kabupaten […]

  • Menjaga Objektivitas Hukum: Tidak Tepat Menarik Gubernur dalam Perkara DAK Disdik Jambi

    Menjaga Objektivitas Hukum: Tidak Tepat Menarik Gubernur dalam Perkara DAK Disdik Jambi

    • 1Komentar

    Opini Hukum oleh: ELAS ANRA DERMAWAN, SH Kuasa Hukum Wawan Setiawan Terdakwa dalam Perkara Dugaan Penyalahgunaan Dana DAK Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Belakangan ini beredar di ruang publik potongan tulisan yang memuat narasi percakapan antara beberapa pihak dengan penyebutan angka-angka tertentu. Potongan tulisan tersebut kemudian berkembang menjadi berbagai tafsir di tengah masyarakat dan memunculkan spekulasi […]

  • 8 Bulan Lawan Tumor Ganas, Armei Tambunan Terpuruk dan Butuh Uluran Tangan

    8 Bulan Lawan Tumor Ganas, Armei Tambunan Terpuruk dan Butuh Uluran Tangan

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Labuhanbatu Selatan – Perjuangan panjang melawan penyakit ganas tengah dialami Armei Karter Tambunan (47), warga Dusun Tanjung Marulak, Desa Huta Godang, Kecamatan Sei Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Selama delapan bulan terakhir, Armei harus berjuang menghadapi tumor ganas di usus yang menggerogoti tubuhnya, di tengah keterbatasan ekonomi yang semakin menghimpit. […]

  • Kapolda Bengkulu Bersama Kapolres Kaur dan FKPD Tinjau Jalur Perbatasan serta Kesiapan Mako Jelang Ops Ketupat Nala 2026

    Kapolda Bengkulu Bersama Kapolres Kaur dan FKPD Tinjau Jalur Perbatasan serta Kesiapan Mako Jelang Ops Ketupat Nala 2026

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KAUR – Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Hari Raya Idul fitri 1447 H Ops Ketupat Nala 2026 Irjen. Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si. selaku Kapolda Bengkulu melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah hukum Polres Kaur, Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi Pejabat Utama Polda Bengkulu, Kapolres Kaur, serta Forum Koordinasi […]

  • Kapolres Labusel Pimpin Sertijab Wakapolres dan Kapolsek Silangkitang

    Kapolres Labusel Pimpin Sertijab Wakapolres dan Kapolsek Silangkitang

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, LABUSEL – Kapolres Labuhanbatu Selatan AKBP Aditya S.P. Sembiring Muham, S.I.K., memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) Wakapolres Labuhanbatu Selatan dan Kapolsek Silangkitang di Lapangan Tribrata Polres Labuhanbatu Selatan,Sumatera Utara, Selasa (20/1/2026). Upacara sertijab yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri para pejabat utama (PJU) Polres Labuhanbatu Selatan, personel Polres dan Polsek jajaran, serta […]

  • Safari Ramadhan dan Tarawih Keliling di Kecamatan Pedes

    Safari Ramadhan dan Tarawih Keliling di Kecamatan Pedes

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Karawang – Wakil Bupati Karawang, H. Maslani menghadiri kegiatan Safari Ramadhan Tarawih Keliling di Masjid Darussalam, Desa Karangjaya, Kecamatan Pedes, pada Selasa (24/2/2026). Dalam sambutannya, Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong masyarakat Kecamatan Pedes. “Membangun Karawang tidak bisa hanya oleh pemerintah saja, harus bersama-sama. Seperti shalat berjamaah, kalau imamnya sudah […]

expand_less