Gubenur Al Haris Peringatkan Pelajar Bungo: Jangan Terjebak Judi Online dan Radikalisme
- account_circle GR
- calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
- print Cetak

Radikalisme dan Konten Negatif Jadi Ancaman di Dunia Digital
Selain judi online, Al Haris menyoroti derasnya paparan media elektronik terhadap anak-anak.
Menurutnya, perkembangan teknologi membuat pelajar semakin mudah mengakses berbagai informasi, termasuk konten negatif yang berpotensi memengaruhi cara berpikir.
Ia bahkan menyebut pihaknya menemukan adanya pelajar yang terpengaruh situs-situs radikal.
Al Haris mencontohkan kasus seorang mahasiswa yang kuliah di luar daerah dan kemudian terlibat dalam aksi pembakaran kantor kepolisian akibat pemahaman yang dinilai keliru terhadap paham tertentu.
“Jangan sampai nanti anak-anak memiliki paham jihad yang salah. Ini bahaya sekali,” kata Al Haris.
Karena itu, ia meminta pelajar lebih kritis terhadap informasi yang beredar di internet. Hoaks, propaganda dan konten yang bertentangan dengan nilai Pancasila harus dihindari.
Narkoba dan Bullying Ikut Mengintai
Ancaman lain yang menjadi perhatian adalah narkoba dan perundungan atau bullying.
Al Haris menyebut kondisi di lembaga pemasyarakatan anak menunjukkan bahwa narkoba menjadi salah satu persoalan yang banyak menyeret anak berhadapan dengan hukum.
Sementara dalam persoalan bullying, ia menyampaikan data nasional yang menyebut sekitar 57 persen sekolah di Indonesia masih mengalami kasus perundungan.
Dampaknya tidak ringan. Korban bullying dapat mengalami tekanan hingga merasa tidak nyaman dan bahkan enggan kembali ke sekolah.
Karena itu, lingkungan pendidikan diminta tidak menormalisasi perundungan dalam bentuk apa pun.
Di hadapan para pelajar, Al Haris kemudian menyampaikan pesan yang menurutnya menjadi kunci untuk menjaga masa depan.
“Anak-anakku, kalau bisa menjaga diri dengan baik, tidak terlibat narkoba, tidak judi online, tidak radikal, anak-anak sudah punya masa depan 60%. Sisanya 40% tinggal perjuangan dan doa,” ucapnya.
Ia meminta pelajar menjadikan pendidikan sebagai prioritas.
“Utamakan pendidikan. Pendidikan adalah jalan untuk mencapai masa depan. Jangan pernah berhenti belajar. Gunakan masa muda untuk menuntut ilmu, mengembangkan potensi, dan membangun karakter,” pesannya.
- Penulis: GR










