Breaking News
light_mode
Trending Tags

Hak Ditahan? Nasabah Mengamuk, BPJS Ketenagakerjaan Dituding Persulit Pencairan!

  • account_circle Eli/Tim
  • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
  • visibility 132

Hak Ditahan? Nasabah Mengamuk, BPJS Ketenagakerjaan Dituding Persulit Pencairan!

NEWS PUBLIK | Jambi – Kekecewaan mendalam disampaikan salah seorang nasabah BPJS Ketenagakerjaan berinisial LN yang merasa dipersulit saat hendak mencairkan haknya.

Dalam pernyataannya, nasabah tersebut mengaku sudah beberapa hari mendatangi kantor BPJS Ketenagakerjaan, namun proses pencairan tak kunjung membuahkan hasil.

Saya sudah berapa hari datang, tapi tidak ada hasilnya. Petugas hanya bilang, ‘Besok bapak datang lagi,’” ujarnya dengan nada kesal.

Menurutnya, perlakuan yang ia terima sangat kontras dibandingkan saat pembayaran iuran. Ia mengaku saat menunggak, pihak BPJS begitu aktif melakukan penagihan.

Kalau kita belum bayar, kita dikejar-kejar sampai ke rumah. Tapi giliran kita minta hak kita, malah dipersulit,” tegasnya.

Pembatasan Pencairan Dipertanyakan

Yang menjadi sorotan, nasabah tersebut mempertanyakan kebijakan pembatasan jumlah pencairan dana per hari. Ia menilai kebijakan itu tidak transparan dan menimbulkan kecurigaan di tengah peserta.

Kenapa dibatasi yang mencairkan per hari? BPJS punya uang untuk bayar atau tidak?” katanya.

Pertanyaan tersebut mencerminkan keresahan yang lebih luas. Sebagai lembaga yang mengelola dana jaminan sosial pekerja, BPJS Ketenagakerjaan seharusnya menjamin kemudahan akses atas hak peserta, bukan justru menimbulkan hambatan administratif yang berlarut-larut.

Nasabah itu juga menegaskan bahwa dirinya bukan orang yang memiliki waktu luang untuk bolak-balik tanpa kepastian.

Kami ini bukan pengangguran, bisa setiap hari datang ke BPJS,” ucapnya.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran frustrasi peserta yang merasa waktunya tidak dihargai. Pelayanan publik yang ideal semestinya memberikan kepastian waktu, prosedur yang jelas, dan solusi konkret, bukan sekadar janji untuk kembali keesokan hari.

Transparansi dan Akuntabilitas Dipertaruhkan

Sebagai badan publik yang mengelola dana miliaran hingga triliunan rupiah milik pekerja Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan dituntut menjunjung tinggi transparansi dan akuntabilitas.

Jika benar terjadi pembatasan pencairan harian tanpa penjelasan memadai, maka hal tersebut perlu diklarifikasi secara terbuka agar tidak memicu spekulasi liar di masyarakat.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari BPJS Ketenagakerjaan. News Publik membuka ruang hak jawab kepada pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan klarifikasi atas keluhan nasabah ini, sekaligus menjelaskan secara rinci prosedur dan alasan kebijakan pembatasan pencairan dana.

  • Penulis: Eli/Tim

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semen Baturaja Kini Tangani Wilayah Jambi, Gubernur Al Haris Dorong Promosi dan Dukungan Infrastruktur

    Semen Baturaja Kini Tangani Wilayah Jambi, Gubernur Al Haris Dorong Promosi dan Dukungan Infrastruktur

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menerima audiensi jajaran pimpinan dan direksi PT. Semen Baturaja di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin (24/11/2025) pagi. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Al Haris turut didampingi Kadis ESDM Provinsi Jambi Tandry Adi Negara, Kepala Biro Ekonomi, serta Kepala Biro Pemerintahan Setda […]

  • Gubernur Al Haris: Ramadhan Momentum Mempererat Persatuan dan Kesatuan

    Gubernur Al Haris: Ramadhan Momentum Mempererat Persatuan dan Kesatuan

    • 0Komentar

    Sungai Penuh (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi Al Haris kembali melaksanakan Safari Ramadhan dengan mengunjungi Masjid Jami Kumun yang berlokasi di Kota Sungai Penuh, Rabu (5/3/2025) malam. Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Al Haris mengajak warga Sungai Penuh untuk kembali menjalin silaturahmi dan kekompakan setelah melewati masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 lalu. “Safari […]

  • Sekda Karawang Tegaskan Pengelolaan Keuangan Daerah Adalah Amanat yang Harus Dipertanggungjawabkan

    Sekda Karawang Tegaskan Pengelolaan Keuangan Daerah Adalah Amanat yang Harus Dipertanggungjawabkan

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Karawang – Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., MP, mewakili Bupati Karawang, secara resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pengelolaan Keuangan Daerah bagi Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) dan Bendahara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang Tahun 2025. Acara tersebut digelar di BKPSDM Kabupaten Karawang pada Senin, 24 November 2025. Diklat ini […]

  • Seksi Penmad, Pengawas dan Kamad, Majukan Kualitas Pendidikan

    Seksi Penmad, Pengawas dan Kamad, Majukan Kualitas Pendidikan

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Pasaman Barat Sumbar – Jajaran Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, pengawas dan kepala madrasah, harus solit dan kompak majukan kualitas pendidikan di wilayah kerjanya. “Kita harus bersatu melayani masyarakat, terutama dalam urusan dunia pendidikan. Khusus pengawas, harus memotori setiap sumber daya pendidik, untuk meningkatkan kualitas kepala madrasah dan guru […]

  • Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Fungsional Di Lingkungan Pemkab OKUS Tahun 2024

    Pelantikan Dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Fungsional Di Lingkungan Pemkab OKUS Tahun 2024

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, MUARADUA – Mewakili Bupati OKU Selatan H. Popo Ali Martopo B.Comm., Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat OKU Selatan Joni Raples AP., MSi., Melantik dan Mengambilan Sumpah Jabatan Fungsional Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Selasa (24/12/2024). Mewakili Kepala BKPSDM OKU Selatan Eva Nirwana, S.Ip., M.M., melalui Sekretaris BKPSDM OKU Selatan, […]

  • MENGURAI BENANG KUSUT LAHAN TIDUR DI SUKABUMI: Antara Asa Reformasi Agraria dan Tantangan Tata Kelola

    MENGURAI BENANG KUSUT LAHAN TIDUR DI SUKABUMI: Antara Asa Reformasi Agraria dan Tantangan Tata Kelola

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | SUKABUMI – Kabupaten Sukabumi, dengan hamparan perbukitan yang hijau dan luasnya lahan perkebunan, kini tengah berada di persimpangan jalan sejarah pengelolaan tanah. Persoalan agraria, khususnya terkait status lahan eks Hak Guna Usaha (HGU), bukan sekadar masalah administrasi di atas kertas, melainkan menyentuh urat nadi kehidupan ribuan petani penggarap. Di tahun 2026 ini, […]

expand_less