Breaking News
Trending Tags

Jam Malam Kota Jambi: Respon dan Sanksi Hukum

  • account_circle Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd. (Ketua ICMI Orwil Jambi)
  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • print Cetak

Jam Malam Kota Jambi: Respon dan Sanksi Hukum

Oleh: Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd.
(Ketua ICMI Orwil Jambi)

Kota Jambi kini menjadi sorotan publik setelah pemerintah kota menerapkan aturan jam malam bagi anak dan remaja di bawah 18 tahun atau anak muda. Kebijakan ini muncul dari kekhawatiran meningkatnya aksi geng motor, tawuran pelajar, dan konvoi liar di malam hari. Namun kebijakan ini juga menimbulkan perdebatan: apakah jam malam efektif sebagai solusi moral dan sosial, atau justru mengekang kebebasan warga muda?

Memotret jam malam tentu bukan sebagai larangan semata, melainkan gerakan ketangguhan keluarga dan pembinaan moral masyarakat.

Frame Jam Malam Kota Jambi

Jam malam di Kota Jambi berlaku pukul 22.00–04.30 WIB bagi anak di bawah usia 18 tahun. Pemerintah melibatkan unsur TNI, Polri, dan Satpol PP untuk patroli dan penegakan di lapangan (Kalangan Jambi, 2025). Tujuan utama kebijakan ini adalah melindungi anak dari bahaya sosial malam hari—bukan menakut-nakuti, melainkan menumbuhkan kesadaran tanggung jawab keluarga dan masyarakat.

Namun efektivitasnya bergantung pada kolaborasi. Sebagaimana dikatakan Hidayat & Hasanah (2024, hlm. 55), kebijakan sosial yang bersentuhan dengan remaja hanya berhasil bila melibatkan pendidikan karakter keluarga dan lingkungan sosial. Maka, jam malam tidak boleh berhenti di regulasi, tetapi harus berkembang menjadi gerakan bersama pendidikan akhlak.

Jam Malam untuk Siapa?

Pertanyaan ini penting. Jam malam sejatinya tidak ditujukan untuk mengekang remaja, tetapi untuk melindungi mereka dari risiko lingkungan malam: balap liar, pergaulan bebas, dan potensi kriminalitas (Prastini, 2024, hlm. 91). Kelompok sasaran utamanya adalah pelajar dan remaja di bawah umur.

Keluarga menjadi kunci pertama. Menurut Walsh (2016, hlm. 22), ketangguhan keluarga ditandai oleh kemampuan mengatur ritme harian dan menjaga kedekatan emosional antaranggota. Maka, jam malam bisa dimaknai sebagai ritme keluarga—bukan sekadar aturan pemerintah. Orang tua perlu mendampingi, bukan menghukum; menasihati, bukan menakut-nakuti.

Lingkungan RT, masjid, dan sekolah juga memiliki peran strategis. Ketika anak-anak pulang sebelum jam 10 malam, ruang sosial diisi dengan kegiatan positif malam hari: kajian remaja, diskusi kecil, atau tugas kelompok di bawah pengawasan orang dewasa (Sari, 2022, hlm. 33). Di sinilah nilai kebersamaan menjadi fondasi.

Jam Malam: Gerakan Ketangguhan Keluarga

Kebijakan jam malam bisa menjadi momentum untuk memperkuat ketangguhan keluarga Jambi. Ketangguhan berarti kemampuan keluarga menjaga moralitas, mendidik tanggung jawab, dan menghadapi tekanan sosial. Hasil riset Rahmawati (2023, hlm. 117) menunjukkan bahwa keluarga dengan rutinitas malam yang tertata memiliki anak yang lebih stabil emosi dan minim perilaku menyimpang.

Jam malam dapat memulihkan tradisi lama masyarakat Melayu Jambi yang dulu akrab dengan “malam keluarga”: waktu bersama anak, makan malam bersama, dan doa sebelum tidur. Nilai lokal seperti adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah bisa dihidupkan kembali dalam konteks modern ini.

Efektivitas Jam Malam: Pendidikan Akhlak Masyarakat

Efektivitas kebijakan sosial diukur bukan dari seberapa banyak pelanggaran, tapi seberapa besar perubahan perilaku (Jaenudin, 2024, hlm. 14). Jam malam dapat efektif jika menjadi pemicu gerakan moral bersama. Sekolah, masjid, dan komunitas remaja perlu membuka ruang aktivitas positif malam hari.

Penelitian di Purwakarta (Jaenudin dkk., 2024, hlm. 27) menunjukkan bahwa jam malam disertai kegiatan keagamaan dan edukatif mampu menurunkan 40% pelanggaran remaja di jalanan. Artinya, jam malam berhasil bila dibarengi edukasi akhlak, bukan semata razia.

Respon Jam Malam dan Tindakan Hukum

Pemerintah Kota Jambi menegaskan, jam malam bukan ancaman pidana, melainkan bentuk perlindungan anak. Pelanggar tidak langsung dipidana, tetapi diarahkan ke pembinaan dan pemanggilan orang tua (Matajambi.com, 2025). Ini sejalan dengan prinsip restorative justice dan hak anak sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Anak No. 35 Tahun 2014.

Dalam konteks hukum daerah, Peraturan Walikota Jambi No. 21 Tahun 2020 mengatur jam operasional malam serta sanksi administratif bagi pelanggaran. Sanksi tersebut bisa berupa denda, teguran, atau pembinaan sosial (Legalitas, 2023, hlm. 44).

Namun perlu diingat, pendekatan represif tanpa edukasi berpotensi menimbulkan resistensi sosial. Maka, setiap tindakan hukum harus diiringi pembinaan moral secara manusiawi. Sebagaimana dinyatakan oleh Thamariska (2023, hlm. 66), “keadilan substantif lahir ketika penegakan hukum berorientasi pada kemanusiaan, bukan sekadar teks hukum.”

Penutup

Kebijakan jam malam di Kota Jambi hendaknya dibaca sebagai gerakan moral kolektif. Ia mengajak masyarakat untuk menata kembali ritme sosial malam hari: menenangkan kota, menguatkan keluarga, dan menanamkan akhlak remaja.

Jika dilaksanakan dengan pendekatan humanis, partisipatif, dan berbasis edukasi, jam malam bukanlah ancaman kebebasan, melainkan ruang aman bagi tumbuhnya generasi berkarakter. Dengan kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan keluarga, Kota Jambi dapat menjadi model “kota beradab di malam hari”—tempat di mana hukum, akhlak, dan kasih sayang berjalan seiring.

Referensi

1. Hidayat, R., & Hasanah, N. (2024). Pendidikan Akhlak Masyarakat Modern. Jakarta: Prenada Media.

2. Jaenudin, E. (2024). Implementasi Kebijakan Jam Malam bagi Peserta Didik. Bandung: UPI Press.

3. Prastini, E. (2024). Character Building Policy in Urban Youth Culture. Yogyakarta: Deepublish.

4. Rahmawati, D. (2023). Ketangguhan Keluarga di Era Urban Digital. Surabaya: Airlangga Press.

5. Walsh, F. (2016). Strengthening Family Resilience. New York: Guilford Press.

6. Sari, M. (2022). “Implementasi Kebijakan Jam Malam di Purwakarta.” Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 9(1), 30–45.

7. Thamariska, N. (2023). “Persamaan di Hadapan Hukum dalam Konteks Daerah.” Jurnal Legalitas, 12(2), 60–75.

8. Kalangan Jambi. (2025). “Pemkot Jambi Terapkan Aturan Jam Malam Anak.” Kalangan Jambi Online, 20 Oktober 2025.

9. Matajambi.com. (2025). “Gerak Cepat Razia Pelajar Demi Cegah Tawuran.” Matajambi.com, 21 Oktober 2025.

10. Legalitas. (2023). “Kebijakan Hukum Administratif di Pemerintahan Daerah.” Jurnal Hukum, 11(2), 40–52.

11. Nurhalimah, L. (2023). Etika Sosial di Era Milenial. Jakarta: Rajawali Pers.

12. Hasan, R. (2023). Restorative Justice dalam Perlindungan Anak. Bandung: Refika Aditama.

13. Mahfud, M. (2024). Filsafat Hukum dan Keadilan Sosial. Yogyakarta: UGM Press.

14. Syafri, M. (2023). Sosiologi Perkotaan dan Keluarga. Jambi: Unja Press.

15. Yuliani, F. (2024). Pendidikan Karakter dan Ketahanan Moral Remaja. Malang: UMM Press.

  • Penulis: Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd. (Ketua ICMI Orwil Jambi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sekda Sudirman: Pemprov Jambi Laksanakan Inpres Nomor 1 Tahun 2025

    Sekda Sudirman: Pemprov Jambi Laksanakan Inpres Nomor 1 Tahun 2025

    • 0Komentar

    Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH., MH., menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi siap melaksanakan Intsruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 terkait Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025. Hal tersebut disampaikan Sekda dalam Upacara Peningkatan […]

  • Tinjau SPPG di Pemayung, Gubernur Al Haris Minta Beli Bahan Pokok di Jambi Agar Perputaran Ekonomi Semakin Meningkat

    Tinjau SPPG di Pemayung, Gubernur Al Haris Minta Beli Bahan Pokok di Jambi Agar Perputaran Ekonomi Semakin Meningkat

    • 0Komentar

    📰 Tinjau SPPG Pemayung, Al Haris Minta Gunakan Bahan Pokok Lokal NEWS PUBLIK, Pemayung (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH, menegaskan komitmennya menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Hal itu ia sampaikan saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang […]

  • Kapolda Bengkulu Bersama Kapolres Kaur dan FKPD Tinjau Jalur Perbatasan serta Kesiapan Mako Jelang Ops Ketupat Nala 2026

    Kapolda Bengkulu Bersama Kapolres Kaur dan FKPD Tinjau Jalur Perbatasan serta Kesiapan Mako Jelang Ops Ketupat Nala 2026

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KAUR – Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan balik Hari Raya Idul fitri 1447 H Ops Ketupat Nala 2026 Irjen. Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si. selaku Kapolda Bengkulu melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah hukum Polres Kaur, Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi Pejabat Utama Polda Bengkulu, Kapolres Kaur, serta Forum Koordinasi […]

  • Komisi I Dan III DPRD Terima Audensi Ormas DPD GMPI Karawang

    Komisi I Dan III DPRD Terima Audensi Ormas DPD GMPI Karawang

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, KARAWANG – Komisi I dan Komisi III DPRD Kabupaten Karawang menerima audiensi dari Organisasi Masyarakat DPD Gerakan Mahasiswa Peduli Indonesia (GMPI) Kabupaten Karawang pada Jumat, 9 Januari 2026. Audiensi tersebut secara khusus membahas persoalan perizinan serta kejelasan peruntukan usaha PT Wijaya Inovasi Bersama yang dinilai belum transparan dan berpotensi melanggar ketentuan tata ruang. […]

  • Hadiri Sertijab, Gubernur Al Haris Tekankan Pembangunan di Kabupaten Merangin

    Hadiri Sertijab, Gubernur Al Haris Tekankan Pembangunan di Kabupaten Merangin

    • 0Komentar

    Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menghadiri Serah Terima Jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Merangin periode 2025–2030, di Aula kantor Bupati Merangin, Selasa (4/3/2025).  Acara ini menandai pergantian kepemimpinan dari Penjabat (Pj) Bupati Jangcik Mohza ke Bupati dan wakil Bupati masa jabatan 2025-2030, H. M Syukur – Drs H. Abdul Khafied Moein. […]

  • Bupati Hurmin Launching Gerai Z Ifthar Ramadhan Baznas Sarolangun

    Bupati Hurmin Launching Gerai Z Ifthar Ramadhan Baznas Sarolangun

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Sarolangun – Bupati Sarolangun H. Hurmin secara resmi melaunching Gerai Z Ifthar Ramadhan yang digelar oleh Baznas Kabupaten Sarolangun. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (23/2/2026) di Masjid Al-Falah Pasar Sarolangun. Peresmian program Ramadhan ini dihadiri sejumlah pejabat daerah. Bupati Hurmin hadir bersama Ketua TP PKK Sarolangun Risha Fitria Hurmin, Sekretaris Daerah Muhammad […]

expand_less