Breaking News
light_mode
Trending Tags

Pertumbuhan, Transformasi dan Cara Keliru Membaca Pembangunan Daerah

  • account_circle Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP
  • calendar_month Kam, 8 Jan 2026
  • visibility 115

Pertumbuhan, Transformasi dan Cara Keliru Membaca Pembangunan Daerah

Oleh:
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP
Akademisi UIN STS Jambi

Dalam diskursus pembangunan daerah, kerap muncul anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi yang belum disertai perubahan struktur industri adalah pertumbuhan semu. Dari cara baca semacam ini lahir kesimpulan yang serba cepat yaitu, ekonomi memang tumbuh, tetapi tidak mengalami transformasi. Sekilas, pandangan tersebut terdengar kritis dan menggugah. Namun jika ditelisik lebih dalam, perspektif semacam ini cenderung menyederhanakan proses pembangunan yang pada hakikatnya kompleks, bertahap dan sangat kontekstual.

Untuk memahami persoalan ini, kita perlu kembali pada gagasan klasik Karl Polanyi dalam The Great Transformation, yang menegaskan bahwa ekonomi tidak pernah hadir sebagai ruang netral yang berdiri sendiri. Ekonomi selalu “tertanam” (embedded) dalam struktur sosial, kelembagaan dan relasi kekuasaan yang membentuk arah sebuah masyarakat. Karena itu, transformasi tidak cukup dibaca sebagai pergeseran angka atau perubahan komposisi statistik, melainkan sebagai perubahan orientasi politik pembangunan, tentang bagaimana negara memaknai perannya, kepada siapa kebijakan diarahkan dan nilai apa yang hendak ditegakkan.

Ketika transformasi direduksi menjadi sekadar indikator teknokratis, yang tereduksi bukan hanya realitas sosial, tetapi juga legitimasi politik pembangunan itu sendiri, sebab kebijakan yang kehilangan makna sosial perlahan kehilangan kepercayaan publik. Di titik inilah, pertanyaan tentang pembangunan berubah dari soal seberapa besar pertumbuhan, menjadi soal seberapa adil dan bermaknanya pertumbuhan itu bagi kehidupan bersama.

Tidak Ada Resep Tunggal Pembangunan

Selanjutnya, pemikir kontemporer seperti Dani Rodrik menegaskan bahwa tidak ada satu formula tunggal menuju transformasi. Setiap daerah memiliki konteksnya sendiri, dari basis sumber daya hingga kapasitas institusi yang mempengaruhi jalur pembangunan. Dalam One Economics, Many Recipes, Rodrik mengecam pendekatan seragam yang menuntut industrialisasi cepat tanpa memperhatikan konteks domestik. Menurutnya, transformasi berkelanjutan sering tumbuh dari kebijakan kontekstual, bereksperimen dan berjalan secara bertahap bukan loncatan statistik yang instan. Dalam praktik kebijakan, pendekatan kontekstual yang menekankan eksperimen bertahap tersebut pada akhirnya menuntut satu hal yang lebih mendasar: keberanian politik negara untuk secara sadar memilih jalur pembangunan tertentu dan menanggung konsekuensinya lintas waktu.

Dalam konteks inilah, Ha-Joon Chang dalam Kicking Away the Ladder menunjukkan bahwa negara-negara yang kini menjadi rujukan pembangunan justru tumbuh melalui keberanian politik untuk melakukan proteksionisme terukur dan intervensi negara yang aktif. Mereka tidak menunggu tercapainya struktur ekonomi yang ideal sebelum bertindak, melainkan membangun struktur tersebut melalui keputusan kebijakan yang konsisten dan berjangka panjang. Ini menegaskan bahwa transformasi ekonomi bukan sekadar persoalan pemenuhan indikator teknis, tetapi hasil dari pilihan politik pembangunan yang secara sadar memanfaatkan keunggulan komparatif dengan tetap secara bertahap membangun kapasitas dan daya saing baru dengan konsekuensi kebijakan yang harus dijaga lintas periode pemerintahan.
Pierre Bourdieu menambahkan dimensi yang sering dilupakan, modal tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga kultural dan sosial.

Transformasi ekonomi menuntut perubahan habitus kerja, kemampuan adaptasi dan sistem nilai kolektif yang kondusif bagi inovasi. Tanpa perubahan kultural ini, program industrialisasi atau diversifikasi akan bersifat top-down dan sering kali tidak berkelanjutan.

Negara sebagai Pembentuk Pasar

Mariana Mazzucato, melalui gagasan state as a market shaper, memberi kita kerangka berpikir baru tentang peran negara. Bukan sekadar fasilitator, negara perlu menjadi aktor yang aktif dalam menciptakan pasar, bukan hanya meresponsnya. Pendekatan ini relevan ketika sebuah daerah tengah berproses membangun infrastruktur, kapasitas kelembagaan dan ekosistem ekonomi produktif. Kebijakan publik yang bersifat visioner bukan hanya reaktif merupakan bagian penting dari transformasi yang berdampak jangka panjang.

Dalam realitas pembangunan daerah, sulit untuk mengklaim bahwa transformasi sudah terjadi hanya berdasarkan perubahan komposisi PDRB dalam satu periode anggaran. Pertumbuhan yang moderat, jika dihasilkan melalui kebijakan fiskal yang hati-hati namun konsisten, bisa menjadi fondasi bagi diversifikasi ekonomi kedepan. Infrastruktur yang dibangun mungkin belum langsung mengubah struktur industri, namun ia menciptakan jaringan konektivitas yang membuka peluang hilirisasi dan integrasi ke pasar yang lebih luas. Namun, keberhasilan fondasi ekonomi tersebut tidak dapat dilepaskan dari dampaknya terhadap struktur pasar kerja, karena di sanalah pertumbuhan diuji bukan sebagai angka, melainkan sebagai pengalaman sosial masyarakat.

Persoalan ketenagakerjaan sering dijadikan bukti bahwa transformasi belum berjalan. Memang, tingginya sektor informal dan pekerja rentan adalah kenyataan struktural yang tidak bisa disangkal. Namun transisi dari informal ke formal bukan proses otomatis, perubahan tersebut adalah hasil dari rangkaian kebijakan pendidikan, pelatihan keterampilan dan penciptaan ekosistem usaha produktif yang konsisten. Menyederhanakan fenomena ini sebagai “statistik tanpa makna” justru mereduksi diskursus menjadi nihilisme yang tidak produktif.

Membaca Pembangunan Secara Kontekstual

Kritik terhadap pembangunan pada dasarnya merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun kritik yang berhenti pada penegasan normatif bahwa transformasi “belum terjadi” berpotensi mereduksi perdebatan kebijakan menjadi penilaian hitam-putih yang miskin konteks. Yang lebih mendesak untuk dibaca secara jernih bukan semata apa yang belum tampak berubah di permukaan, melainkan arah kebijakan apa yang sedang dirancang, prasyarat apa yang tengah dibangun dan kapasitas institusional apa yang sedang diperkuat agar perubahan struktural itu dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dalam kerangka ini, pembangunan harus dipahami sebagai proses politik dan administratif yang panjang, melibatkan konsolidasi kebijakan, keberanian melakukan eksperimen terukur, penguatan tata kelola, serta pembelajaran kolektif lintas waktu dan kepemimpinan.

Pada titik inilah penting ditegaskan bahwa pertumbuhan dan transformasi bukanlah konsep yang saling meniadakan, melainkan dua dimensi yang bekerja dalam satu lintasan kebijakan yang berkelanjutan. Pertumbuhan yang dikelola dengan kesadaran institusional, keterlibatan aktor lokal dan keberpihakan sosial justru menjadi medium bagi terjadinya transformasi itu sendiri. Tantangan yang dihadapi bukan sekadar mengoreksi angka, melainkan memastikan bahwa setiap capaian pertumbuhan secara konsisten diarahkan pada perubahan struktural yang adil, inklusif dan berkelanjutan.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Sani: FPK Provinsi Jambi Lonceng Komitmen Menjaga NKRI dan Pancasila

    Wagub Sani: FPK Provinsi Jambi Lonceng Komitmen Menjaga NKRI dan Pancasila

    • 0Komentar

    Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I mengukuhkan Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jambi Periode Tahun 2024-2026, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu (12/02/2025). Dalam kesempatan tersebut Wagub Sani menyampaikan bahwa pengukuhan ini menjadi lonceng penanda dimulainya komitmen dan kinerja seluruh pengurus dari berbagai latar belakang untuk […]

  • Peran Penting Bank Jambi di Tengah Perekonomian Masyarakat

    Peran Penting Bank Jambi di Tengah Perekonomian Masyarakat

    • 0Komentar

    “Tanpa Bantuan Bank Jambi, Mungkin Perjalanan Studi S3 Saya Akan Jauh Lebih Berat. Dukungan Ini Bukan Hanya Membantu Saya Pribadi, Tetapi Juga Menjadi Inspirasi Bahwa Bank Jambi Adalah Bagian Dari Mimpi Anak-Anak Jambi Yang Ingin Maju Melalui Pendidikan.” Oleh : Dr. Fahmi Rasid. Peneriman Bantuan CSR Tahun 2015 Dalam perjalanan sejarah Provinsi Jambi, kita tidak […]

  • Jejak Kasus Lukman Terbongkar, Polres Karawang Ringkus Pemasok Sabu di Green Harmony

    Jejak Kasus Lukman Terbongkar, Polres Karawang Ringkus Pemasok Sabu di Green Harmony

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, KARAWANG – Kepolisian Resor Karawang melalui Satresnarkoba yang dipimpin oleh AKP Maulana Yusuf Bahtiar, berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang. Pengungkapan tersebut bermula dari laporan masyarakat yang curiga terhadap aktivitas mencurigakan seorang pria di lingkungan perumahan. Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA […]

  • Pengarahan Danrem 042/Gapu melalui Vicon Kepada Kodim 0420/Sarko dan seluruh jajaran Korem 042/Gapu

    Pengarahan Danrem 042/Gapu melalui Vicon Kepada Kodim 0420/Sarko dan seluruh jajaran Korem 042/Gapu

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Merangin – Selasa, 11 Februari 2025 – Dalam rangka memperkuat sinergitas dan meningkatkan profesionalisme prajurit di wilayahnya, Danrem 042/Garuda Putih (Danrem 042/Gapu) Brigadir Jenderal TNI Heri Purwanto SE., M.Sc. mengadakan Video Conference (Vicon) dengan seluruh anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0420/Sarko. Vicon ini bertujuan untuk memberikan pengarahan strategis dan membahas kesiapan serta langkah-langkah […]

  • Sekda Sudirman Lantik Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional di Lingkup Pemprov Jambi

    Sekda Sudirman Lantik Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional di Lingkup Pemprov Jambi

    • 1Komentar

    📰 Sekda Sudirman Lantik Pejabat Administrator, Pengawas, dan Fungsional di Lingkup Pemprov Jambi NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Dr. H. Sudirman, SH, MH, resmi melantik serta mengambil sumpah/janji jabatan sejumlah pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi. Acara pelantikan berlangsung khidmat di Rumah Dinas […]

  • 86 KPM Terima Bantuan Beras Cadangan Pakan di Desa Stadong

    86 KPM Terima Bantuan Beras Cadangan Pakan di Desa Stadong

    • 0Komentar

    📰 172 Kg Beras Bulog Disalurkan ke 86 KPM Desa Stadong NEWS PUBLIK, Tolitoli – Sebanyak 172 Kg beras di Salurkan Kepada Masyarakat Desa Stadong Kec. Dampal Utara Kabupaten Tolitoli Melalui Program Keluaraga Penerima Manfaat (KPM) yang bersumber dari Perum Bulog Untuk Masa Bulan Juni Hingga Juli 2025. Kepala Desa Stadong melalui Sekretaris Desa (Sekdes […]

expand_less