Breaking News
light_mode
Trending Tags

RUMAH SAKIT INTERNASIONAL: SEANDAINYA KITA PUNYA!!!

  • account_circle Prof. Dr. Mukhtar Latif, MPd
  • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
  • visibility 117

RUMAH SAKIT INTERNASIONAL: SEANDAINYA KITA PUNYA!!!

Oleh : Prof. Dr. Mukhtar Latif
(Tenaga ahli gubernur Jambi – Guru Besar UIN STS Jambi)

Sebuah Paradigma Akademis

Provinsi Jambi hingga kini belum memiliki Rumah Sakit Internasional yang diakui secara global maupun berstandar akreditasi Joint Commission International (JCI). Keberadaan rumah sakit yang ada, baik RSUD Raden Mattaher, RS Bhayangkara, DKT, RS Abdul Manaf maupun RS yang ada di kabupaten kota dalam provinsi Jambi, termasuk RS swasta—masih beroperasi pada level nasional. Padahal, kebutuhan masyarakat terhadap layanan medis berstandar internasional terus meningkat, seiring tren masyarakat Jambi yang berobat ke Malaka dan Singapura setiap tahun.¹ Fenomena ini menandakan adanya defisit kepercayaan (trust deficit) terhadap mutu dan fasilitas kesehatan di daerah, oleh kalangan masyarakat Jambi, selain menjadi trend sambil berkunjung ke luar negeri (aji mumpung).

Rumah Sakit di Era Global dan Digital: Paradigma Rumah Sehat vs Rumah Sakit

Dalam konteks globalisasi digital, rumah sakit tidak sekedar “tempat orang sakit” melainkan “rumah sehat” (wellness home) yang berorientasi pada pencegahan, digitalisasi layanan, dan pengalaman pasien (patient experience).² Paradigma baru ini menuntut integrasi telemedisin, rekam medis digital, dan kolaborasi lintas universitas-rumah sakit. Jambi masih tertinggal di aspek ini,digitalisasi sistem pelayanan kesehatan baru berjalan parsial. Rumah sakit internasional diharapkan mampu menggeser paradigma dari kuratif ke preventif dan promotif.

Pengunjung RS Melaka dan Singapura: Berobat atau Wisata Medis?

Sebagian besar warga Jambi yang ke Melaka atau Singapura tidak semata mencari pengobatan, melainkan memadukan berobat dan berwisata medis (medical tourism).³ Data Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) menunjukkan sekitar 300.000 pasien Indonesia berobat ke Malaysia setiap tahun, dan sebagian besar berasal dari Sumatra, termasuk Jambi.⁴ Fenomena “berobat sambil berwisata” menandakan bahwa pelayanan kesehatan telah memasuki ranah ekonomi kreatif dan pariwisata global.

Konsep Rumah Sakit Internasional dan Tipe RS di Indonesia

Secara regulatif, Indonesia mengenal klasifikasi rumah sakit: Tipe A, B, C, dan D, berdasarkan kapasitas, fasilitas, dan tenaga spesialis.⁵ Rumah sakit internasional berada di atas tipe “A”, memenuhi standar global, menggunakan bahasa internasional dalam pelayanan, dan memiliki jejaring riset medis lintas negara. Di Indonesia, hanya sedikit RS berstatus internasional (misalnya Siloam Hospitals Group dan Mayapada International), sementara provinsi-provinsi di luar Jawa belum memiliki satupun.

Rame-rame Berobat ke Luar Negeri: Sebuah Paradigma Sosial Global

Fenomena warga Jambi berobat ke luar negeri memperlihatkan paradigma sosial kelas menengah: keyakinan bahwa “penyembuhan sejati” ada di luar negeri.⁶ Ini memperlihatkan krisis mutu persepsi kesehatan lokal. Ketidakpuasan terhadap pelayanan, waktu tunggu panjang, dan kurangnya spesialis subspesialis menjadi pendorong utama. Membangun RS internasional di Jambi menjadi penting, bukan hanya untuk menahan devisa, tapi juga membangun kepercayaan publik terhadap layanan medis dalam negeri.

Rasionalitas Kebutuhan RS Internasional di Jambi

Dengan populasi lebih dari 3,6 juta jiwa,⁷ rasio tempat tidur rumah sakit di Jambi masih di bawah standar WHO (1:1.000). Data menunjukkan angka rujukan pasien luar daerah cukup tinggi, menandakan kebutuhan terhadap RS unggulan regional sangat rasional. Bila RS internasional Jambi dibangun dengan model public–private partnership (PPP), maka tidak hanya meningkatkan kualitas kesehatan, tetapi juga menarik investasi dan wisata medis lintas provinsi.

Rumah Sakit Pendidikan: Kampus Tanpa Rumah Sakit

UNJA, UIN STS Jambi, dan perguruan tinggi kesehatan lainnya masih berstatus “kampus tanpa rumah sakit pendidikan penuh”. Padahal, RS pendidikan merupakan jantung riset kedokteran dan pusat pelatihan klinis. Integrasi antara kampus dan RS berstandar internasional akan menciptakan triple helix model (akademisi–industri–pemerintah) untuk menghasilkan inovasi kesehatan dan tenaga medis unggul, kompetitif dan profesional.

Rekomendasi Konstruktif: Membangun Rumah Sakit Internasional Jambi

Pertama, sudah saatnya Jambi berbenah, perlu menetapkan blueprint Jambi Medical Hub berbasis riset, pariwisata medis, dan telehealth.

Kedua, menggandeng rumah sakit luar negeri yang sudah berkelas internasional sebagai mitra (twin hospital), aelain investor Malaysia, Singapura bahkan investor dalam negeri yang ternama, tentu yang tidak kalah reputasi investasinya, untuk membangun RS internasional di kawasan spot strategis, dengan lahan lebih luas dan nyaman, di Jambi.

Ketiga, mempercepat digitalisasi sistem rujukan antar kabupaten kota dan mempersiapkan rumah sakit pendidikan terpadu UNJA dan UIN STS Jambi serta kampus kesehatan lainnya.

Keempat, menyiapkan grand design SDM kesehatan berbasis riset dan akreditasi internasional (JCI/ISO).

Penutup

Rumah Sakit Internasional Jambi bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol kemandirian kesehatan daerah. Paradigma baru menuntut rumah sakit menjadi pusat inovasi, pembelajaran, dan pelayanan digital yang berorientasi pasien. Ketika masyarakat Jambi tidak lagi harus terbang ke Melaka atau Singapura untuk berobat, maka kemandirian kesehatan telah tercapai, artinya kepercayaan publik kembali pulih dan kita siap menjadi warga dunia yang kompetitif dan berkeunggulan.

————

Bacaan/Footnote

1. Data Kementerian Kesehatan RI, Profil Kesehatan Indonesia (Jakarta: Kemenkes, 2023).

2. World Health Organization, Digital Health Strategy 2020–2025 (Geneva: WHO, 2021).

3. MIDA, Malaysia Healthcare Travel Industry Report (Kuala Lumpur, 2024).

4. Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC), Medical Tourism Malaysia Overview (2023).

5. Permenkes No. 30 Tahun 2019 tentang Klasifikasi Rumah Sakit.

6. R. Nugraha, “Kelas Menengah dan Wisata Medis,” Jurnal Sosiologi Indonesia 12, no. 2 (2022).

7. BPS Provinsi Jambi, Statistik Penduduk Provinsi Jambi Tahun 2024 (Jambi: BPS, 2024).

8. UIN STS Jambi, Rencana Induk Pengembangan 2025–2035 (Jambi, 2023).

9. Porter, M. Redefining Health Care (Harvard Business Press, 2022).

10. Yusuf, M. Transformasi Digital di Sektor Kesehatan (Jakarta: UI Press, 2021).

11. Gani, A. Ekonomi Kesehatan di Era Global (Jakarta: Rajagrafindo, 2020).

12. WHO. Hospital Future Framework 2030 (Geneva, 2021).

13. Kaplan, R. & Norton, D. Strategic Health Management (London: Routledge, 2020).

14. Haidar, N. Kebijakan Kesehatan Publik di Asia Tenggara (Kuala Lumpur: UM Press, 2021).

15. Mahathir, M. Malaysia Healthcare Experience (Kuala Lumpur: MPH Group, 2024).

16. Health Tourism Trends in Southeast Asia, Asian Journal of Health Policy (2024).

17. Digital of Hospitals in Developing Regions,” Journal of Global Health Systems (2023).

———

  • Penulis: Prof. Dr. Mukhtar Latif, MPd
  • Editor: NEWS PUBLIK

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Jilid 2 LSM J Di Depan Kantor Walikota Jambi: DEMO ATAU PELAMPIASAN PRIBADI?

    Aksi Jilid 2 LSM J Di Depan Kantor Walikota Jambi: DEMO ATAU PELAMPIASAN PRIBADI?

    • 1Komentar

    NEWS PUBLIK | KOTA JAMBI – Kembali terjadi aksi yang dinilai banyak pihak sebagai aksi “gagal paham” dari LSM J di depan Kantor Walikota Jambi. Ini sudah jilid kedua, namun substansinya masih sama: penuh tuntutan, minim dasar. Dalam aksinya, massa mendesak Walikota dan Satpol PP untuk menutup sejumlah gudang yang mereka sebut ilegal. Namun ironisnya, […]

  • Makna Anugerah Kebudayaan Indonesia: Prestasi Jambi Mantap Transformasi Kebudayaan Lokal Menuju Budaya

    Makna Anugerah Kebudayaan Indonesia: Prestasi Jambi Mantap Transformasi Kebudayaan Lokal Menuju Budaya

    • 1Komentar

    Oleh: Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd. (Guru Besar UIN STS Jambi) ​————————- Makna Kebudayaan bagi Masyarakat Jambi ​Provinsi Jambi kembali menarik perhatian nasional setelah meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) sebagai Pemerintah Daerah Terbaik. Pencapaian ini, yang terjadi di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi, bukan sekadar trofi di lemari pameran, melainkan sebuah penegasan filosofis […]

  • Rogayah Vs Acuan Garam, BPN Tanjab Barat Turun Tangan

    Rogayah Vs Acuan Garam, BPN Tanjab Barat Turun Tangan

    • 0Komentar

    📰 Rogayah Vs Acuan Garam: BPN Tanjab Barat Klarifikasi Sengketa Lahan di Kelagian Lama NEWS PUBLIK, Tanjung Jabung Barat – Perselisihan soal lahan kembali menyeruak di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi. Kali ini melibatkan seorang warga bernama Rogayah, yang mengklaim kepemilikan lahan warisan keluarganya di RT.17 Kelagian Lama, dan pihak bernama Acuan Garam, […]

  • Sambut Kepulangan 428 Jemaah Haji Kloter 14 Provinsi Jambi, Gubernur Al Haris: Mohon Maaf Jika Pelayanan Masih Kurang

    Sambut Kepulangan 428 Jemaah Haji Kloter 14 Provinsi Jambi, Gubernur Al Haris: Mohon Maaf Jika Pelayanan Masih Kurang

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH dengan didampingi oleh Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi menyambut langsung kepulangan 428 jemaah haji Kloter 14 BTH yang merupakan Kloter kedua untuk Provinsi Jambi, dengan rincian jemaah asal Kota Jambi 225 orang, Kota Sungai Penuh 79 orang dan Kabupaten Tanjung Jabung […]

  • Kasus Pengancaman Wartawan di Lampung Selatan Libatkan Saksi Ahli

    Kasus Pengancaman Wartawan di Lampung Selatan Libatkan Saksi Ahli

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, LAMPUNG SELATAN – Kasus pengancaman terhadap seorang wartawan bernama SR oleh seorang petani di Desa Sukamaju, Kecamatan Way Sulan, Lampung Selatan, masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian. Kasus ini dilaporkan pada 3 September 2024, berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B-26/IX/2024 di Polsek Katibung, Polres Lampung Selatan. Menurut kronologi kejadian, saat berada di rumah […]

  • Kinerja Terukur dan Dampak Nyata: Mengapa Al Haris Disebut sebagai Salah Satu Gubernur Paling Efektif di Indonesia Tahun 2025

    Kinerja Terukur dan Dampak Nyata: Mengapa Al Haris Disebut sebagai Salah Satu Gubernur Paling Efektif di Indonesia Tahun 2025

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, JAMBI — Dalam studi kebijakan publik kontemporer, keberhasilan kepala daerah tidak lagi diukur semata melalui banyaknya penghargaan, melainkan melalui keterhubungan yang jelas antara kebijakan publik, capaian indikator, dan dampak sosial-ekonomi yang dirasakan masyarakat. Pendekatan ini dikenal sebagai outcome-based governance. Pendekatan tersebut semakin relevan pada 2025, ketika hampir seluruh pemerintah daerah di Indonesia menghadapi […]

expand_less