Tabrakan Maut di Tanjung Pauh KM 32: Motor Hantam Truk Batu Bara Tanpa Rambu, Pengendara Luka Berat
- account_circle Eli/Tim
- calendar_month Kam, 5 Mar 2026
- visibility 103

NEWS PUBLIK | TANJUNG PAUH – Tanjung Pauh – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan batu bara kembali terjadi di ruas jalan Tanjung Pauh KM 32, tepatnya di Dusun Tanjung Sakti KM 34, pada Rabu (04/03/2026) sekitar pukul 18.40 WIB. Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan yang diduga berkaitan dengan aktivitas truk batu bara di jalur umum.
Dalam peristiwa tersebut, sebuah sepeda motor dilaporkan menghantam bagian belakang mobil angkutan batu bara yang diduga tidak dilengkapi rambu atau tanda peringatan di badan kendaraan.
Akibat benturan keras itu, pengendara sepeda motor mengalami luka berat dan harus segera dilarikan ke fasilitas kesehatan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sepeda motor yang melintas dari arah belakang diduga tidak menyadari keberadaan mobil angkutan batu bara di depannya. Minimnya tanda peringatan pada kendaraan berat tersebut membuat pengendara tidak sempat menghindar.
Benturan pun tak terelakkan. Sepeda motor menghantam bagian belakang truk dengan keras hingga pengendaranya mengalami luka berat.
Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban.
Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Tempino untuk mendapatkan penanganan awal sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Mitra Kotabaru karena kondisi luka yang cukup serius.
Sorotan Aktivitas Truk Batu Bara
Peristiwa ini kembali memantik perhatian masyarakat terhadap aktivitas angkutan batu bara yang melintas di jalan umum. Banyak warga menilai keberadaan kendaraan berat tersebut kerap membahayakan pengguna jalan lain, terutama jika tidak dilengkapi standar keselamatan.
Ketua Masyarakat Peduli Lalu Lintas Batu Bara (MPLLBB), Susana Wati, mengingatkan pentingnya kewaspadaan bagi seluruh pengguna jalan yang melintas di jalur yang sering dilalui truk batu bara.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami berharap pengemudi mobil batu bara lebih berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas,” ujarnya.
Pasca kejadian, pihak perusahaan pemilik mobil angkutan batu bara disebut langsung bergerak cepat memberikan respons dan menunjukkan tanggung jawab terhadap korban kecelakaan.
Meski demikian, masyarakat tetap meminta agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

MPLLBB Desak Pengawasan Lebih Ketat
MPLLBB juga mendesak pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan terhadap mobil angkutan batu bara yang melintas di jalan umum, khususnya terkait kelengkapan rambu keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
Menurut mereka, tanpa pengawasan ketat, potensi kecelakaan serupa akan terus mengintai pengguna jalan.
“Pengawasan harus diperketat dan penindakan terhadap kendaraan yang melanggar aturan harus tegas,” tegas Susana Wati.
Warga berharap insiden ini menjadi peringatan serius bagi semua pihak agar keselamatan di jalan raya tidak kembali menjadi korban aktivitas angkutan batu bara.
- Penulis: Eli/Tim



