Tak Sekadar Cerdas, SMPN 3 Tigo Nagari Bentuk Karakter Religius Siswa dengan Rutinitas Shalat Duha
- account_circle Almahardi Piliang
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak

Membentuk Kebiasaan yang Terbawa ke Rumah
Pembiasaan ibadah sejak dini dinilai memiliki peran penting dalam membangun karakter siswa. Karena dilakukan secara berulang, kebiasaan tersebut diharapkan perlahan menjadi bagian dari perilaku siswa, bukan sekadar kegiatan yang dilakukan karena aturan sekolah.
Yupisar menekankan bahwa pendidikan karakter harus dilakukan secara menyeluruh. Sekolah tidak hanya menjadi tempat siswa mendapatkan pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membangun sikap, kedisiplinan, tanggung jawab, dan nilai moral.
Melalui kegiatan shalat duha, pihak SMPN 3 Tigo Nagari berharap siswa memiliki kesadaran untuk terus menjalankan kebiasaan ibadah tersebut meski nantinya sudah tidak lagi berada di lingkungan sekolah.
Dengan demikian, nilai yang ditanamkan sekolah dapat berlanjut dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Sekolah Tak Hanya Kejar Kecerdasan
Program pembiasaan shalat duha menjadi salah satu upaya SMPN 3 Tigo Nagari dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik.
Sekolah ingin membangun keseimbangan antara kemampuan intelektual dan pembentukan karakter. Harapannya, para siswa tumbuh menjadi generasi yang memiliki pengetahuan sekaligus memegang nilai iman dan akhlak.
Yupisar menegaskan pentingnya membangun kebiasaan baik sejak dini sebagai bagian dari pendidikan karakter yang berkelanjutan.
“Pembiasaan ibadah sejak dini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang menyeluruh,” tegasnya.
Dengan rutinitas tersebut, SMPN 3 Tigo Nagari berupaya menanamkan nilai-nilai positif kepada siswa melalui praktik nyata. Shalat duha pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda sekolah, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat dalam keseharian para siswa.
- Penulis: Almahardi Piliang
