Proposal Sudah Di-ACC Walikota, Perbaikan Jalan Lorong Arang Masih Mangkrak: Dinas PURP Dinilai Lamban!
- account_circle TEAM
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

JAMBI, NP Keluhan warga terkait infrastruktur jalan yang rusak parah kembali mencuat di Kota Jambi. Kali ini, keprihatinan mendalam dirasakan oleh warga pemukiman Lorong Arang, RT 19, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo (kawasan Simpang Rimbo). Akses jalan lingkungan yang menjadi pendorong mobilitas harian warga tersebut hingga kini dibiarkan terbengkalai tanpa sentuhan perbaikan yang nyata.
Kondisi di lapangan menunjukkan akses jalan masih berupa tanah berbatu, tidak beraspal, serta dipenuhi ceruk dan kubangan. Pada cuaca kering, debu tebal mengancam kesehatan pernapasan warga dan anak-anak. Sebaliknya, saat hujan turun, akses jalan bertransformasi menjadi kubangan lumpur licin yang membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua dan anak-anak sekolah.
#Proposal ACC Walikota, Eksekusi Dinas PU Dipertanyakan
Aspirasi dan keresahan warga sebenarnya bukan tanpa tindak lanjut. Perwakilan masyarakat RT 19 Kelurahan Kenali Besar telah menempuh jalur administratif formal dengan mengajukan proposal perbaikan perkerasan jalan. Bahkan, pengajuan proposal perbaikan jalan tersebut telah mendapatkan persetujuan (di-ACC) langsung oleh Walikota Jambi.
Sayangnya, komitmen dan instruksi pimpinan daerah tersebut seolah bertepuk sebelah tangan. Pihak teknis terkait, khususnya
serta dinas terkait lainnya, dinilai lamban, tidak responsif, dan terkesan mengabaikan urgensi di lapangan.
Bukti Ketidakpedulian Birokrasi

“Proposal sudah jelas disetujui Walikota, tetapi sampai saat ini belum ada tanda-tanda petugas atau dinas terkait turun ke lapangan untuk melakukan eksekusi perbaikan. Kami mempertanyakan kinerja dan kepedulian pihak dinas yang terkesan lamban menyikapi instruksi atasan dan penderitaan warga,” tegas salah seorang warga setempat.
Pembiaran ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas warga, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas hidup lingkungan setempat. Akses jalan yang tidak layak ini sehari-hari dilalui oleh anak-anak pemukiman. Ketiadaan respon cepat dari instansi berwenang dinilai bentuk pengabaian terhadap keselamatan dan kenyamanan publik.

Warga Lorong Arang RT 19 mendesak agar Dinas Pekerjaan Umum dan pihak terkait segera turun ke lokasi, melakukan survei teknis, serta merealisasikan perbaikan jalan secara permanen tanpa menunda-nunda lagi. Masyarakat menegaskan, surat persetujuan dari Walikota tidak boleh sekadar menjadi dokumen di atas kertas, melainkan harus segera diwujudkan dalam bentuk kerja nyata demi pelayanan publik yang berkeadilan.
- Penulis: TEAM
- Editor: Del



















