Breaking News
Trending Tags

Kegagalan Regulatif dan Inkonsistensi Logika Kebijakan dalam Narasi Pelarangan Tenaga Ahli Gubernur

  • account_circle Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP Akademisi UIN STS Jambi
  • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
  • print Cetak

Kegagalan Regulatif dan Inkonsistensi Logika Kebijakan dalam Narasi Pelarangan Tenaga Ahli Gubernur

Oleh:

Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP
Akademisi UIN STS Jambi

Narasi pelarangan tenaga ahli gubernur yang belakangan muncul di ruang publik sesungguhnya tidak memiliki pijakan regulatif yang valid maupun rasionalitas kebijakan yang memadai. Posisi tenaga ahli merupakan bagian integral dari arsitektur tata kelola pemerintahan modern, terutama dalam memastikan kualitas analisis, konsistensi perencanaan, dan kecermatan pengambilan keputusan strategis.

Karena itu, wacana yang berusaha meniadakan peran tenaga ahli bukan hanya menyimpang dari kerangka hukum yang berlaku, tetapi juga mengabaikan kebutuhan objektif pemerintahan daerah terhadap kapasitas teknis yang mampu menjaga mutu kebijakan. Dalam konteks pembangunan daerah yang semakin kompleks dan berbasis data, keberadaan tenaga ahli bukan sekadar opsional, melainkan elemen penyangga yang menentukan efektivitas dan ketepatan arah kebijakan gubernur.

Dengan pemahaman tersebut, penting untuk memberikan penjelasan yang tepat terkait interpretasi yang berkembang mengenai kebijakan pemerintah pusat pada 2024–2025 mengenai pengangkatan tenaga ahli dan staf khusus, sehingga regulasi dan praktik yang sebenarnya dapat dipahami secara akurat dan rasional secara argumentatif.

Interpretasi bahwa sepanjang 2024–2025 pemerintah pusat melarang kepala daerah mengangkat tenaga ahli dan staf khusus setelah pelantikan adalah penyederhanaan yang menyesatkan dan tidak memiliki dasar regulatif. Tidak satu pun produk hukum, baik Menpan RB maupun BKN yang menyatakan larangan terhadap keberadaan Tenaga Ahli Gubernur. Penegasan BKN semata-mata berkaitan dengan aspek akuntabilitas pengangkatan, yakni memastikan bahwa tenaga ahli tidak dijadikan instrumen untuk kepentingan politik tertentu, bukan meniadakan jabatan tenaga ahli itu sendiri. Fakta regulatif dan urgensi peran tenaga ahli ini sekaligus menegaskan pentingnya ruang dialog publik sebagai mekanisme untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas kebijakan.

Dalam konteks penguatan tata kelola yang transparan, inklusif, dan berbasis data, ruang dialog publik seperti Diskusi Rabuan Series berperan penting sebagai mekanisme kontrol sosial yang konstruktif. Sebagai bagian dari upaya memperluas diskursus publik yang sehat, forum ini mendapat perhatian positif dari berbagai elemen, termasuk lembaga yang selama ini menjadi penjaga keterbukaan informasi di daerah. Forum Diskusi Rabuan tidak hanya menjadi wahana berbagi pandangan, tetapi juga medium untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan langkah pemerintah dapat dipahami secara transparan oleh masyarakat.

Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Jambi, Indra Lesmana, menegaskan bahwa Komisi Informasi mendukung penuh forum seperti ini karena sejalan dengan spirit UU Keterbukaan Informasi Publik. Setiap warga berhak memperoleh informasi yang jelas, akurat, dan dapat diakses, termasuk terkait kebijakan serta program pemerintah. Keterbukaan ini tidak semata-mata memenuhi hak publik, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dalam mengawasi kinerja badan publik. Ia juga mengapresiasi terselenggaranya Diskusi Rabuan Series, yang dinilainya sebagai tradisi baru yang positif dan ruang dialog konstruktif yang membantu menerjemahkan visi–misi Jambi Mantap 2025–2029 yang diinisiasi oleh Tim Ahli Gubernur (TAG) Jambi (Sumber: Jamberita, laporan tentang apresiasi KI terhadap Diskusi Rabuan Series) (2025).

Hal ini menunjukkan bahwa dukungan Komisi Informasi menegaskan urgensi ruang-ruang diskusi seperti Diskusi Rabuan Series sebagai bagian krusial dari ekosistem tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan akuntabel. Forum ini sekaligus memperkuat legitimasi peran Tenaga Ahli Gubernur sebagai pilar analisis kebijakan yang tidak hanya bekerja di balik meja, tetapi juga memastikan bahwa setiap rekomendasi, kajian, dan kebijakan beresonansi dengan kebutuhan publik dan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka. Konsistensi terhadap prinsip transparansi tersebut menuntut adanya landasan kelembagaan yang kuat, sehingga peran tenaga ahli tidak hanya legitimate secara politik, tetapi juga terstruktur secara regulatif dalam kerangka tata kelola pemerintahan yang efektif.

Secara regulatif, posisi tenaga ahli memiliki dasar hukum yang sangat jelas. UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah memberikan kewenangan kepada kepala daerah untuk membentuk perangkat pendukung sesuai kebutuhan. PP Nomor 18 Tahun 2016 mempertegas bahwa struktur pemerintahan dapat diperkuat oleh tenaga pendukung demi optimalisasi fungsi-fungsi pemerintahan.

Dalam kerangka regulasi yang lebih tinggi, terdapat Keppres Nomor 68 Tahun 2001 yang mengatur tugas dan fungsi staf khusus di lingkungan pemerintahan. Yang lebih spesifik lagi, Permendagri Nomor 134 Tahun 2018 secara rinci mengatur kedudukan, tugas, fungsi, mekanisme pengangkatan, hingga batas kewenangan staf khusus gubernur. Jika memang pemerintah pusat melarang tenaga ahli, tentu Permendagri tersebut tidak berlaku hingga hari ini.

Pemerintah pusat bahkan menegaskan urgensinya.Surat Edaran Mendagri Nomor 061/4211/SJ Tahun 2021 menekankan pentingnya tenaga ahli untuk mendukung tata kelola yang efektif. UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 juga memberikan ruang bagi tenaga ahli sebagai unsur profesional pendukung kinerja pemerintahan.

Regulasi lain seperti Perpres Nomor 47 Tahun 2009 serta PermenPAN RB Nomor 7 Tahun 2013 memberikan pedoman mekanisme pengangkatan staf khusus di kementerian/lembaga, yang dapat menjadi rujukan di tingkat daerah.

Dengan seluruh kerangka hukum tersebut, jelas bahwa tenaga ahli bukan penunjukan politis yang melanggar efisiensi ataupun aturan pusat. Sebaliknya, keberadaan Tenaga Ahli Gubernur merupakan bagian integral dari tata kelola pemerintahan modern yang bekerja berdasarkan data, analisis, dan profesionalitas.

Karena itu, narasi bahwa tenaga/tim ahli harus dihentikan karena larangan BKN, Menpan RB tidak memiliki landasan regulatif. Yang ada adalah ajakan agar pengangkatan dilakukan secara akuntabel dan tidak menjadi alat politik. Selama berada dalam koridor regulasi, keberadaan Tenaga Ahli Gubernur tetap sah, relevan, dan berkontribusi langsung pada efektivitas birokrasi dan kualitas kebijakan publik.

Secara keseluruhan, diskursus mengenai keberadaan Tenaga Ahli Gubernur tidak semestinya direduksi menjadi persoalan politis jangka pendek, melainkan harus ditempatkan dalam kerangka tata kelola pemerintahan modern yang mengutamakan data, analisis, dan akuntabilitas. Dengan fondasi regulatif yang kokoh dan mandat kerja yang terukur, tenaga ahli berfungsi sebagai policy enabler yang memperkuat kapasitas gubernur dalam merumuskan keputusan strategis yang berdampak langsung pada publik.

Dalam konteks Jambi hari ini, kehadiran tenaga ahli bukan sekadar elemen administratif, tetapi instrumen penting yang memastikan arah pembangunan berjalan presisi, partisipatif, dan selaras dengan visi Jambi Mantap 2025–2029. Karena itu, narasi pelarangan yang tidak berdasar bukan hanya keliru secara hukum, tetapi juga tidak relevan dengan kebutuhan tata kelola daerah yang semakin kompleks dan berbasis bukti. Jambi membutuhkan pemerintahan yang bergerak dengan keyakinan pada kekuatan analisis dan inovasi dan dalam ekosistem tersebut, peran Tenaga Ahli Gubernur menjadi akselerator yang memperkuat optimisme menuju kemajuan yang lebih terukur, inklusif, dan berkelanjutan.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Berlubang di Kampung Picung Bikin Ojol Ngeluh, Minta Pemkab Tangerang Gercep

    Jalan Berlubang di Kampung Picung Bikin Ojol Ngeluh, Minta Pemkab Tangerang Gercep

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | TANGERANG – Pengendara sepeda motor mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan berlubang di Kampung Picung, Desa Pasar Kemis, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Sabtu (9/5/2026). Hidayat, seorang pengemudi ojek online, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan ini sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan. “Dari perempatan disana sampai ujung menuju Cilongok jalan penuh […]

  • Camat Mauk Angga Yulyantono

    Bangun Persatuan Lewat Jalan Santai, Camat Mauk: Semarakkan HUT RI ke- 81

    • 0Komentar

    MAUK – Pemerintah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang menggelar kegiatan Jalan Santai sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke- 81, Sabtu 8 Agustus 2026. Acara yang berpusat di halaman Kantor Kecamatan Mauk berlangsung meriah dan dihadiri berbagai elemen masyarakat. Turut hadir jajaran Forkompimcam, personel TNI dan Polri, perwakilan instansi pemerintahan, pihak […]

  • Dugaan korupsi KPR Bank Himbara di Karawang

    Kasus KPR Fiktif Menguak! Kejari Karawang Geledah Kantor PT BAS dan Rumah Saksi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang terus memperluas penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada salah satu Bank Himbara Cabang Karawang kepada PT BAS untuk periode 2021 hingga 2024. Dalam siaran pers resmi yang diterima awak media pada Jumat (22/5/2026), Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejari […]

  • Jam Malam Kota Jambi: Respon dan Sanksi Hukum

    Jam Malam Kota Jambi: Respon dan Sanksi Hukum

    • 1Komentar

    Oleh: Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd. (Ketua ICMI Orwil Jambi) Kota Jambi kini menjadi sorotan publik setelah pemerintah kota menerapkan aturan jam malam bagi anak dan remaja di bawah 18 tahun atau anak muda. Kebijakan ini muncul dari kekhawatiran meningkatnya aksi geng motor, tawuran pelajar, dan konvoi liar di malam hari. Namun kebijakan ini juga […]

  • Sekcam Mauk

    Mahfud Kuzaeni: Mari Ciptakan Mauk yang Bersih dan Indah Melalui Gerakan Indonesia Asri

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | TANGERANG – Semangat gotong royong mewarnai kegiatan korvei (Kunjungan Kerja dan Evaluasi Rutin) yang digelar Pemerintah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Kegiatan korvei tersebut difokuskan pada aksi bersih-bersih di lingkungan sekitar wilayah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) ini dilaksanakan oleh Pemerintah Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang berlangsung di […]

  • LBH No Viral No Justice soroti verifikasi Playgroup Djuwita oleh Dinas Pendidikan Batam.

    LBH No Viral No Justice Desak Dinas Pendidikan Batam Buka Hasil Verifikasi Playgroup Djuwita Secara Lengkap

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | BATAM – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) No Viral No Justice menilai tanggapan resmi Dinas Pendidikan Kota Batam terkait pengaduan masyarakat terhadap Playgroup Djuwita belum sepenuhnya menjawab substansi laporan yang sebelumnya disampaikan kepada instansi tersebut. Penilaian tersebut disampaikan setelah LBH No Viral No Justice mempelajari surat jawaban Dinas Pendidikan Kota Batam Nomor B/487/400.3.2/VI/2026 tertanggal […]

expand_less