Breaking News
light_mode
Trending Tags

Memaknai Puasa Melampaui Lapar dan Haus

  • account_circle Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Akademisi UIN STS Jambi)
  • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
  • visibility 89

Memaknai Puasa Melampaui Lapar dan Haus

Oleh:
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP
(Akademisi UIN STS Jambi)

Puasa kerap dipahami sebagai kewajiban ritual yang bersifat individual, sebuah praktik spiritual yang ditempatkan semata dalam relasi privat antara manusia dan Tuhan. Dalam kerangka ini, puasa seolah selesai pada kepatuhan personal. Namun pembacaan yang terlalu privat justru menyederhanakan maknanya. Puasa bukan sekadar ritus devosional, melainkan mekanisme pembentukan disiplin diri yang memiliki implikasi sosial.

Dalam tafsir klasik, para ulama memberi penekanan yang konsisten pada dimensi moral tersebut. Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim menjelaskan bahwa frasa “la‘allakum tattaqun” (agar kamu bertakwa) menunjukkan bahwa puasa berfungsi menundukkan syahwat dan mempersempit jalan setan dalam diri manusia. Dengan kata lain, puasa adalah mekanisme pengendalian diri.

Sementara itu, Al-Qurthubi dalam Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an menegaskan bahwa takwa yang dimaksud tidak berhenti pada dimensi ritual, tetapi mencakup penjagaan anggota tubuh dari perbuatan maksiat. Puasa yang tidak diiringi penjagaan lisan, pandangan dan perilaku, dalam elaborasinya, hanya memenuhi aspek formal hukum, bukan substansi etis.

Hadis Nabi dan Peringatan atas Formalitas

Penegasan normatif itu diperkuat oleh hadis Nabi. Rasulullah Muhammad SAW bersabda,

Banyak sekali orang yang berpuasa, tetapi tidak ada yang diperolehnya dari puasa itu kecuali hanya lapar dan haus saja.” Hadis ini diriwayatkan oleh Nasa’i dan Ibnu Majah.

Secara normatif, hadis tersebut mengandung dua implikasi penting. Pertama, puasa memiliki dimensi lahiriah dan batiniah. Pada tataran lahiriah, puasa dinyatakan sah ketika syarat dan rukunnya terpenuhi. Namun pada dimensi batiniah, puasa baru bernilai ketika menghasilkan perubahan moral. Kedua, terdapat kemungkinan kegagalan etis dalam ibadah yang secara hukum tetap valid. Penegasan ini menjadi peringatan bahwa formalitas hukum tidak identik dengan keberhasilan spiritual.

Dalam kerangka maqashid al-syari’ah (tujuan-tujuan syariat), puasa dapat dipahami sebagai instrumen penjagaan diri (hifz al-nafs) sekaligus penjagaan moral (hifz al-din dalam dimensi etiknya). Ia membentuk kemampuan menahan dorongan impulsif, yang dalam psikologi modern disebut sebagai self-regulation. Tanpa kemampuan ini, individu cenderung bertindak berdasarkan hasrat sesaat dan dalam skala sosial, itulah akar dari berbagai penyimpangan dalam pelaksanaan tanggung jawab, distorsi informasi serta ketidakseimbangan dalam kehidupan bersama.

Reduksi Simbolik dan Paradoks Konsumtif

Problem muncul ketika, dalam praktik sosial kontemporer, puasa direduksi menjadi simbol identitas semata. Praktik tersebut kemudian berhenti pada kepatuhan prosedural sahur, imsak dan berbuka tanpa pendalaman makna. Evaluasinya pun lebih bersifat kuantitatif daripada kualitatif. Padahal, jika tujuan normatif puasa adalah takwa, yang dalam tradisi klasik dimaknai sebagai kesadaran moral yang aktif, maka indikator keberhasilannya semestinya tercermin dalam sikap dan tindakan dalam ruang sosial.

Jika setelah berpuasa seseorang masih terbiasa dengan sikap yang kurang selaras dengan nilai kejujuran, belum menempatkan keadilan sebagai pertimbangan utama atau belum menjalankan tanggung jawab dengan penuh kesadaran moral, maka peringatan hadis tadi menemukan relevansinya. Puasa semacam itu sah secara fikih, tetapi gagal secara etik.

Dalam konteks masyarakat konsumtif, paradoks ini semakin kentara. Bulan puasa justru diiringi eskalasi konsumsi dan komersialisasi besar-besaran. Nilai pembatasan diri bertemu dengan logika pasar yang mendorong ekspansi tanpa batas. Tanpa kesadaran normatif yang kuat, puasa mudah tereduksi menjadi peristiwa biologis yang dibingkai secara religius.

Puasa sebagai Transformasi Karakter

Dengan demikian, esensi puasa terletak pada transformasi karakter yang berkelanjutan. Praktik ini dapat dipahami sebagai proses pembentukan struktur internal yang memungkinkan hadirnya pengendalian diri. Puasa tidak berhenti pada pembatasan fisikal, melainkan bekerja pada tataran disposisi moral, menata relasi antara dorongan, kehendak dan kesadaran normatif.

Dalam hal ini, puasa berfungsi sebagai mekanisme internalisasi batas. Proses tersebut membentuk kemampuan untuk menunda, menimbang dan mengarahkan kecenderungan diri agar tidak sepenuhnya tunduk pada impuls. Transformasi yang diharapkan bukanlah perubahan sesaat, melainkan konfigurasi ulang orientasi batin yang lebih stabil dan konsisten terhadap prinsip etis.

Pada akhirnya, pertanyaan tentang puasa bukanlah apakah kewajiban tersebut dijalankan atau tidak, melainkan apakah puasa menghasilkan takwa dalam pengertian substantif, yakni kesadaran etis yang membatasi diri bahkan ketika tidak ada pengawasan eksternal. Jika tidak, maka sebagaimana peringatan Nabi, yang tersisa hanyalah lapar dan haus. Dan di situlah puasa kehilangan daya transformatifnya.

  • Penulis: Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP (Akademisi UIN STS Jambi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Pergerakan Gabungan LSM Sungai Penuh/ Kerinci, AWASI Jambi Gelar Aksi di Kantor Wali Kota Sungai Penuh

    Dukung Pergerakan Gabungan LSM Sungai Penuh/ Kerinci, AWASI Jambi Gelar Aksi di Kantor Wali Kota Sungai Penuh

    • 1Komentar

    NEWS PUBLIK, SUNGAI PENUH – Derasnya pemberitaan mengenai dugaan penyalahgunaan Dana Desa oleh Kepala Desa Pelayang Raya, Kecamatan Sungai Bungkal, Supriadi, mengundang perhatian luas, tak hanya dari masyarakat tetapi juga dari Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWASI) Provinsi Jambi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap praktik-praktik yang dinilai merugikan masyarakat, AWASI menggelar aksi damai di halaman Kantor Wali […]

  • BRMP Jambi & Petani Sarolangun Gaspol Tanam Padi 20 Hektar

    BRMP Jambi & Petani Sarolangun Gaspol Tanam Padi 20 Hektar

    • 0Komentar

    📰 BRMP Jambi dan TPHP Sarolangun Genjot LTT Padi di Desa Temenggung NEWS PUBLIK, SAROLANGUN – Dalam rangka mempercepat Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Kabupaten Sarolangun, Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Provinsi Jambi bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Sarolangun melakukan penanaman padi sawah di Desa Temenggung, Kecamatan Limun, Rabu (06/08/2025). […]

  • SEKDA PALEMBANG APRIZAL HASYIM TINJAU PELAKSANAAN PROGRAM MAKAN GIZI GRATIS DI SDN 25

    SEKDA PALEMBANG APRIZAL HASYIM TINJAU PELAKSANAAN PROGRAM MAKAN GIZI GRATIS DI SDN 25

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, PALEMBANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, melakukan peninjauan terhadap pelaksanaan program Makan Gizi Gratis (MGS) di SDN 25 Palembang pada 6 Januari 2025  , sebagai bagian dari implementasi program Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak di sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Aprizal Hasyim mengungkapkan optimisme pemerintah kota […]

  • Korpri Karawang Gelar Musyawarah Luar Biasa

    Korpri Karawang Gelar Musyawarah Luar Biasa

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Mewakili Bupati Karawang, Sekretaris Daerah Kabupaten Karawang, H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., menghadiri dan membuka secara resmi Musyawarah Luar Biasa Korpri Kabupaten Karawang tahun 2026 yang bertempat di Galeri Indung Nyi Pager Asih pada Jumat, (27/2/2026). Dalam arahannya, Sekda H. Asep Aang Rahmatullah, S.STP., M.P., menegaskan bahwa Musyawarah Luar Biasa […]

  • Mudik Gratis Jambi 2026, Al Haris, mudik gratis Pemprov Jambi, Terminal Alam Barajo, Dishub Jambi, News Publik

    Gubernur Al Haris Lepas 198 Peserta Mudik Gratis untuk Warga Jambi dan Mahasiswa di Perantauan, Siapkan Bus hingga Hiace ke Jawa dan Antar Kabupaten

    • 1Komentar

    NEWS PUBLIK | JAMBI – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH secara resmi melepas keberangkatan program mudik gratis bagi masyarakat Provinsi Jambi dan mahasiswa perantauan. Sebanyak 198 pemudik diberangkatkan menuju sejumlah daerah tujuan baik di dalam maupun luar provinsi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Pencanangan Angkutan Lebaran Terpadu Provinsi Jambi Tahun 1447 H/2026 […]

  • Al Haris Luncurkan Gerakan 10B ASN Peduli Stunting, Tegaskan Komitmen Tekan Angka Stunting Jambi

    Al Haris Luncurkan Gerakan 10B ASN Peduli Stunting, Tegaskan Komitmen Tekan Angka Stunting Jambi

    • 1Komentar

    NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi terus memperkuat langkah dalam menekan angka stunting yang kembali meningkat. Hal ini ditegaskan langsung oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH., saat menghadiri Rapat Konsolidasi Pelaksanaan Gerakan Orang Tua Cegah Stunting (GENTING) tingkat Provinsi Jambi Tahun 2025 di Auditorium Rumah Dinas Gubernur, […]

expand_less