Breaking News
Trending Tags

SINERGI MELEMAH! Wartawan Terabaikan Pemkab Labusel Lebih Pilih Baliho dan Tim ITE, Demokrasi Dipertaruhkan

  • account_circle RM
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • print Cetak

SINERGI MELEMAH! Wartawan Terabaikan Pemkab Labusel Lebih Pilih Baliho dan Tim ITE, Demokrasi Dipertaruhkan

NEWS PUBLIK | Labuhanbatu Selatan — Wartawan terabaikan Pemkab Labusel menjadi sorotan serius di tengah pentingnya peran pers sebagai pilar keempat demokrasi. Di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, kondisi hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers dinilai mengalami ketimpangan yang memicu tanda tanya besar.

Selama ini, wartawan dikenal sebagai ujung tombak penyebaran informasi publik. Dari perkembangan pembangunan daerah, dinamika sosial, hingga penegakan hukum, seluruhnya tersampaikan kepada masyarakat melalui kerja jurnalistik yang berjalan tanpa mengenal waktu.

Namun realitas yang terjadi di Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan, justru memperlihatkan kondisi yang berbeda. Alih-alih memperkuat kolaborasi, pemerintah daerah dinilai belum memberikan ruang sinergi yang sehat dan produktif bagi insan pers.

Wartawan Terabaikan Pemkab Labusel, Minim Sinergi dan Ruang Kolaborasi

Fenomena wartawan terabaikan Pemkab Labusel semakin terasa ketika momentum penting seperti Hari Pers Nasional (HPN) tidak dimanfaatkan sebagai ruang membangun hubungan yang lebih erat.

Hari Pers Nasional yang seharusnya menjadi ajang apresiasi sekaligus refleksi bersama antara pemerintah dan insan pers, justru terkesan diabaikan. Tidak terlihat adanya kegiatan yang melibatkan wartawan secara langsung.

Padahal, momentum seperti HPN memiliki nilai strategis dalam memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, serta menciptakan sinergi antara pemerintah dan media.

Kondisi ini memunculkan persepsi di kalangan jurnalis bahwa keberadaan mereka tidak lagi menjadi prioritas dalam ekosistem komunikasi publik di daerah tersebut.

Lebih Pilih Baliho dan Tim ITE, Anggaran Dipertanyakan

Sorotan tajam muncul ketika pemerintah kabupaten dinilai lebih memilih pendekatan komunikasi melalui baliho dan spanduk yang tersebar di sejumlah titik jalan.

Alih-alih menggelar dialog terbuka atau kegiatan substansial bersama wartawan, langkah ini justru dinilai kurang efektif dalam membangun komunikasi dua arah yang sehat.

Tidak hanya itu, perhatian juga tertuju pada alokasi anggaran daerah. Pemerintah disebut lebih mengutamakan pembiayaan untuk tim berbasis Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE) dibandingkan dukungan terhadap aktivitas jurnalistik.

Berdasarkan data yang beredar, anggaran untuk tim ITE mencapai Rp 336.000.000, sementara alokasi untuk wartawan atau jurnalis hanya sebesar Rp 179.755.000.

Perbandingan ini memunculkan pertanyaan besar terkait prioritas kebijakan anggaran, terutama dalam konteks menjaga keseimbangan antara komunikasi digital dan peran pers sebagai kontrol sosial.

Ancaman Terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Publik

Kondisi wartawan terabaikan Pemkab Labusel tidak hanya berdampak pada hubungan kelembagaan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi di daerah.

Sinergi antara pemerintah dan wartawan sejatinya bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan fundamental dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas publik.

Tanpa keterlibatan pers yang aktif, independen, dan kritis, pembangunan daerah berisiko kehilangan kontrol sosial yang objektif. Informasi yang disampaikan kepada publik pun berpotensi menjadi tidak seimbang.

Hal ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat peran pers sangat vital dalam memastikan kebijakan publik berjalan sesuai dengan kepentingan masyarakat.

Perlu Evaluasi Serius Hubungan Pemkab dan Insan Pers

Situasi yang berkembang di Labuhanbatu Selatan menjadi cerminan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pola hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kemitraan yang akan semakin renggang, tetapi juga kualitas informasi publik yang akan terdampak secara signifikan.

Hari Pers Nasional dan berbagai hari besar lainnya seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat jembatan komunikasi, bukan sekadar simbol melalui baliho atau spanduk.

Pada akhirnya, demokrasi yang sehat tidak dibangun dari tampilan visual semata, melainkan dari keterbukaan informasi, keberanian menyampaikan kebenaran, serta sinergi yang kuat antara pemerintah dan pers.

Demokrasi Sehat Butuh Pers yang Diberdayakan

Wartawan bukan sekadar penyampai informasi, melainkan bagian penting dari sistem demokrasi yang memastikan jalannya pemerintahan tetap transparan dan akuntabel.

Ketika peran tersebut tidak diberdayakan secara optimal, maka potensi terjadinya ketimpangan informasi akan semakin besar.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah daerah untuk kembali menata hubungan dengan insan pers secara lebih konstruktif dan berkelanjutan.

Langkah ini tidak hanya berdampak pada citra pemerintah, tetapi juga pada kualitas demokrasi dan kepercayaan publik secara keseluruhan.

  • Penulis: RM

Rekomendasi Untuk Anda

  • KEBIJAKAN HILIRISASI: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

    KEBIJAKAN HILIRISASI: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

    • 0Komentar

    KEBIJAKAN HILIRISASI Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah ​Oleh: Prof. Mukhtar Latif (Guru Besar UIN STS Jambi) ​Hilirisasi: Keharusan Strategis Selama berdekade-dekade, struktur ekonomi daerah kita sering terjebak dalam “kutukan sumber daya alam”. Kita kaya secara fisik, namun seringkali kehilangan nilai tambah karena terlalu asyik mengekspor bahan mentah (raw material). Hilirisasi adalah keputusan cerdas untuk memutus […]

  • Kapolres Karawang Bersama Forkopimda Tinjau Lokasi Banjir di Kecamatan Cilamaya Wetan

    Kapolres Karawang Bersama Forkopimda Tinjau Lokasi Banjir di Kecamatan Cilamaya Wetan

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Kapolres Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karawang meninjau langsung lokasi bencana banjir di Kecamatan Cilamaya Wetan, Sabtu (31/01/2026). Kegiatan tersebut berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 13.00 WIB, dengan fokus utama di Desa Muarabaru. Peninjauan ini menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama unsur […]

  • Penuh Makna! Wagub Sani Ajak Muslimat NU Sinergi Bangun Jambi di Harlah ke-80

    Penuh Makna! Wagub Abdullah Sani Ajak Muslimat NU Sinergi Bangun Daerah di Harlah ke-80

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | JAMBI – Wagub Abdullah Sani ajak Muslimat NU sinergi bangun daerah menjadi pesan utama dalam momentum Halal Bihalal dan Hari Lahir ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2026. Ajakan ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, saat menghadiri kegiatan yang berlangsung di Sekretariat NU Provinsi Jambi, Rabu […]

  • Verifikasi kawasan Mangrove Pangkal Babu Tanjab Barat

    Wabup Katamso Sambut Tim Kementerian Kehutanan Verifikasi Mangrove Pangkal Babu

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | TANJAB BARAT – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso, S.A., S.E., M.E. mendampingi Tim Verifikasi dan Asistensi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melakukan kunjungan lapangan ke Kawasan Wisata Mangrove Pangkal Babu, Desa Tungkal I, Kecamatan Tungkal Ilir, Selasa (05/05/2026). Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka verifikasi dan asistensi lapangan terhadap Proposal Usulan […]

  • Kasus penikaman pemuda di Torgamba Labuhanbatu Selatan

    Pemuda Cikampak Tewas Ditusuk di Torgamba Labusel, Dua Pelaku Diamankan Polisi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | LABUSEL – Suasana duka menyelimuti Dusun Cinta Makmur, Desa Aek Batu, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, setelah seorang remaja bernama Wahyudi Kurniawan (17) meninggal dunia akibat luka tusuk senjata tajam dalam peristiwa dugaan penganiayaan secara bersama-sama. Peristiwa tragis tersebut terjadi di kawasan Kandang Motor Cikampak, Kecamatan Torgamba, Kamis (14/5/2026) sekitar […]

  • Dugaan Dana BOS SMPN 1 Banyusari disorot publik

    Ucapan Humas SMPN 4 Kotabaru Soal SMPN 1 Banyusari Picu Polemik: “Sekarang Keuangan Ketat, Gak Kaya Dulu”

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG — Pernyataan pihak SMP Negeri 4 Kotabaru saat dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp pada Senin (18/5/2026), justru memantik reaksi publik dan menambah daftar tanda tanya terkait dugaan pengelolaan Dana BOS di SMP Negeri 1 Banyusari yang kini tengah menjadi sorotan. Agus yang disebut sebagai humas SMP Negeri 4 Kotabaru awalnya memberikan […]

expand_less