Breaking News
light_mode
Trending Tags

SINERGI MELEMAH! Wartawan Terabaikan Pemkab Labusel Lebih Pilih Baliho dan Tim ITE, Demokrasi Dipertaruhkan

  • account_circle RM
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 55

SINERGI MELEMAH! Wartawan Terabaikan Pemkab Labusel Lebih Pilih Baliho dan Tim ITE, Demokrasi Dipertaruhkan

NEWS PUBLIK | Labuhanbatu Selatan — Wartawan terabaikan Pemkab Labusel menjadi sorotan serius di tengah pentingnya peran pers sebagai pilar keempat demokrasi. Di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara, kondisi hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers dinilai mengalami ketimpangan yang memicu tanda tanya besar.

Selama ini, wartawan dikenal sebagai ujung tombak penyebaran informasi publik. Dari perkembangan pembangunan daerah, dinamika sosial, hingga penegakan hukum, seluruhnya tersampaikan kepada masyarakat melalui kerja jurnalistik yang berjalan tanpa mengenal waktu.

Namun realitas yang terjadi di Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan, justru memperlihatkan kondisi yang berbeda. Alih-alih memperkuat kolaborasi, pemerintah daerah dinilai belum memberikan ruang sinergi yang sehat dan produktif bagi insan pers.

Wartawan Terabaikan Pemkab Labusel, Minim Sinergi dan Ruang Kolaborasi

Fenomena wartawan terabaikan Pemkab Labusel semakin terasa ketika momentum penting seperti Hari Pers Nasional (HPN) tidak dimanfaatkan sebagai ruang membangun hubungan yang lebih erat.

Hari Pers Nasional yang seharusnya menjadi ajang apresiasi sekaligus refleksi bersama antara pemerintah dan insan pers, justru terkesan diabaikan. Tidak terlihat adanya kegiatan yang melibatkan wartawan secara langsung.

Padahal, momentum seperti HPN memiliki nilai strategis dalam memperkuat komunikasi, membangun kepercayaan, serta menciptakan sinergi antara pemerintah dan media.

Kondisi ini memunculkan persepsi di kalangan jurnalis bahwa keberadaan mereka tidak lagi menjadi prioritas dalam ekosistem komunikasi publik di daerah tersebut.

Lebih Pilih Baliho dan Tim ITE, Anggaran Dipertanyakan

Sorotan tajam muncul ketika pemerintah kabupaten dinilai lebih memilih pendekatan komunikasi melalui baliho dan spanduk yang tersebar di sejumlah titik jalan.

Alih-alih menggelar dialog terbuka atau kegiatan substansial bersama wartawan, langkah ini justru dinilai kurang efektif dalam membangun komunikasi dua arah yang sehat.

Tidak hanya itu, perhatian juga tertuju pada alokasi anggaran daerah. Pemerintah disebut lebih mengutamakan pembiayaan untuk tim berbasis Informasi dan Teknologi Elektronik (ITE) dibandingkan dukungan terhadap aktivitas jurnalistik.

Berdasarkan data yang beredar, anggaran untuk tim ITE mencapai Rp 336.000.000, sementara alokasi untuk wartawan atau jurnalis hanya sebesar Rp 179.755.000.

Perbandingan ini memunculkan pertanyaan besar terkait prioritas kebijakan anggaran, terutama dalam konteks menjaga keseimbangan antara komunikasi digital dan peran pers sebagai kontrol sosial.

Ancaman Terhadap Transparansi dan Akuntabilitas Publik

Kondisi wartawan terabaikan Pemkab Labusel tidak hanya berdampak pada hubungan kelembagaan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kualitas demokrasi di daerah.

Sinergi antara pemerintah dan wartawan sejatinya bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan fundamental dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas publik.

Tanpa keterlibatan pers yang aktif, independen, dan kritis, pembangunan daerah berisiko kehilangan kontrol sosial yang objektif. Informasi yang disampaikan kepada publik pun berpotensi menjadi tidak seimbang.

Hal ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat peran pers sangat vital dalam memastikan kebijakan publik berjalan sesuai dengan kepentingan masyarakat.

Perlu Evaluasi Serius Hubungan Pemkab dan Insan Pers

Situasi yang berkembang di Labuhanbatu Selatan menjadi cerminan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pola hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya kemitraan yang akan semakin renggang, tetapi juga kualitas informasi publik yang akan terdampak secara signifikan.

Hari Pers Nasional dan berbagai hari besar lainnya seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat jembatan komunikasi, bukan sekadar simbol melalui baliho atau spanduk.

Pada akhirnya, demokrasi yang sehat tidak dibangun dari tampilan visual semata, melainkan dari keterbukaan informasi, keberanian menyampaikan kebenaran, serta sinergi yang kuat antara pemerintah dan pers.

Demokrasi Sehat Butuh Pers yang Diberdayakan

Wartawan bukan sekadar penyampai informasi, melainkan bagian penting dari sistem demokrasi yang memastikan jalannya pemerintahan tetap transparan dan akuntabel.

Ketika peran tersebut tidak diberdayakan secara optimal, maka potensi terjadinya ketimpangan informasi akan semakin besar.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah daerah untuk kembali menata hubungan dengan insan pers secara lebih konstruktif dan berkelanjutan.

Langkah ini tidak hanya berdampak pada citra pemerintah, tetapi juga pada kualitas demokrasi dan kepercayaan publik secara keseluruhan.

  • Penulis: RM

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Al Haris Berharap Revisi Penataan Ruang Lebih Fleksibel untuk Kesejahteraan Masyarakat

    Gubernur Al Haris Berharap Revisi Penataan Ruang Lebih Fleksibel untuk Kesejahteraan Masyarakat

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jakarta (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH menindaklanjuti dengan paparan mengenai Keputusan DPD RI nomor 53/DPDRI/V/2020-2021 tentang Rekomendasi DPD RI atas hasil pemantauan dan evaluasi Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Daerah terkait Implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja di daerah dalam hal kebijakan daerah […]

  • Pemkab Sarolangun Siap Bangun Sekolah Rakyat

    Pemkab Sarolangun Siap Bangun Sekolah Rakyat

    • 0Komentar

    📰 Pemkab Sarolangun Siap Bangun Sekolah Rakyat, Tunggu Petunjuk Teknis Pusat NEWS PUBLIK, SAROLANGUN — Pemerintah Kabupaten Sarolangun, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama Dinas Sosial (Dinsos), menyatakan siap menyambut program Sekolah Rakyat. Meski demikian, pelaksanaan masih menunggu arahan dan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat. Kepala Disdikbud Sarolangun, H. Arsyad, menjelaskan bahwa daerah […]

  • Sekda Sudirman Harap Platform Digital Tingkatkan Posisi Petani Sawit di Pasar Global

    Sekda Sudirman Harap Platform Digital Tingkatkan Posisi Petani Sawit di Pasar Global

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Mendalo (Diskominfo Provinsi Jambi) – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH mengharapkan, melalui platform ini dapat memperkuat posisi petani di pasar, meningkatkan efisiensi produksi, dan memberi akses yang lebih luas terhadap sumber daya serta pasar. Melalui platform ini dapat mengoptimalkan usaha petani, meningkatkan pendapatan, dan menjamin keberlanjutan agribisnis sawit […]

  • Sekda Sudirman: Kolaborasi Pemda Jambi Bersama Polda Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

    Sekda Sudirman: Kolaborasi Pemda Jambi Bersama Polda Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Sungai Gelam (Diskominfo Provinsi Jambi) – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH., MH mengungkapkan bahwa perlu kolaborasi antara Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jambi bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jambi untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut diungkapkannya pada kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III dan Penanaman Jagung di Lahan […]

  • Geger! Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Saluran Air KJIE Karawang

    Geger! Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Saluran Air KJIE Karawang

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Warga Desa Margamulya, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa identitas di pinggir saluran air kawasan KJIE, Sabtu (28/2/2026) pukul 10.00 wib ​Jasad wanita yang untuk sementara ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan masih berpakaian lengkap oleh petugas kebersihan jalan. Saat dua orang saksi, Ranin dan Sating, […]

  • Demo Jambi Memanas: Pagar DPRD Ambruk, Pos Polisi dan 2 Mobil Kejaksaan Dibakar

    Demo Jambi Memanas: Pagar DPRD Ambruk, Pos Polisi dan 2 Mobil Kejaksaan Dibakar

    • 0Komentar

    📰 Ricuh Demo Jambi, Pagar DPRD Hancur, Pos Polisi dan Mobil Kejaksaan Dibakar NEWS PUBLIK, Jambi – Aksi demonstrasi di Kota Jambi pada Jumat malam (29/8/2025) berlangsung ricuh dan membuat situasi kota mencekam. Sejumlah fasilitas publik rusak, sementara beberapa kendaraan hangus dibakar massa. Massa awalnya berkumpul di kawasan Go Telanai, kemudian melanjutkan aksi dengan membakar […]

expand_less