Gubernur Al Haris Bantu Pulangkan Warga Jambi Korban Scam Kamboja, Pemprov Beri Peringatan
- account_circle GR
- calendar_month Kam, 16 Apr 2026
- visibility 98

NEWS PUBLIK | Jambi — Warga Jambi korban scam Kamboja akhirnya berhasil dipulangkan ke Indonesia setelah sempat terjebak dalam sindikat penipuan daring (online scam). Namun, proses kepulangan tiga warga Provinsi Jambi itu menyisakan persoalan baru setelah satu orang dilaporkan menghilang setibanya di Jakarta.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jambi Ahmad Bestari mengonfirmasi, dua warga yang telah tiba di Jambi adalah Silva dan Andre, keduanya warga Kota Jambi.
Sementara satu warga asal Sarolangun bernama Syedhi dilaporkan hilang kontak setelah menjalani proses skrining saat transit di Jakarta.
“Setiba di Jakarta mereka kan di-skrining dulu oleh petugas, tapi tidak tahu Syedhi menghilang ke mana,” ujar Ahmad Bestari, Kamis (16/04/2026).
Al Haris Bantu Pulangkan Warga Jambi Korban Scam Kamboja dengan Dana Pribadi
Ahmad Bestari mengungkapkan, kepulangan para warga Jambi korban scam dari Kamboja ini tidak menggunakan anggaran formal pemerintah.
Menurutnya, seluruh ongkos kepulangan ditanggung secara pribadi oleh Gubernur Jambi Al Haris atas dasar kemanusiaan.
Langkah itu diambil karena status keberangkatan ketiganya ke Kamboja dilakukan melalui jalur non-prosedural atau ilegal, sehingga secara kelembagaan pemerintah tidak dapat memfasilitasi pemulangan mereka.
“Secara kelembagaan, mereka ini kerja ilegal jadi tidak bisa difasilitasi oleh pemerintah. Maka atas dasar kemanusiaan dan kekhawatiran terhadap keselamatan warga Jambi di luar negeri, Pak Gubernur berniat menanggung ongkos kepulangan mereka,” ungkap Bestari.
Kebijakan Al Haris ini dinilai menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap keselamatan warga Jambi yang mengalami persoalan di luar negeri.
Satu Korban Hilang di Jakarta, Pemprov Jambi Lakukan Pemantauan
Di tengah kabar baik kepulangan dua korban, muncul perkembangan serius setelah satu korban asal Sarolangun, Syedhi, justru menghilang di Jakarta.
Menurut Bestari, Syedhi sempat bersama dua korban lainnya menjalani proses pemeriksaan oleh petugas setibanya di bandara transit.
Namun, di tengah proses tersebut, Syedhi dilaporkan hilang tanpa konfirmasi.
Kondisi ini kini menjadi perhatian karena keberadaan yang bersangkutan belum diketahui.
Sementara Silva dan Andre telah tiba di Jambi dengan selamat dan berkumpul kembali bersama keluarga mereka.
Keduanya juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jambi, khususnya Gubernur Al Haris, atas bantuan yang diberikan.
Pemprov Jambi Ingatkan Bahaya Tawaran Kerja Ilegal di Luar Negeri
Kasus warga Jambi korban scam dari Kamboja ini juga menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri, terutama yang menjanjikan gaji besar melalui jalur tidak resmi.
Ahmad Bestari mengimbau masyarakat agar selalu memverifikasi informasi lowongan kerja ke Disnaker sebelum mengambil keputusan.
“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat Jambi khususnya agar lebih hati hati bila ada tawaran tawaran yang mengiurkan, itu segera hubungi ke disnaker terdekat, untuk memastikan dan memverifikasi kebenarannya, jangan sampai kita tertipu,” tegasnya.
Menurutnya, kewaspadaan menjadi kunci utama agar masyarakat tidak menjadi korban jaringan penipuan atau perdagangan tenaga kerja ilegal berkedok pekerjaan luar negeri.
Kasus Scam Kamboja Jadi Alarm Perlindungan Pekerja Migran
Kasus ini menambah daftar panjang persoalan warga Indonesia yang terjebak sindikat online scam di luar negeri, khususnya di kawasan Asia Tenggara.
Di sisi lain, langkah Al Haris membantu memulangkan korban menjadi sinyal kuat pentingnya perlindungan warga, meski keberangkatan dilakukan melalui jalur non-prosedural.
Dengan kepulangan dua korban dan masih hilangnya satu warga lainnya, perhatian terhadap pengawasan penempatan pekerja migran ilegal dinilai semakin mendesak.
Kasus ini sekaligus menjadi alarm bagi masyarakat Jambi agar tidak mudah tergiur tawaran kerja berisiko tinggi di luar negeri.
- Penulis: GR
