Gapura Menuju Makam Raden Cimang Resmi Dibangun, Upaya Lestarikan Sejarah Pejuang Tangerang
- account_circle Bandi
- calendar_month 4 menit yang lalu
- print Cetak

Camat Mauk Angga Yulyantono saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan gapura menuju Makam Raden Cimang.
NEWS PUBLIK | TANGERANG – Kawasan bersejarah di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang kini memasuki babak baru.
Camat Mauk Angga Yulyantono melaksanakan prosesi peletakan batu pertama pembangunan gapura akses menuju Makam Raden Cimang, yang terletak di Simpang 3 Buaran Asem, Kampung Buaran Asem RT 04/04, pada hari Senin 22 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penataan kawasan yang menyimpan nilai sejarah penting, sebagai bukti perjuangan leluhur yang telah mengukir jejak di tanah Tangerang.
Pembangunan gapura diharapkan dapat memberikan kemudahan akses sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap sosok yang berjasa bagi daerah.
Dalam acara yang penuh makna tersebut, Camat Angga Yulyantono turut didampingi oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Mauk, Kepala Desa Tanjung Anom Asbihani yang akrab disapa Lurah Doni, serta Pimpinan Majelis Taklim Al Hijaiyah KH. Fudoli beserta sejumlah tokoh masyarakat lokal yang hadir untuk menyaksikan momen penting ini.
Dalam sambutannya, Camat Mauk Angga Yulyantono menyampaikan rasa syukur yang mendalam karena pembangunan gapura ini akhirnya dapat terealisasikan.
“Alhamdulillah, bersama KH. Fudoli selaku Pimpinan Majelis Taklim Al Hijaiyah, hari ini kita resmi melakukan peletakan batu pertama untuk gapura Makam Raden Cimang,” ucapnya dalam keterangannya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan gapura ini tidak hanya sekadar menyediakan akses fisik, melainkan juga sebagai bentuk nyata untuk merawat, menghargai dan melestarikan makam salah satu tokoh pejuang besar yang menjadi bagian dari sejarah Kabupaten Tangerang.
Menurut Angga, identitas lokal dan jejak sejarah tidak boleh hilang serta terlupakan seiring berjalannya waktu.
“Dengan adanya program penataan ini, kita berharap agar setiap generasi mendatang dapat mengenang dan terus menjaga kelestarian sejarah yang ada di wilayah kita,” sambung Camat.
Lebih jauh, Camat Mauk juga mengutarakan harapannya agar pengembangan tempat yang memiliki nilai religi dan sejarah tinggi ini mendapatkan dukungan yang lebih luas.
Selain itu, ia mengajak berbagai instansi terkait untuk turut berperan aktif dalam mengembangkan kawasan tersebut ke masa depan.
“Ke depannya, kami berharap dapat memperoleh fasilitasi dan dukungan dari dinas-dinas yang berkaitan guna menyempurnakan pengembangan kawasan ini,” imbuhnya.

Makam Raden Cimang
Raden Cimang bukan sekadar sosok dari masa lampau, melainkan merupakan salah satu pilar penting dalam silsilah ulama terkemuka dan kesultanan di Banten.
Makam ini juga memiliki nilai spiritual yang dalam, mengingat Raden Cimang merupakan leluhur dari ulama kharismatik asal Cilongok, almarhum Abuya Uci Turtusi.
Dengan dimulainya pembangunan gapura ini, kawasan Simpang 3 Buaran Asem menuju Makam Raden Cimang diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata religi yang lebih terstruktur, juga siap menerima para peziarah yang ingin mengikuti jejak sejarah perjuangan dan penyebaran keislaman di Kabupaten Tangerang.
Bandi
- Penulis: Bandi
