Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik, Gubernur Al Haris Dorong Pelestarian Adat dan Perbaikan Infrastruktur
- account_circle GR
- calendar_month 8 jam yang lalu
- print Cetak

NEWS PUBLIK | KERINCI – Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik kembali menjadi momentum memperkuat persatuan masyarakat sekaligus melestarikan warisan budaya leluhur. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., berharap tradisi yang digelar lima tahun sekali itu juga menjadi pendorong percepatan pembangunan infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Harapan tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri Kenduri Sko Lima Desa Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, yang berlangsung di Lapangan Bola Kaki Bukit Pulai, Kabupaten Kerinci, Minggu (5/7/2026). Gubernur hadir bersama istri, Hj. Hesnidar Haris, S.E.
Menurut Al Haris, Kenduri Sko memiliki nilai yang berbeda dibandingkan perayaan tahunan karena menjadi ajang berkumpulnya masyarakat untuk menjaga sejarah, adat, dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
“Hidup dengan sejarah panjang, budaya, kemudian juga adat istiadat yang hari ini kita kumpulkan di lima tahun sekali,” ujar Al Haris.
Ia mengajak masyarakat terus menjaga dan menjalankan adat istiadat secara utuh agar nilai-nilai luhur tersebut tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kenduri Sko Tanjung Pauh Mudik Jadi Aspirasi Pembangunan
Selain menghadiri prosesi adat, Gubernur Al Haris juga menerima berbagai aspirasi masyarakat, terutama terkait persoalan banjir dan kondisi infrastruktur di Desa Tanjung Pauh Mudik.
Tokoh masyarakat menyampaikan bahwa kawasan tersebut kerap dilanda banjir ketika hujan deras mengguyur wilayah hulu sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Menanggapi hal itu, Al Haris memastikan Pemerintah Provinsi Jambi akan segera meminta Dinas Pekerjaan Umum bersama instansi terkait melakukan kajian menyeluruh untuk mengetahui penyebab banjir sekaligus menyiapkan langkah penanganan, termasuk rehabilitasi saluran air dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir.
“Kalau tidak ada dana di daerah, kita akan mengajukan ke pusat. Kalau perlu, kami tangani secara bertahap dari anggaran provinsi. Meski pelan-pelan, insya Allah akan kami upayakan,” katanya.
Menurut Al Haris, persoalan banjir bukan hanya menyangkut infrastruktur, tetapi juga berdampak terhadap keselamatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta sektor pertanian sehingga menjadi perhatian serius pemerintah.
Ia juga mengapresiasi panitia, tokoh adat, pemuda, dan seluruh masyarakat yang terus menjaga keberlangsungan Kenduri Sko sebagai salah satu identitas budaya masyarakat Kerinci.

Al Haris Serahkan Bantuan CSR dan Monadi Ajak Jaga Warisan Adat
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Al Haris turut menyerahkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jambi senilai Rp25 juta untuk lima desa sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa adat, pusaka, dan tradisi yang diwariskan para leluhur merupakan identitas sekaligus kekuatan sosial yang harus terus dijaga.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi tantangan perkembangan teknologi, termasuk maraknya judi online dan penyalahgunaan narkotika yang dinilai dapat merusak kehidupan keluarga serta masa depan generasi muda.
Menurut Monadi, peran keluarga, tokoh adat, dan masyarakat sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai budaya, membangun karakter generasi muda, sekaligus mempertahankan ketahanan pangan melalui pelestarian lahan pertanian.
Kegiatan Kenduri Sko turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Kerinci Novra Wenti Monadi, Wali Kota Sungai Penuh Alfin beserta Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin, Wakil Bupati Kerinci, Wakil Wali Kota Sungai Penuh, jajaran OPD Provinsi Jambi dan Kabupaten Kerinci, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
- Penulis: GR
