Milad ke-28 Beksi Pukul Abah H. Pikan, Puluhan Peserta Naik Sabuk di Kedung Dalem
- account_circle Bandi
- calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
- print Cetak

Kenaikan Sabuk di Padepokan Pencak Silat Beksi Pukul Abah H. Pikan Kedung Dalem.
MAUK, NEWS PUBLIK — Keluarga Besar Pencak Silat Beksi Pukul merayakan Milad ke- 28 sekaligus pelaksanaan ujian dan kenaikan tingkat sabuk pada Minggu 13 September 2026.
Kegiatan berlangsung meriah di Lapangan PB PRJ, Kampung Jemakir, Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dan dihadiri peserta, pelatih, serta warga pendekar dari berbagai wilayah.
Acara dihadiri langsung oleh Kepala Desa Kedung Dalem Suryadi, Sepuh Beksi Jaenudin, Ketua IPSI Kecamatan Mauk Abdul Gofur, serta Penasihat IPSI Kabupaten Tangerang. Kehadiran para tokoh ini menegaskan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya asli masyarakat setempat.

Kepala Desa Kedung Dalem Suryadi, Sepuh Beksi Jaenudin, Ketua IPSI Kecamatan Mauk Abdul Gofur, Penasihat IPSI Kabupaten Tangerang.
Pelatih Pencak Silat Beksi Pukul, Arnan, mengawali dengan rasa syukur kepada Allah SWT atas terlaksananya Milad ke- 28 ini. Ia menegaskan, perayaan ini bukan sekadar pesta, melainkan momen untuk mengenang perjalanan panjang Beksi Pukul warisan Abah H. Pikan.
“Selama ini kami menjaga dan melestarikan Beksi Pukul agar ilmu dan tradisi yang diwariskan tetap hidup dan diteruskan generasi berikutnya. Saya berharap Beksi Pukul terus berkembang, semakin banyak pemuda yang belajar, dan yang terpenting tetap menjaga nilai-nilai dari para guru terdahulu,” ujar Arnan.
Budiman, salah satu murid senior, menyampaikan bahwa milad kali ini menjadi momen pembuktian diri. Kenaikan sabuk bukan sekadar perubahan warna, melainkan peningkatan tanggung jawab dan jati diri seorang pesilat.
“Milad ke- 28 ini kami jadikan ajang pembuktian. Kenaikan sabuk adalah bukti bahwa latihan keras, kedisiplinan, dan kesabaran membuahkan hasil. Di sini kami tidak hanya melatih fisik dan teknik bertarung, tetapi yang lebih utama adalah pembentukan karakter, sopan santun, dan rasa persaudaraan,” tegas Budiman.
Rangkaian kegiatan berjalan lengkap seperti upacara pembukaan, milad perguruan, ujian kenaikan sabuk, peragaan jurus, seni tradisi, palang pintu, doa bersama, hingga ramah tamah. Para peserta tampil percaya diri, menunjukkan kesiapan mental dan penguasaan materi yang matang.
Acep, salah satu peserta yang naik sabuk, mengungkapkan kebanggaannya. “Buat saya, kenaikan sabuk ini bukan hanya naik tingkat, tapi motivasi untuk terus belajar dan menjaga amanah guru. Prosesi sungkeman kepada orangtua yang paling berkesan yaitu bentuk rasa hormat dan terima kasih atas doa mereka selama ini,” ucapnya haru.

Peserta sungkeman kepada orangtua di acara kenaikan sabuk di Padepokan Pencak Silat Beksi Pukul Abah H. Pikan.
Kegiatan ditutup dengan kebanggaan bersama. Para orangtua tampak bahagia menyaksikan anak-anak mereka berkembang di Padepokan Beksi Pukul Abah H. Pikan.
Semangat kebersamaan yang terjalin diharapkan semakin memperkuat persaudaraan dan menjaga warisan budaya Nusantara ini tetap lestari.
Bandi
- Penulis: Bandi
