Nilai Sakral vs Nilai Rupiah: THM Helen’s Play Mart Dipersoalkan di Jantung Jambi
- account_circle Eli/Tim
- calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
- print Cetak

NEWS PUBLIK, JAMBI , 19 Januari 2026,— “Tanah Pilih Pesako Betuah”, moto Kota Jambi yang berarti “Tanah Pilihan Warisan Sakti”, merujuk pada wilayah yang dipilih dan diberkati oleh raja-raja Melayu di tepi Sungai Batanghari, memiliki keistimewaan luar biasa.
Namun hari ini perlu dipertanyakan kembali dengan adanya tempat hiburan Helen’s Play Mart yang beroperasional di tengah-tengah kota Jambi sehingga memungkinkan adanya pelanggaran hukum dan adat serta dapat merugikan masyarakat Jambi.
Pengembangan tempat hiburan malam (THM) yang berkedok atau berdalih kepentingan investor sering kali menjadi isu kontroversial di berbagai daerah di Indonesia. Argumen yang sering digunakan adalah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan kerja, dan mendorong sektor pariwisata.
Disadari bahwa zaman kini EDUKASI ADAT itu bukanlah sesuatu yg dianggap penting untuk masyarakat saat ini, karena ADAT tidak mampu memberi kehidupan yang cukup dan berkecukupan.
Pelanggaran Norma Adat
Contohnyo dalam masalah sekarang ini, HPM yg jelas-jelas melanggar norma adat dan etika adab orang Melayu Jambi tetap beroperasional, walaupun sudah adanya aspirasi masyarakat yang minta ditutup. Namun DPRD Kota Jambi dan Pemerintah Kota Jambi terkesan tidak peduli.
ALAT JITU – Aliansi Masyarakat Adat Melayu Jambi Bersatu sudah beberapa kali dan kemarin, senin 19/01/2026 melakukan kembali aksi damai meminta Pemerintah Kota Jambi dan DPRD Kota Jambi menutup tempat hiburan malam Helen’s Play Mart karena tidak pantas dan tidak sesuai dengan norma norma agama dan adat Melayu Jambi.
Jadi, masih pantaskah Kota Jambi mempunyai gelar Tanah Pilih Pusako Betuah?, dalam hal ini tentunya sangat disayangkan kalaulah sampai gelar ini tidak dapat di pertahankan.
- Penulis: Eli/Tim
- Editor: NEWS PUBLIK


