Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Reforma Agraria Desa Soso, Menguatkan Peran Petani Perempuan Menuju Kesejahteraan

  • account_circle Bandi
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • print Cetak
Reforma Agraria Desa Soso, Menguatkan Peran Petani Perempuan Menuju Kesejahteraan

Petani perempuan di Desa Soso, Kabupaten Blitar kini miliki sertipikat tanah.

πŸ“° Reforma Agraria Desa Soso, Menguatkan Peran Petani Perempuan Menuju Kesejahteraan

NEWS PUBLIK, BLITAR –Β Reforma Agraria Desa Soso menjadi titik balik penting bagi kehidupan petani perempuan di Kabupaten Blitar. Program yang diinisiasi pemerintah ini tidak hanya menghadirkan kepastian hukum atas tanah, tetapi juga membuka jalan menuju kesejahteraan yang lebih nyata bagi keluarga petani.

Memiliki tanah kini bukan lagi sekadar harapan. Bagi para perempuan petani di Desa Soso, kepemilikan lahan yang sah telah menjadi fondasi untuk memperbaiki taraf hidup, meningkatkan pendapatan, hingga memastikan pendidikan anak-anak mereka tetap berjalan.

Perjalanan panjang Reforma Agraria Desa Soso tidak lepas dari konflik agraria yang sempat membelit wilayah tersebut. Sejak tahun 2012, masyarakat Desa Soso menghadapi sengketa lahan berkepanjangan dengan perusahaan yang beroperasi di wilayah desa.

Patma (55), seorang petani perempuan, menjadi saksi sekaligus pelaku dalam perjuangan mempertahankan lahan. Ia mengingat betul bagaimana ketakutan selalu menghantui setiap kali hendak bercocok tanam.

β€œDulu kalau mau nanam itu takut. Tapi kalau tidak nanam, gimana kita butuh makan,” ungkap Patma saat ditemui di Desa Soso.

Situasi berubah drastis pada 2022, ketika program Reforma Agraria yang diusung Kementerian ATR/BPN mulai dijalankan. Melalui program tersebut, lahan yang sebelumnya tidak memiliki kepastian hukum akhirnya resmi menjadi milik masyarakat.

Kantor Pertanahan Kabupaten Blitar menerbitkan sertipikat hasil redistribusi tanah seluas 83,85 hektare kepada Patma dan 527 keluarga lainnya sebagai penerima Sertipikat Hak Milik.

β€œSekarang, setelah Reforma Agraria kan sudah di redistribusi tanahnya, ya pasti lebih aman, lebih tenang,” ujar Patma.

Dengan kepemilikan tanah yang sah, rasa aman pun tumbuh. Petani kini tidak lagi dihantui ketidakpastian saat mengelola lahan.

Dampak Reforma Agraria Desa Soso tidak hanya berhenti pada aspek legalitas. Perempuan kini memiliki posisi yang lebih kuat dalam pengelolaan lahan dan pengambilan keputusan ekonomi keluarga.

Indra (32), petani perempuan lainnya, merasakan perubahan signifikan setelah memiliki sertipikat tanah atas namanya sendiri.

β€œApalagi sertipikat sudah atas nama sendiri. Jadi kan kita merasa bangga, lebih percaya diri,” tuturnya.

Kepastian hukum ini memberikan ruang bagi perempuan untuk lebih bebas menentukan jenis tanaman, mengatur strategi produksi, hingga merencanakan masa depan keluarga secara lebih matang.

Tak hanya itu, perubahan juga tampak dari sisi ekonomi. Warga mulai memanfaatkan lahan secara optimal, salah satunya dengan menanam jagung sebagai komoditas unggulan.

Melalui kerja sama dengan PT Syngenta Indonesia, petani mendapatkan dukungan berupa bibit unggul, pendampingan teknis, hingga akses pasar yang lebih luas.

Harga jual jagung pun meningkat signifikan, berkisar antara Rp8.500 hingga Rp9.000 per kilogram.

Hasilnya, dari lahan sekitar 1.500 meter persegi, petani mampu menghasilkan hingga 1 ton jagung dengan nilai mencapai sekitar Rp9 juta. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, di mana jagung lokal hanya menghasilkan sekitar Rp4 hingga Rp5 juta.

β€œKalau hasilnya meningkat sudah pasti bahagia, senang,” ungkap Indra.

Peningkatan pendapatan ini membawa dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga, mulai dari pemenuhan kebutuhan sehari-hari hingga pembiayaan pendidikan anak.

Meski telah berkontribusi besar di sektor pertanian, perempuan di Desa Soso tetap menjalankan peran domestik mereka. Sepulang dari kebun, mereka masih harus mengurus rumah tangga, memasak, hingga merawat anak.

Beban ganda ini tidak menyurutkan semangat mereka. Justru, gotong royong antaranggota keluarga dan kelompok tani menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan.

Reforma Agraria Desa Soso kini bukan sekadar program redistribusi tanah. Lebih dari itu, program ini menjadi pintu masuk bagi pemberdayaan perempuan di sektor pertanian.

Dengan kepastian hukum dan peningkatan hasil produksi, perempuan Desa Soso tidak hanya menjadi penopang keluarga, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan desa.

Reforma Agraria telah membuka ruang baru bagi perempuan untuk tumbuh lebih berdaya, mandiri, dan optimistis menatap masa depan yang lebih pasti.

  • Penulis: Bandi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tzu Chi Resmikan Kantor Penghubung di Jambi, Babak Baru Gerakan Kemanusiaan Dimulai

    Tzu Chi Resmikan Kantor Penghubung di Jambi, Babak Baru Gerakan Kemanusiaan Dimulai

    • 1Komentar

    NEWS PUBLIK | Jambi – Suasana penuh sukacita mewarnai peresmian Kantor Penghubung Tzu Chi Indonesia di Kota Jambi pada Minggu, 8 Maret 2026. Momen ini menjadi tonggak penting bagi para relawan karena untuk pertama kalinya komunitas kemanusiaan tersebut memiliki pusat kegiatan resmi sebagai rumah bersama di Provinsi Jambi. Peresmian tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting daerah. […]

  • Wabup Katamso Hadiri RUPS Luar Biasa Bank 9 Jambi

    Wabup Katamso Hadiri RUPS Luar Biasa Bank 9 Jambi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, JAMBI – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Bank 9 Jambi yang digelar di Gedung Mahligai Bank 9 Jambi, pada Rabu Malam (14/01). Rapat yang digelar tertutup tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, selaku pemegang saham pengendali, serta […]

  • Hj. Hesti Haris Raih Penghargaan Nasional sebagai Bunda PAUD Peduli PAUD 2025

    Hj. Hesti Haris Raih Penghargaan Nasional sebagai Bunda PAUD Peduli PAUD 2025

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jakarta (Diskominfo Provinsi Jambi) – Bunda PAUD Provinsi Jambi, Hj. Hesti Haris, meraih penghargaan tingkat nasional sebagai Bunda PAUD Kategori Peduli PAUD Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan pada Puncak Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional 2025 yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di The Sultan Hotel and Residence Jakarta, Rabu (13/11/2025). Mengusung […]

  • Ahli Waris Gugat PT WKS: Hak Karyawan Meninggal 3 Tahun Tak Diserahkan, Diduga Ada Penyalahgunaan ATM dan Akta Waris

    Ahli Waris Gugat PT WKS: Hak Karyawan Meninggal 3 Tahun Tak Diserahkan, Diduga Ada Penyalahgunaan ATM dan Akta Waris

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Bekasi – Perselisihan antara keluarga almarhum Satya Nur dan perusahaan tempatnya bekerja, PT Wirakarya Sakti (PT WKS), memasuki tahap gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jawa Barat. Para penggugat yang merupakan ahli waris sah menuntut perusahaan agar menyerahkan seluruh hak normatif almarhum setelah tiga tahun tidak kunjung diberikan. Almarhum Satya Nur diketahui bekerja di […]

  • Wagub Sani: Penilaian Ombudsman Tingkatkan Komitmen Pemerintah dalam Pelayanan Publik

    Wagub Sani: Penilaian Ombudsman Tingkatkan Komitmen Pemerintah dalam Pelayanan Publik

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Kota Jambi – Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I menghadiri Selebrasi/Penyerahan Hasil Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik (Opini Ombudsman RI Tahun 2025, bertempat di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi, Rabu (18/2/2026). Hadir pada kesempatan tersebut, Unsur Forkopimda Provinsi Jambi, Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Jambi, Kepala Perwakilan RI Provinsi Jambi, […]

  • Al Haris Minta Pembangunan MBG Difokuskan ke Daerah Terpencil

    Al Haris Minta Pembangunan MBG Difokuskan ke Daerah Terpencil

    • 0Komentar

    πŸ“° Al Haris Dorong Percepatan Pembangunan MBG di Daerah Terpencil NEWS PUBLIK, Tebo (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH menekankan pentingnya percepatan pembangunan fasilitas Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah terpencil yang sulit dijangkau. Ia meminta agar Bupati Tebo tidak hanya fokus pada pembangunan di wilayah perkotaan, melainkan mengutamakan […]

expand_less