Rutilahu Karawang Terbesar ke-2 se-Indonesia, Pemkab Siapkan Rehabilitasi 2.441 Rumah
- account_circle M. Novicho
- calendar_month 2 jam yang lalu
- print Cetak
NEWS PUBLIK | KARAWANG – Rutilahu Karawang kembali menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Karawang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada Tahun Anggaran 2026, Pemkab Karawang mengalokasikan rehabilitasi sebanyak 2.441 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dengan total anggaran mencapai Rp114.482.900.000.
Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kabupaten Karawang tercatat sebagai daerah dengan alokasi anggaran penanganan Rutilahu terbesar kedua di Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan hunian yang layak, sehat, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Keberhasilan itu melanjutkan capaian tahun sebelumnya. Pada 2025, Pemerintah Kabupaten Karawang berhasil merehabilitasi 2.870 unit rumah dengan anggaran sebesar Rp134.603.000.000.
Rutilahu Karawang Dorong Kesejahteraan Masyarakat
Program rehabilitasi rumah tidak layak huni dilaksanakan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Karawang dengan sasaran utama masyarakat miskin kategori prasejahtera sesuai Peraturan Bupati Karawang Nomor 58 Tahun 2024.
Program ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui lingkungan hunian yang lebih sehat, sanitasi yang layak, serta mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas PRKP Kabupaten Karawang menjelaskan, bantuan rehabilitasi rumah mampu mengurangi beban ekonomi keluarga penerima manfaat.
“Ketika pemerintah hadir membantu memperbaiki rumah warga miskin menjadi layak dan sehat, ada beban besar yang terangkat dari pundak mereka. Anggaran yang sebelumnya digunakan untuk memperbaiki atap bocor atau kerusakan rumah dapat dialihkan untuk kebutuhan gizi anak, pendidikan, maupun modal usaha,” ujarnya.
Menurutnya, rumah yang layak huni juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan sehat bagi tumbuh kembang anak, menekan risiko penyakit, membantu pencegahan stunting, serta meningkatkan produktivitas keluarga.
- Penulis: M. Novicho

