Breaking News
Trending Tags

KRITIK PROYEK BANTUAN ALAT PENANGKAPAN IKAN TANJABTIM: Anggaran Rp1,9 M Disorot Tajam

  • account_circle Eli/Tim/Red
  • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
  • print Cetak

KRITIK PROYEK BANTUAN ALAT PENANGKAPAN IKAN TANJABTIM: Anggaran Rp1,9 M Disorot Tajam

NEWS PUBLIK | Jambi – Kritik proyek bantuan alat penangkapan ikan Tanjabtim mencuat tajam setelah Ketua AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, S.P., menyoroti berbagai kejanggalan dalam pelaksanaan kegiatan yang dikelola Dinas Perikanan Kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun Anggaran 2025.

Proyek dengan nilai miliaran rupiah tersebut dinilai tidak berjalan sesuai perencanaan awal dan berpotensi merugikan nelayan sebagai penerima manfaat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) LKPP, kegiatan ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp1.955.000.000 dengan realisasi mencapai Rp1.809.698.317.

Namun, dalam dokumen perencanaan, paket bantuan kapal disebutkan berukuran 10 GT berbahan fiberglass. Fakta di lapangan justru menunjukkan kapal yang diserahkan kepada nelayan berukuran sekitar 16 GT.

Perubahan Spesifikasi Kapal Jadi Sorotan

Kritik proyek bantuan alat penangkapan ikan Tanjabtim semakin menguat setelah adanya perubahan spesifikasi kapal yang dinilai tidak lazim.

Erfan Indriyawan menegaskan bahwa perubahan dari 10 GT menjadi 16 GT bukan persoalan teknis sederhana, melainkan indikasi adanya ketidaktertiban dalam perencanaan serta dugaan penyalahgunaan wewenang.

Perubahan dari 10 GT menjadi 16 GT bukan hal sepele. Ini menyangkut desain, anggaran, hingga kesesuaian kebutuhan nelayan. Jika 10 GT harga awal 1,9 miliar, maka 16 GT seharusnya harga berubah atau sudah terjadi mark up sejak awal?” tegasnya, Senin (06/04/2026).

Ia menilai, perubahan signifikan tersebut seharusnya diikuti dengan penyesuaian perencanaan dan transparansi anggaran yang jelas.

KRITIK PROYEK BANTUAN ALAT PENANGKAPAN IKAN TANJABTIM: Anggaran Rp1,9 M Disorot Tajam

Anggaran Desain Rp90 Juta Dipertanyakan

Selain perubahan ukuran kapal, kritik proyek bantuan alat penangkapan ikan Tanjabtim juga menyoroti penggunaan anggaran untuk desain kapal.

Diketahui, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp90.000.000 untuk pembuatan desain kapal 10 GT. Namun, dengan perubahan menjadi 16 GT, efektivitas penggunaan anggaran desain tersebut dipertanyakan.

Jika desainnya 10 GT, lalu yang dibangun 16 GT, maka desain itu digunakan atau tidak? Kalau tidak, ini berpotensi menjadi pemborosan anggaran,” ujar Erfan.

Ia juga mengungkapkan bahwa bentuk kapal yang telah rampung diduga lebih menyerupai kapal angkut sungai, bukan kapal yang dirancang untuk melaut.

Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa perencanaan proyek tidak dilakukan secara matang.

Pengadaan Mesin dan Kesiapan Alat Tangkap Disorot

Kejanggalan lain muncul pada pengadaan mesin kapal dengan nilai Rp180.000.000. Pihak AWaSI Jambi mempertanyakan kesesuaian mesin dengan kapasitas kapal yang berubah.

Menurut Erfan, ketidaksinkronan antara mesin dan kapal dapat berdampak pada operasional di lapangan.

Tidak hanya itu, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kapal bantuan tersebut belum dapat digunakan secara optimal. Salah satu penyebabnya adalah alat tangkap berupa jaring yang belum siap pakai dan baru tersedia sekitar 70 persen.

Akibatnya, kapal yang telah diserahkan kepada nelayan justru belum bisa digunakan dan hanya terparkir di dermaga.

KRITIK PROYEK BANTUAN ALAT PENANGKAPAN IKAN TANJABTIM: Anggaran Rp1,9 M Disorot Tajam

Beban Ekonomi Baru bagi Nelayan

Kritik proyek bantuan alat penangkapan ikan Tanjabtim juga menyoroti dampak ekonomi yang justru merugikan nelayan.

Kapal berukuran 10 GT pada awalnya dirancang agar dapat menggunakan bahan bakar subsidi. Namun, dengan perubahan menjadi 16 GT, kapal tersebut tidak lagi memenuhi syarat untuk menggunakan minyak subsidi.

Hal ini dinilai bertentangan dengan tujuan awal program bantuan yang seharusnya meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Dalam sejumlah pemberitaan, Bupati Tanjabtim saat meresmikan kapal tersebut menyatakan bahwa ‘apa yang kita rencanakan 10 GT, alhamdulillah nambah jadi 16 GT’. Patut diduga ada peran dalam perubahan spesifikasi tersebut,” kata Erfan.

Ia menambahkan, kondisi kapal yang belum bisa melaut menunjukkan adanya perencanaan yang tidak matang dan terkesan dipaksakan.

AWaSI Jambi Siap Gelar Aksi

Menutup pernyataannya, Erfan menegaskan bahwa kritik proyek bantuan alat penangkapan ikan Tanjabtim tidak hanya berhenti pada penyampaian opini.

Ia menyebut persoalan ini sudah mengarah pada dugaan lemahnya tata kelola anggaran dan potensi penyalahgunaan wewenang.

Kami melihat ini bukan sekadar persoalan teknis, tetapi sudah mengarah pada dugaan lemahnya tata kelola anggaran dan penyalahgunaan wewenang. Kami akan menggelar aksi guna menanyakan hal tersebut serta meminta dewan untuk segera membentuk pansus,” tutupnya.

  • Penulis: Eli/Tim/Red

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perda Ekonomi Kreatif Jambi

    Perda Ekonomi Kreatif Jambi Diperkuat, DPRD Serap Praktik Terbaik ke Rumah Banjar

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | BANJARBARU – Perda Ekonomi Kreatif Jambi tengah disiapkan DPRD Provinsi Jambi sebagai langkah memperkuat sektor ekonomi kreatif dan pemberdayaan pelaku usaha di daerah. Untuk memperkaya substansi regulasi tersebut, Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Provinsi Jambi melakukan studi tiru ke DPRD Provinsi Kalimantan Selatan yang telah memiliki Peraturan Daerah tentang ekonomi kreatif sejak […]

  • HUT RI ke-80: Gubernur Al Haris Ajak Seluruh Warga Bangun Negeri

    HUT RI ke-80: Gubernur Al Haris Ajak Seluruh Warga Bangun Negeri

    • 0Komentar

    📰 Peringati HUT RI Ke-80, Gubernur Al Haris Minta Seluruh Warga Negara Terlibat Membangun Negeri NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Lapangan Kantor Gubernur Jambi, Minggu (17/08/2025) pagi. Upacara berlangsung khidmat dengan […]

  • Polsek Sukakarya Bersama BPBD dan Warga Bersihkan Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem | News Publik.perss

    Polsek Sukakarya Bersama BPBD dan Warga Bersihkan Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem | News Publik.perss

    • 0Komentar

    BREAKING : NEWS PUBLIK Polsek Sukakarya Bersama BPBD dan Warga Bersihkan Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem Sabang – News Publik | Personel Polsek Sukakarya Polres Sabang yang dipimpin Kapolsek Sukakarya Ipda Hairul Saleh Ritonga, S.H, bersama BPBD Kota Sabang dan masyarakat melaksanakan gotong royong membersihkan pohon tumbang yang menutupi badan jalan akibat cuaca ekstrem berupa […]

  • Bupati Pasaman Barat Hadiri Rakor Antikorupsi Bersama KPK

    Bupati Pasaman Barat Hadiri Rakor Antikorupsi Bersama KPK

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Pasaman Barat Sumbar – Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Pemberantasan Korupsi Wilayah I yang diselenggarakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (9/5). Rakor bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antara KPK, pemerintah daerah, dan DPRD dalam upaya pemberantasan korupsi. Acara yang digelar di lantai 16 […]

  • Kementrian PAN-RB Berikan RSUD Raden Mattaher Predikat “Sangat Baik” di Bidang Pelayanan Publik

    Kementrian PAN-RB Berikan RSUD Raden Mattaher Predikat “Sangat Baik” di Bidang Pelayanan Publik

    • 0Komentar

    📰 RSUD Raden Mattaher Jambi Raih Predikat “Sangat Baik” dari Kementerian PAN-RB NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raden Mattaher Jambi menerima penghargaan sebagai Organisasi Penyelenggara Pelayanan Publik dengan Predikat “Sangat Baik” pada Penilaian Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPP) tahun 2024. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri […]

  • Uji Publik Monev KIP 2025, Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Jambi Menuju Pemerintahan Terbuka

    Uji Publik Monev KIP 2025, Gubernur Al Haris Tegaskan Komitmen Jambi Menuju Pemerintahan Terbuka

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jakarta (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi, Dr, H. Al Haris, S.Sos, MH memaparkan secara komprehensif kebijakan dan strategi Pemerintah Provinsi Jambi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang terbuka pada Presentasi Uji Publik Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia di Jakarta, Selasa, (18/11/25). […]

expand_less