Breaking News
light_mode
Trending Tags

Makna Anugerah Kebudayaan Indonesia: Prestasi Jambi Mantap Transformasi Kebudayaan Lokal Menuju Budaya

  • account_circle Prof. Dr. Mukhtar Latif, MPd (Guru Besar UIN STS Jambi)
  • calendar_month Ming, 26 Okt 2025

Makna Anugerah Kebudayaan Indonesia: Prestasi Jambi Mantap Transformasi Kebudayaan Lokal Menuju Budaya

Oleh: Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd.
(Guru Besar UIN STS Jambi)

​————————-

Makna Kebudayaan bagi Masyarakat Jambi

​Provinsi Jambi kembali menarik perhatian nasional setelah meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia (AKI) sebagai Pemerintah Daerah Terbaik.

Pencapaian ini, yang terjadi di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi, bukan sekadar trofi di lemari pameran, melainkan sebuah penegasan filosofis bahwa Jambi telah berhasil menyelaraskan kemajuan material dengan kekayaan spiritual-kulturalnya.

Penghargaan ini menjadi manifestasi dari program besar “Jambi Mantap” yang tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi (4,99% pada Q2 2025) tetapi juga mengakar kuat pada identitas.

​Makna Anugerah Kebudayaan ini melampaui seremoni penghargaan. Ia adalah pengakuan atas keberhasilan Jambi mentransformasikan nilai-nilai lokal—mulai dari adat Sepucuk Jambi Sembilan Lurah hingga nilai-nilai Melayu Jambi—menjadi kekuatan pendorong pembangunan yang utuh dan berkelanjutan (Kemenparekraf, 2025, hlm. 5).

Makna Simbolis dan Strategis Prestasi Jambi

Anugerah Kebudayaan Indonesia adalah pengakuan tertinggi negara. Bagi Jambi, ia mengandung makna ganda:

Pengakuan Otentisitas dan Identitas: Penghargaan ini mengukuhkan bahwa upaya pelestarian budaya Jambi (seperti Candi Muaro Jambi dan revitalisasi adat) bersifat otentik dan terintegrasi. Ini memperkuat jati diri masyarakat Jambi di tengah homogenitas budaya global.

Harmoni Pembangunan: Prestasi ini menegaskan bahwa pembangunan ekonomi (didukung oleh sektor pertanian kuat dan daya beli petani yang meningkat tajam, NTP 172,96 pada Sept 2025) dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Ini adalah model ideal: ekonomi tumbuh, budaya lestari (Wibowo, 2024, hlm. 12).​

Fondasi Tata Kelola: Keberhasilan ini didukung oleh tata kelola pemerintahan yang baik. Upaya Jambi meningkatkan Indeks Pembangunan Statistik (IPS) yang berpredikat ‘BAIK’ (2,68) menunjukkan bahwa kebijakan kebudayaan telah didokumentasikan dan direncanakan berdasarkan data faktual, sesuai dengan prinsip Satu Data Indonesia (BPS Jambi, 2025).

Aspek Kebudayaan Jambi: Strategi Pelestarian dan Pengembangan

​Keberhasilan meraih AKI didasarkan pada strategi pelestarian dan pengembangan budaya yang sistematis, berlandaskan pada tiga pilar utama:

1. Revitalisasi Berbasis Komunitas (Community-Based Revitalization)

​Pelestarian tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi melibatkan langsung komunitas adat dan pemangku kepentingan lokal. Strategi ini berfokus pada:

Pendidikan Nilai Lokal: Mengintegrasikan pelajaran adat dan bahasa Melayu Jambi ke dalam kurikulum lokal untuk mempertahankan transmisi pengetahuan (Hidayat, 2023, hlm. 45).

Regenerasi Seniman: Memberi insentif dan pelatihan kepada generasi muda untuk mempelajari seni tradisional seperti Tari Sekapur Sirih dan seni Tunjuk Ajar (Petuah) (Syahrial, 2022, hlm. 98).

2. Digitalisasi dan Dokumentasi

​Di era 4.0, pelestarian harus memanfaatkan teknologi. Jambi menerapkan strategi digitalisasi untuk memastikan warisan budaya tetap diakses oleh khalayak global dan modern:

Arsip Digital Warisan: Mendokumentasikan naskah kuno, rekaman lisan, dan ritual adat ke dalam format digital yang terstruktur dan aman (Putra, 2024, hlm. 60).

Promosi Daring: Menggunakan media sosial dan platform digital untuk mempromosikan destinasi budaya dan seni Jambi, mengubah warisan menjadi konten yang menarik (engaging) (Yuniarti, 2025, hlm. 15).

​3. Integrasi Lintas Sektor

​Kebudayaan dijadikan input utama dalam sektor lain. Contohnya adalah dalam pariwisata (cultural tourism) dan ekonomi kreatif, di mana warisan budaya (misalnya, Batik Jambi dan kuliner) menjadi produk unggulan yang didukung oleh program pemberdayaan UMKM (Laksmi, 2021, hlm. 78).

Prospek Kebudayaan Jambi: Dari Jambi Menuju Dunia

​Anugerah Kebudayaan membuka pintu bagi prospek yang lebih besar. Jambi memiliki potensi unik untuk bertransformasi dari sekadar penerima penghargaan menjadi pemimpin kebudayaan yang diakui secara internasional.

​1. Warisan Dunia dan Diplomasi Kultural

​Prospek terbesar Jambi adalah penetapan Candi Muaro Jambi sebagai Warisan Dunia UNESCO. Pengakuan AKI ini memberikan legitimasi dan dukungan politik yang kuat untuk mempercepat proses nominasi tersebut (Setneg RI, 2024, hlm. 30).

​Jika berhasil, Jambi akan menjadi hub utama peradaban Melayu dan Buddha purba, menarik perhatian akademisi, peneliti, dan wisatawan dari seluruh dunia. Ini adalah langkah “Jambi Menuju Dunia” yang paling strategis.

2. Memperkuat Cultural Economy Global

​Keberhasilan pelestarian akan memicu pertumbuhan ekonomi kreatif global. Kain Songket Jambi, filosofi Sepucuk Jambi, dan seni pertunjukan dapat dipasarkan ke luar negeri.

Strategi Soft Power: Kebudayaan berfungsi sebagai soft power Jambi di tingkat regional dan global, membangun citra positif daerah yang maju secara ekonomi namun tetap memegang teguh nilai-nilai ketimuran (Basri, 2023, hlm. 55).

Penutup

Anugerah Kebudayaan Indonesia yang diraih Provinsi Jambi adalah puncak dari kesadaran kolektif: bahwa pembangunan sejati haruslah seimbang, antara akselerasi ekonomi dan pelestarian jiwa.

Prestasi “Jambi Mantap” ini bukan akhir, melainkan awal. Ia memberikan modal sosial dan legitimasi untuk menerapkan strategi pelestarian, digitalisasi, dan integrasi lintas sektor secara lebih masif.

​Kini, tugas Jambi adalah menggunakan momentum AKI untuk mewujudkan prospek terbesarnya: menjadikan Candi Muaro Jambi sebagai Warisan Dunia dan memposisikan Jambi sebagai sentra kebudayaan dunia berbasis sejarah, maritim-agraris seperti kejayaan masa lalu yang berkontribusi pada peradaban global.

Selain potensi lain yang sudah mendunia seperti Geopark Merangin, dan potensi budaya lainnya yang tersebar di dalam Proviinsi Jambi. Selamat atas prestasi AKI, Jambi mantap 2.

​Referensi

  • Arifin, A. (2022). Revitalisasi Seni Tradisional sebagai Basis Ekonomi Kreatif. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
  • Basri, M. (2023). Supervisi Berbasis Ruhiologi Quetiont dalam Mewujudkan Pendidikan yang Memuliakan Manusia. Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH), 4(2), 45–60.
  • ​BPS Jambi. (2025). Indeks Pembangunan Statistik Provinsi Jambi Tahun 2024. Jambi: Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi.​
  • Danil, E. (2024). Kebijakan Publik dan Pembangunan Berkelanjutan di Daerah. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
  • ​Hasan, R. (2021). Strategi Digitalisasi Warisan Budaya Tak Benda dalam Mendukung Pariwisata. Jurnal Pariwisata Nusantara, 9(1), 12–25.
  • ​Hidayat, S. (2023). Peran Pendidikan Lokal dalam Mempertahankan Jati Diri Melayu Jambi. Jurnal Pendidikan Kebudayaan, 15(3), 39–51.
  • ​Kemenparekraf. (2025). Laporan Tren Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya 2025. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
  • ​Kholil, M. (2020). Aspek Pendidikan Ruhiyah dalam Al Qur’an. Pigur: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1(2), 52–65.
  • ​Laksmi, R. (2021). Sinergi UMKM dan Warisan Budaya: Studi Kasus Batik Jambi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 10(4), 75–90.
  • ​Mufidah, H. (2020). Spiritualitas sebagai Landasan Etika Profesi dalam Islam. Jurnal Studi Etika, 1(1), 1–15.
  • ​Nizar, S. (2025). Pembangunan Berbasis Budaya: Sebuah Pendekatan Filosofis. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  • ​Putra, D. A. (2024). Tantangan dan Solusi Dokumentasi Warisan Budaya Jambi di Era 4.0. Jurnal Teknologi Informasi dan Budaya, 12(1), 58–73.
  • ​Raharjo, M. (2022). Kesadaran Beribadah: Studi Psikologi Agama pada Remaja. Jurnal Psikologi Islam, 8(2), 121–135.
  • ​Setneg RI. (2024). Panduan Nominasi Situs Warisan Dunia UNESCO. Jakarta: Sekretariat Negara RI.
  • ​Syaiful, A. (2024). Kecerdasan Spiritual Islami: Integrasi Al-Qalb, Al-Aql, dan Al-Ruh dalam Pendidikan Karakter. Jurnal Pendidikan Islam Kontemporer, 5(1), 77–90.
  • ​Syahrial, A. (2022). Peran Petuah (Tunjuk Ajar) dalam Membentuk Karakter Masyarakat Jambi. Jurnal Adat dan Peradaban, 14(2), 95–110.
  • ​Utomo, Y. (2023). Budaya Maritim Asia Tenggara: Relevansi Jambi di Jalur Rempah. Surabaya: Airlangga University Press.
  • ​Wibowo, B. (2024). Mengukur Dampak Kebudayaan Terhadap Indeks Kebahagiaan Daerah. Jurnal Sosiologi Pembangunan, 7(1), 10–25.
  • ​Yuniarti, P. (2025). Pemanfaatan Media Digital dalam Promosi Cultural Heritage Jambi. Jurnal Komunikasi dan Media Baru, 13(2), 11–28.
  • ​Zulkifli, M. (2020). Pengaruh Modal Sosial terhadap Keberlanjutan Pembangunan Daerah. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 6(1), 35–50.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Al Haris Serahkan Bantuan Sosial Korban Kebakaran Rumah di Desa Sungai Itik

    Gubernur Al Haris Serahkan Bantuan Sosial Korban Kebakaran Rumah di Desa Sungai Itik

    • 0Komentar

    Sadu (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH menyerahkan bantuan sosial kepada para korban kebakaran rumah yang terjadi di lorong Kamboja RT.02 Dusun Beringin, Desa Sungai Itik, Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Senin (03/02/2024). Orang nomor satu di Provinsi Jambi ini menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah yang menimpa […]

  • Tim Paskibra SMKN 5 Kabupaten Tangerang juara umum lomba tingkat Provinsi Banten

    Paskibra SMKN 5 Kabupaten Tangerang Sabet Juara Umum di Lomba Tingkat Provinsi Banten!

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, TANGERANG – Kabar membanggakan datang dari SMKN 5 Kabupaten Tangerang, Tim Paskibra sekolah ini berhasil meraih Juara Umum dalam ajang lomba tingkat SMA/SMK se-Provinsi Banten, Senin (11/5/2026). Dengan semangat disiplin, kerja keras dan kekompakan, Tim Paskibra SMKN 5 berhasil membawa pulang berbagai penghargaan sekaligus. Dalam kompetisi tersebut, Tim Paskibra SMKN 5 Kabupaten Tangerang […]

  • KEBIJAKAN HILIRISASI: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

    KEBIJAKAN HILIRISASI: Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah

    • 0Komentar

    KEBIJAKAN HILIRISASI Keputusan Cerdas Akselerasi Pembangunan Daerah ​Oleh: Prof. Mukhtar Latif (Guru Besar UIN STS Jambi) ​Hilirisasi: Keharusan Strategis Selama berdekade-dekade, struktur ekonomi daerah kita sering terjebak dalam “kutukan sumber daya alam”. Kita kaya secara fisik, namun seringkali kehilangan nilai tambah karena terlalu asyik mengekspor bahan mentah (raw material). Hilirisasi adalah keputusan cerdas untuk memutus […]

  • Potensi Pelabuhan Peti Kemas Muaro Jambi

    Potensi Pelabuhan Peti Kemas Muaro Jambi

    • 1Komentar

    Potensi Pelabuhan Peti Kemas Muaro Jambi: Strategi dan Prospek Peningkatan Multi Player Efek (MPE) Pembangunan ——————————————— Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd (Guru Besar UIN STS Jambi) Mengapa Membangun Peti Kemas Muaro Jambi Pembangunan peti kemas di Muaro Jambi bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi langkah strategis memperkuat fondasi ekonomi daerah berbasis konektivitas logistik. Posisi Jambi yang […]

  • Tokoh Adat Buay Nyata Dukung Langkah Dalom Azhari Tertibkan Lahan Adat

    Tokoh Adat Buay Nyata Dukung Langkah Dalom Azhari Tertibkan Lahan Adat

    • 0Komentar

    📰 Tokoh Adat Buay Nyata Dukung Langkah Dalom Azhari Tertibkan Tanah Ulayat Adat NEWS PUBLIK, TANGGAMUS – Tokoh Adat Marga Buay Nyata, M. Helmi gelar Batin Pamuka Adat, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Dalom Azhari, SH dan kelompok adat Marga Buay Belunguh dalam menertibkan lahan garapan tanah ulayat adat eks PT. TI. Batin Helmi menyebut […]

  • Bupati Aep Lantik 63 Pejabat di Lingkungan Pemkab Karawang

    Bupati Aep Lantik 63 Pejabat di Lingkungan Pemkab Karawang

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, KARAWANG — Rotasi dan mutasi jabatan menjadi instrumen strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, adaptif, dan berkelanjutan. Kebijakan tersebut tidak hanya ditujukan untuk pengisian jabatan, tetapi juga sebagai bagian dari pembinaan karier aparatur, penyegaran organisasi, serta peningkatan kinerja birokrasi secara menyeluruh. Penegasan itu disampaikan Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, dalam Upacara Pengambilan […]

expand_less