Breaking News
light_mode
Trending Tags

Literasi Digital: Antara Proteksi dan Pencerahan

  • account_circle Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd.
  • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
  • visibility 115

Literasi Digital: Antara Proteksi dan Pencerahan

Oleh: Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd.

Pendahuluan: Mengapa Literasi Digital Diperlukan

Gelombang digital membawa perubahan dahsyat bagi cara manusia berpikir, berinteraksi, dan memahami dunia. Di Indonesia, derasnya arus informasi ternyata diikuti oleh ledakan konten negatif yang mengancam tatanan sosial dan moral bangsa. Berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Digital (2025, hlm. 2), sejak tahun 2016 hingga Februari 2025 telah diblokir lebih dari 9.031.089 konten negatif, terdiri atas 5.124.670 konten judi online, 1.412.519 pornografi, serta sisanya berupa hoaks, ujaran kebencian, dan penipuan daring. Sementara kemampuan literasi digital kita masih rendah hanya sekitar 43%.

Fenomena ini membuktikan bahwa masyarakat Indonesia masih rentan terhadap disinformasi dan provokasi digital. Rheingold (2022, hlm. 17) menegaskan, literasi digital tidak hanya tentang kecakapan teknis, melainkan juga kemampuan memahami, menilai, dan berpartisipasi secara etis di ruang maya. Tanpa kesadaran kritis tersebut, masyarakat dapat menjadi korban dan pelaku penyebaran keburukan digital sekaligus.

Sasaran Literasi Digital: Objek, Regulasi, Kolaborasi, dan Kebijakan

Sasaran literasi digital mencakup ranah individu, institusi, dan negara. Individu dituntut memiliki kemampuan menyeleksi informasi secara etis; lembaga pendidikan berperan menanamkan kesadaran digital melalui kurikulum dan pembinaan karakter; sedangkan negara bertanggung jawab melalui kebijakan dan proteksi hukum.

Pemerintah Indonesia telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Teknologi Informasi, yang menjadi pijakan hukum bagi keamanan siber nasional. Menurut Nasrullah (2023, hlm. 85), kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat adalah jalan terbaik untuk membangun ekosistem digital yang sehat.

Sementara itu, Potter (2022, hlm. 43) menyebutkan bahwa literasi digital tidak berhenti pada kemampuan teknis, melainkan mencakup kesadaran metakognitif — kemampuan untuk membaca dan menilai pesan digital secara kritis. Proteksi hukum tanpa pencerahan moral akan kehilangan makna; sebaliknya, pencerahan tanpa regulasi membuka peluang penyalahgunaan teknologi.

Jenis Kejahatan Digital dan Efek Lintas Generasi

Kejahatan digital kini menjelma sebagai ancaman global lintas generasi. Berdasarkan data Kominfo (2025, hlm. 4), pada periode Oktober 2024–Mei 2025 terdapat 1.940.399 konten negatif yang berhasil ditangani; 76 persen di antaranya adalah judi online, 22 persen pornografi, dan sisanya hoaks serta penipuan digital.

Kejahatan siber bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga menyangkut degradasi moral dan spiritual bangsa. Santoso (2024, hlm. 29) mencatat bahwa meningkatnya hoaks politik menjelang pemilu 2024 telah memicu polarisasi sosial yang tajam di kalangan muda. Sementara Livingstone dan Helsper (2023, hlm. 51) menegaskan, paparan konten negatif secara terus-menerus dapat menurunkan empati sosial, menormalisasi kekerasan digital, dan menciptakan generasi yang kehilangan sensitivitas moral.

Dalam konteks ini, literasi digital harus dihadirkan sebagai benteng spiritual dan intelektual agar generasi muda tidak hanyut dalam arus destruktif teknologi.

Teori Literasi: Proteksi, Pencerahan, dan Cerdas Digital

Konsep literasi digital dapat didekati melalui tiga teori utama. Pertama, Proteksi Digital yang menekankan kemampuan individu mengenali risiko, menjaga privasi, dan menghindari jebakan kejahatan daring (Ribble, 2022, hlm. 67). Kedua, Pencerahan Digital, yang menumbuhkan kesadaran etis dalam menggunakan teknologi demi kemaslahatan bersama (Habermas, 2022, hlm. 74). Ketiga, Kecerdasan Digital (Digital Intelligence) yang menyatukan kemampuan kognitif, emosional, dan spiritual dalam dunia maya (Gleason, 2023, hlm. 92).

Dalam kerangka sufistik, literasi digital sejatinya adalah tazkiyah al-nafs digital, yakni penyucian jiwa di dunia maya agar tidak ternoda oleh keserakahan algoritmik. Al-Attas (2022, hlm. 118) mengingatkan bahwa ilmu tanpa adab akan melahirkan kekacauan (chaos). Maka, manusia tercerahkan digital bukan yang paling canggih, tetapi yang paling beradab di ruang siber.

Teknologi Digital: Sebuah Keniscayaan Lintas Generasi

Digitalisasi merupakan keniscayaan sejarah yang tidak dapat dihindari. Dunia pendidikan, ekonomi, dan budaya telah memasuki fase transformasi total. Namun, Turkle (2023, hlm. 54) mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tanpa kesadaran moral akan melahirkan masyarakat algoritmik yang kehilangan nilai kemanusiaan.

Generasi Alpha dan Z lahir dalam dunia tanpa batas. Oleh karena itu, kebijakan literasi digital perlu bersifat lintas generasi — mengintegrasikan pendidikan agama, etika, dan teknologi. Dalam pandangan Rheingold (2022, hlm. 83), manusia digital yang matang adalah mereka yang mampu “berpikir sebelum mengklik”, sadar bahwa setiap tindakan daring meninggalkan jejak moral.

Penutup

Literasi digital adalah fondasi peradaban modern. Ia bukan hanya kemampuan mengoperasikan gawai, tetapi juga kemampuan moral untuk menimbang baik dan buruk di ruang maya. Proteksi melindungi dari bahaya, pencerahan menuntun pada kebijaksanaan, dan kecerdasan digital menghidupkan kesadaran spiritual di tengah dunia siber.

Sebagaimana firman Allah:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujādilah: 11)

Ayat ini mengandung pesan mendalam bahwa ilmu dan iman harus berjalan bersama, termasuk dalam dunia digital. Dengan demikian, literasi digital sejati bukan sekadar proteksi terhadap kejahatan, tetapi juga pencerahan menuju masyarakat digital yang beradab, cerdas, dan beriman.

———

Referensi

  • Al-Attas, S. M. N. (2022). Islam and the Philosophy of Technology. Kuala Lumpur: ISTAC Press.
  • Gleason, N. (2023). Higher Education in the Era of Digital Intelligence. Singapore: Springer.
  • Habermas, J. (2022). The Digital Public Sphere and Rational Communication. Cambridge: Polity Press.
  • Kementerian Komunikasi dan Digital. (2025). Laporan Penanganan Konten Negatif 2024–2025. Jakarta: Kemkomdigi.
  • Livingstone, S., & Helsper, E. (2023). Youth and the Risks of Digital Media. Journal of New Media Studies, 12(3), 44–60.
  • Nasrullah, R. (2023). Literasi Digital dan Regulasi Siber Indonesia. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  • Potter, W. J. (2022). Media Literacy. New York: Routledge.
  • Rheingold, H. (2022). Net Smart: How to Thrive Online. Cambridge: MIT Press.
  • Ribble, M. (2022). Digital Citizenship in Schools. Washington: ISTE.
  • Santoso, A. (2024). Fenomena Hoaks dan Krisis Literasi Digital di Indonesia. Jurnal Komunikasi Nusantara, 5(1), 22–37.
  • Turkle, S. (2023). Reclaiming Conversation in the Digital Age. New York: Penguin.

———

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hak Media Dipertanyakan, Pemda Karawang Dinilai Abai Kemitraan Pers

    Hak Media Dipertanyakan, Pemda Karawang Dinilai Abai Kemitraan Pers

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | Karawang — Hubungan kemitraan antara Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang dan insan pers tengah berada di titik nadir. Sejumlah media lokal secara terbuka mempertanyakan komitmen Pemda Karawang, khususnya Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), yang dinilai tak lagi menunjukkan itikad baik dalam menjalin kerja sama publikasi. Keluhan mencuat setelah banyak media mengaku hingga kini […]

  • Al Haris Targetkan SMK Titian Teras Bungo Jadi Pusat Vokasi Jambi Barat

    Al Haris Targetkan SMK Titian Teras Bungo Jadi Pusat Vokasi Jambi Barat

    • 0Komentar

    📰 Gubernur Al Haris Dorong SMK Titian Teras Bungo Jadi Pusat Pendidikan Vokasi dan Pariwisata NEWS PUBLIK, Muara Bungo (Diskominfo Provinsi Jambi) – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH menegaskan komitmennya memperkuat pendidikan vokasi di wilayah barat Provinsi Jambi melalui pengembangan SMK Titian Teras di Kabupaten Bungo. Didampingi Bupati Bungo H. Dedy Putra, […]

  • Dedikasi Lindungi Anak, Polres Labuhanbatu Selatan Beri Penghargaan Kepada Kapolsek Kampung Rakyat

    Dedikasi Lindungi Anak, Polres Labuhanbatu Selatan Beri Penghargaan Kepada Kapolsek Kampung Rakyat

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, LABUSEL – Polres Labuhanbatu Selatan memberikan penghargaan kepada Kapolsek Kampung Rakyat, AKP M. Ilham Lubis, S.H., atas dedikasinya dalam menangani kasus Peduli Anak KPAI sepanjang tahun di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Upacara Pemberian Reward yang digelar di Lapangan Mapolres Labuhanbatu Selatan, Kecamatan Kotapinang, pada Senin, 19 […]

  • Polres Karawang Gelar Sosialisasi Hukum, Bahas KUHAP dan KUHP Baru

    Polres Karawang Gelar Sosialisasi Hukum, Bahas KUHAP dan KUHP Baru

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Polres Karawang baru saja menggelar kegiatan Sosialisasi Hukum yang dipimpin langsung oleh Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah, pada Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini membahas tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Baru dan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru. Sosialisasi ini dihadiri oleh pejabat utama Polres Karawang, termasuk Kasat Reskrim, […]

  • Menutup Akhir Tahun 2025, Pemkab bersama Baznas Karawang Salurkan 1,3 M Bantuan Untuk Sumatera dan Palestina

    Menutup Akhir Tahun 2025, Pemkab bersama Baznas Karawang Salurkan 1,3 M Bantuan Untuk Sumatera dan Palestina

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, KARAWANG — Menjelang penutupan tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karawang menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera serta untuk warga Palestina. Penyaluran bantuan tersebut berlangsung pada Kamis malam, 31 Desember 2025. Bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,3 miliar, dengan nilai total sebesar Rp1.360.698.336. Dana tersebut […]

  • Lari Usai Hantam Pemotor dan Diduga Mabuk, Mobil BR-V Dikejar Warga dari Pinang Merah

    Lari Usai Hantam Pemotor dan Diduga Mabuk, Mobil BR-V Dikejar Warga dari Pinang Merah

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, JAMBI – Aksi tabrak lari yang diduga dilakukan dalam kondisi mabuk kembali terjadi di Kota Jambi. Kali ini, pengemudi mobil Honda BR-V warna putih bernomor polisi BH 1699 YQ menabrak seorang pengendara sepeda motor lalu melarikan diri dari lokasi kejadian. Pelaku akhirnya diamankan warga di kawasan Sipin, setelah sebelumnya dikejar dari wilayah Pinang […]

expand_less