Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Solusi Dicari! Kapolres Tanggamus Terima Silaturahmi 3 Marga Adat Kebuayan Bahas Konflik Adat

  • account_circle Suwandi
  • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
  • print Cetak

 

Kapolres Tanggamus Terima Silaturahmi 3 Marga Adat Kebuayan Bahas Konflik Adat

Suasana silaturahmi tiga marga adat Kebuayan bersama jajaran Polres Tanggamus di halaman Mapolres Tanggamus, Kamis (02/04/2026).

NEWS PUBLIK | TANGGAMUS – Kapolres Tanggamus terima silaturahmi 3 Marga Adat Kebuayan menjadi momentum penting dalam meredam polemik adat yang belakangan memicu keresahan di tengah masyarakat. Pertemuan tersebut berlangsung di halaman Mapolres Tanggamus, Kamis (02/04/2026), dan dihadiri langsung oleh Kapolres AKBP Rahmad Sujatmiko bersama Wakapolres Kompol Fredy Aprisa Putra.

Kunjungan ini melibatkan tiga Marga Adat Kebuayan, yakni Buay Belunguh Kagungan, Buay Nyata, dan Buay Turgak. Pertemuan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, namun tetap membawa pesan serius terkait dinamika internal adat yang tengah berkembang.

Hadir dalam rombongan tokoh adat di antaranya Pimpinan Adat Buay Belunguh Kagungan Mursyid dengan gelar Khaja Pemulihan, Ketua Harian Buay Nyata Mat Helmi bergelar Batin Pamuka Adat, serta Ketua Tim Buay Turgak Robinson dengan gelar Raja Penata Bandakh, beserta sejumlah tokoh adat lainnya.

Kapolres Tanggamus Terima Silaturahmi 3 Marga Adat Kebuayan, Bahas Dugaan Pencatutan Nama

Dalam pertemuan tersebut, juru bicara Buay Turgak, Usman Mursyd yang bergelar Raden Penata Agama, menyampaikan adanya persoalan yang dinilai mengganggu ketertiban sosial di masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa belakangan ini muncul sekelompok pihak yang mengatasnamakan Buay Belunguh Tanjung Hikhan. Hal ini dinilai meresahkan, khususnya bagi Marga Buay Belunguh yang berada di Jalan Mangkubumi, Pekon Kagungan.

“Kapolres Tanggamus terima silaturahmi 3 Marga Adat Kebuayan sekaligus kami menyampaikan bahwa ada pihak yang mengatasnamakan Buay Belunguh Tanjung Hikhan, sehingga Marga Buay Belunguh yang asli merasa nama kekeluargaannya tercatut,” kata Usman.

Menurutnya, persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan identitas adat, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik sosial jika tidak segera diselesaikan.

Sejarah Buay Belunguh Jadi Sumber Perbedaan Persepsi

Usman menjelaskan bahwa asal-usul Buay Belunguh Tanjung Hikhan sebelumnya merupakan bagian dari Buay Belunguh Kagungan. Namun dalam perkembangannya, kelompok tersebut seakan berdiri sendiri dan memunculkan perbedaan persepsi di masyarakat.

Ia menyebut bahwa kelompok tersebut sempat mendapatkan pengesahan melalui SK yang dikeluarkan oleh pihak tertentu.

“Awalnya Buay Belunguh Tanjung Hikhan menginduk kepada Buay Belunguh Kagungan. Namun seiring waktu, seolah terbagi menjadi dua kelompok,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pun Yanuar dari Kenali disebut telah menyatakan bahwa Buay Belunguh dengan embel-embel Tanjung Hikhan tidak berlaku dan tidak pernah ada. Namun di lapangan, aktivitas kelompok tersebut masih terus berjalan.

“Belakangan ini pak Kapolres, Pun Yanuar telah menyatakan bahwa Buay Belunguh yang ada embel Tanjung Hikhan tidak berlaku dan tidak pernah ada. Tapi itu tetap berjalan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penilaian terkait keaslian suatu kelompok adat tidak bisa dilakukan sembarangan.

“Terlepas dari kepentingannya apa, memberikan persepsi bahwa ada Buay Belunguh asli dan ada Buay Belunguh palsu, tapi yang bisa menyatakan itu palsu hanya yang memberi keputusan,” tegasnya.

Kapolres Ajak Duduk Bersama Cari Solusi Damai

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko menyatakan bahwa pihaknya telah mencermati persoalan ini sejak lama. Ia menegaskan bahwa pendekatan dialog menjadi langkah terbaik untuk menyelesaikan persoalan yang berlarut-larut.

“Kapolres Tanggamus terima silaturahmi 3 Marga Adat Kebuayan ini menjadi bagian dari upaya kami memahami titik persoalan. Kami sudah lama mengamati dan mempelajari dinamika yang terjadi,” kata Kapolres.

Ia mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan musyawarah demi menghindari konflik yang berpotensi melanggar hukum.

“Kita duduk bersama mencari solusi terbaik agar persoalan yang sudah berlarut-larut ini dapat segera terselesaikan,” ujarnya.

Kapolres juga menegaskan komitmen Polres Tanggamus bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk hadir di tengah masyarakat apabila diperlukan.

“Jika memang belum menemukan solusi, Polres Tanggamus bersama Forkopimda siap hadir di tengah masyarakat. Mari sama-sama menjaga wilayah kita agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Silaturahmi Jadi Langkah Awal Redam Potensi Konflik

Pertemuan antara aparat kepolisian dan tokoh adat ini dinilai sebagai langkah strategis dalam meredam potensi konflik sosial berbasis identitas adat. Silaturahmi tersebut tidak hanya memperkuat komunikasi, tetapi juga membuka ruang dialog yang lebih luas bagi penyelesaian masalah.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya peran tokoh adat dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat. Dengan adanya komunikasi yang intensif antara pemerintah, aparat keamanan, dan pemangku adat, diharapkan setiap persoalan dapat diselesaikan secara bijak dan damai.

  • Penulis: Suwandi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Sani Kukuhkan Pengurus FPRB Provinsi Jambi

    Wagub Sani Kukuhkan Pengurus FPRB Provinsi Jambi

    • 0Komentar

    ‎NEWS PUBLIK | JAMBI – Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I secara resmi mengukuhkan pengurus Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Provinsi Jambi periode 2025-2028, bertempat di Ruang Bulian, Grand  Hotel Jambi, Selasa (10/2/2026). Dalam sambutan dan arahannya, ‎Wagub Sani menyampaikan bahwa pembentukan Forum Pengurangan ‎Risiko Bencana Provinsi Jambi yang dilaksanakan pengukuhan kepengurusannya ini […]

  • PT WIKA Dikecam!! Irigasi Dibangun Tanpa Koordinasi Warga

    PT WIKA Dikecam!! Irigasi Dibangun Tanpa Koordinasi Warga

    • 0Komentar

    đź“° PT WIKA Diduga Bangun Irigasi Tanpa Izin, Warga Sungai Penuh Geram NEWS PUBLIK, SUNGAI PENUH — Aroma pelanggaran hukum kembali tercium dari salah satu proyek pembangunan di Kota Sungai Penuh. PT WIKA (Wijaya Karya), yang dikenal sebagai perusahaan besar pelat merah, diduga nekat membangun proyek irigasi di kawasan Air Patah, Simpang Tiga Rawang tanpa […]

  • Polisi Ungkap 27,8 Kg Ganja di Labusel, Buruh Asal Padang Ditangkap

    Polisi Ungkap 27,8 Kg Ganja di Labusel, Buruh Asal Padang Ditangkap

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, LABUSEL — Satuan Reserse Narkoba Polres Labuhanbatu Selatan kembali mengungkap peredaran narkotika dalam jumlah besar. Dalam pengungkapan tersebut, polisi berhasil menyita 27.869 gram atau hampir 28 kilogram ganja kering yang dikemas dalam 26 paket. Barang bukti itu diamankan dari seorang pria berinisial DAS (40), warga Kota Padang, Sumatera Barat. Informasi pengungkapan kasus ini […]

  • Pungli Angkutan Batubara Menggila di Jambi, Satgasus FORKOM Ormas Provinsi Jambi: Ada Stempel Pemerintah Dipakai!

    Pungli Angkutan Batubara Menggila di Jambi, Satgasus FORKOM Ormas Provinsi Jambi: Ada Stempel Pemerintah Dipakai!

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, JAMBI – Provinsi Jambi kembali diguncang keluhan terkait maraknya dugaan Pungutan Liar (Pungli) pada angkutan atau transportasi batubara. Praktik ilegal tersebut dinilai sudah sangat meresahkan sekaligus merugikan sopir dan pengusaha transportir batubara. Dalam kondisi yang semakin memburuk, Satgasus SDA Forkom Ormas Provinsi Jambi melalui Divisi Migas dan Minerba mendesak Satgas Saber Pungli Unit […]

  • Korupsi Rp 611 Juta Kades Gunung Kaya dan Perangkatnya Ditahan

    Korupsi Rp 611 Juta Kades Gunung Kaya dan Perangkatnya Ditahan

    • 0Komentar

    N P . KAUR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kaur resmi menetapkan tersangka perkara  korupsi Dana Desa (DD) Desa Gunung Kaya Kecamatan Padang Guci Hulu (Pagulu) Tahun 2022/2023. Dua tersangka ditetapkan jadi tersangka yakni Kepala Desa (Kades) YY (42) dan juga AG (31) yang menjabat sebagai Kaur Keuangan di Pemerintahan Desa (Pemdes) Desa Gunung Kaya Tersebut. […]

  • Kedaulatan Digital: Model China vs Amerika Serikat

    Kedaulatan Digital: Model China vs Amerika Serikat

    • 1Komentar

    Oleh: Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd (Guru Besar UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi) A. Kedaulatan Digital Kedaulatan digital muncul sebagai isu strategis global dalam dua dekade terakhir, terutama di tengah rivalitas dua kekuatan besar dunia: China dan Amerika Serikat. Istilah ini merujuk pada kemampuan negara untuk mengatur arus data, infrastruktur digital, informasi, hingga algoritma dalam […]

expand_less