Breaking News
Trending Tags

Pertumbuhan, Transformasi dan Cara Keliru Membaca Pembangunan Daerah

  • account_circle Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • print Cetak

Pertumbuhan, Transformasi dan Cara Keliru Membaca Pembangunan Daerah

Oleh:
Yulfi Alfikri Noer S. IP., M. AP
Akademisi UIN STS Jambi

Dalam diskursus pembangunan daerah, kerap muncul anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi yang belum disertai perubahan struktur industri adalah pertumbuhan semu. Dari cara baca semacam ini lahir kesimpulan yang serba cepat yaitu, ekonomi memang tumbuh, tetapi tidak mengalami transformasi. Sekilas, pandangan tersebut terdengar kritis dan menggugah. Namun jika ditelisik lebih dalam, perspektif semacam ini cenderung menyederhanakan proses pembangunan yang pada hakikatnya kompleks, bertahap dan sangat kontekstual.

Untuk memahami persoalan ini, kita perlu kembali pada gagasan klasik Karl Polanyi dalam The Great Transformation, yang menegaskan bahwa ekonomi tidak pernah hadir sebagai ruang netral yang berdiri sendiri. Ekonomi selalu “tertanam” (embedded) dalam struktur sosial, kelembagaan dan relasi kekuasaan yang membentuk arah sebuah masyarakat. Karena itu, transformasi tidak cukup dibaca sebagai pergeseran angka atau perubahan komposisi statistik, melainkan sebagai perubahan orientasi politik pembangunan, tentang bagaimana negara memaknai perannya, kepada siapa kebijakan diarahkan dan nilai apa yang hendak ditegakkan.

Ketika transformasi direduksi menjadi sekadar indikator teknokratis, yang tereduksi bukan hanya realitas sosial, tetapi juga legitimasi politik pembangunan itu sendiri, sebab kebijakan yang kehilangan makna sosial perlahan kehilangan kepercayaan publik. Di titik inilah, pertanyaan tentang pembangunan berubah dari soal seberapa besar pertumbuhan, menjadi soal seberapa adil dan bermaknanya pertumbuhan itu bagi kehidupan bersama.

Tidak Ada Resep Tunggal Pembangunan

Selanjutnya, pemikir kontemporer seperti Dani Rodrik menegaskan bahwa tidak ada satu formula tunggal menuju transformasi. Setiap daerah memiliki konteksnya sendiri, dari basis sumber daya hingga kapasitas institusi yang mempengaruhi jalur pembangunan. Dalam One Economics, Many Recipes, Rodrik mengecam pendekatan seragam yang menuntut industrialisasi cepat tanpa memperhatikan konteks domestik. Menurutnya, transformasi berkelanjutan sering tumbuh dari kebijakan kontekstual, bereksperimen dan berjalan secara bertahap bukan loncatan statistik yang instan. Dalam praktik kebijakan, pendekatan kontekstual yang menekankan eksperimen bertahap tersebut pada akhirnya menuntut satu hal yang lebih mendasar: keberanian politik negara untuk secara sadar memilih jalur pembangunan tertentu dan menanggung konsekuensinya lintas waktu.

Dalam konteks inilah, Ha-Joon Chang dalam Kicking Away the Ladder menunjukkan bahwa negara-negara yang kini menjadi rujukan pembangunan justru tumbuh melalui keberanian politik untuk melakukan proteksionisme terukur dan intervensi negara yang aktif. Mereka tidak menunggu tercapainya struktur ekonomi yang ideal sebelum bertindak, melainkan membangun struktur tersebut melalui keputusan kebijakan yang konsisten dan berjangka panjang. Ini menegaskan bahwa transformasi ekonomi bukan sekadar persoalan pemenuhan indikator teknis, tetapi hasil dari pilihan politik pembangunan yang secara sadar memanfaatkan keunggulan komparatif dengan tetap secara bertahap membangun kapasitas dan daya saing baru dengan konsekuensi kebijakan yang harus dijaga lintas periode pemerintahan.
Pierre Bourdieu menambahkan dimensi yang sering dilupakan, modal tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga kultural dan sosial.

Transformasi ekonomi menuntut perubahan habitus kerja, kemampuan adaptasi dan sistem nilai kolektif yang kondusif bagi inovasi. Tanpa perubahan kultural ini, program industrialisasi atau diversifikasi akan bersifat top-down dan sering kali tidak berkelanjutan.

Negara sebagai Pembentuk Pasar

Mariana Mazzucato, melalui gagasan state as a market shaper, memberi kita kerangka berpikir baru tentang peran negara. Bukan sekadar fasilitator, negara perlu menjadi aktor yang aktif dalam menciptakan pasar, bukan hanya meresponsnya. Pendekatan ini relevan ketika sebuah daerah tengah berproses membangun infrastruktur, kapasitas kelembagaan dan ekosistem ekonomi produktif. Kebijakan publik yang bersifat visioner bukan hanya reaktif merupakan bagian penting dari transformasi yang berdampak jangka panjang.

Dalam realitas pembangunan daerah, sulit untuk mengklaim bahwa transformasi sudah terjadi hanya berdasarkan perubahan komposisi PDRB dalam satu periode anggaran. Pertumbuhan yang moderat, jika dihasilkan melalui kebijakan fiskal yang hati-hati namun konsisten, bisa menjadi fondasi bagi diversifikasi ekonomi kedepan. Infrastruktur yang dibangun mungkin belum langsung mengubah struktur industri, namun ia menciptakan jaringan konektivitas yang membuka peluang hilirisasi dan integrasi ke pasar yang lebih luas. Namun, keberhasilan fondasi ekonomi tersebut tidak dapat dilepaskan dari dampaknya terhadap struktur pasar kerja, karena di sanalah pertumbuhan diuji bukan sebagai angka, melainkan sebagai pengalaman sosial masyarakat.

Persoalan ketenagakerjaan sering dijadikan bukti bahwa transformasi belum berjalan. Memang, tingginya sektor informal dan pekerja rentan adalah kenyataan struktural yang tidak bisa disangkal. Namun transisi dari informal ke formal bukan proses otomatis, perubahan tersebut adalah hasil dari rangkaian kebijakan pendidikan, pelatihan keterampilan dan penciptaan ekosistem usaha produktif yang konsisten. Menyederhanakan fenomena ini sebagai “statistik tanpa makna” justru mereduksi diskursus menjadi nihilisme yang tidak produktif.

Membaca Pembangunan Secara Kontekstual

Kritik terhadap pembangunan pada dasarnya merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi. Namun kritik yang berhenti pada penegasan normatif bahwa transformasi “belum terjadi” berpotensi mereduksi perdebatan kebijakan menjadi penilaian hitam-putih yang miskin konteks. Yang lebih mendesak untuk dibaca secara jernih bukan semata apa yang belum tampak berubah di permukaan, melainkan arah kebijakan apa yang sedang dirancang, prasyarat apa yang tengah dibangun dan kapasitas institusional apa yang sedang diperkuat agar perubahan struktural itu dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dalam kerangka ini, pembangunan harus dipahami sebagai proses politik dan administratif yang panjang, melibatkan konsolidasi kebijakan, keberanian melakukan eksperimen terukur, penguatan tata kelola, serta pembelajaran kolektif lintas waktu dan kepemimpinan.

Pada titik inilah penting ditegaskan bahwa pertumbuhan dan transformasi bukanlah konsep yang saling meniadakan, melainkan dua dimensi yang bekerja dalam satu lintasan kebijakan yang berkelanjutan. Pertumbuhan yang dikelola dengan kesadaran institusional, keterlibatan aktor lokal dan keberpihakan sosial justru menjadi medium bagi terjadinya transformasi itu sendiri. Tantangan yang dihadapi bukan sekadar mengoreksi angka, melainkan memastikan bahwa setiap capaian pertumbuhan secara konsisten diarahkan pada perubahan struktural yang adil, inklusif dan berkelanjutan.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nekat Lawan Instruksi Gubernur, 7 Tronton Batu Bara Disergap Ditlantas Polda Jambi

    Nekat Lawan Instruksi Gubernur, 7 Tronton Batu Bara Disergap Ditlantas Polda Jambi

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | JAMBI – Aksi nekat armada batu bara yang diduga sengaja menabrak kebijakan daerah akhirnya berujung penindakan. Sedikitnya tujuh unit truk tronton bermuatan batu bara disergap aparat Polda Jambi melalui Direktorat Lalu Lintas saat melintas di wilayah Mestong, Kabupaten Muaro Jambi. Penindakan ini bukan sekadar razia rutin. Aparat bergerak setelah mendeteksi adanya armada […]

  • PT Timah Bangka Dorong Pengrajin UMKM Bersama Rumah BUMN Bangka Belitung

    PT Timah Bangka Dorong Pengrajin UMKM Bersama Rumah BUMN Bangka Belitung

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Pangkalpinang, Bangka Belitung – UMKM menjadi tulang punggung perekonomian nasional, dan PT Timah Tbk terus berupaya memperkuat kapabilitas para pelaku UMKM, khususnya yang berada di wilayah operasional perusahaan, dengan berbagai program pelatihan. Dalam rangka meningkatkan daya saing UMKM yang berorientasi pada keberlanjutan dan kesiapan pasar global, PT Timah berkolaborasi dengan Rumah BUMN Bangka […]

  • Wagub Sani Dampingi Kunker Kepala KSP Tinjau SPPG

    Wagub Sani Dampingi Kunker Kepala KSP Tinjau SPPG

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I mendampingi kunjungan kerja Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Republik Indonesia Letjen. TNI (Purn) AM. Putranto meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kota Jambi yaitu SPPG Yayasan Nuansa Mitra Sejati, SPPG Polda Jambi dan SPPG Urban Farming Kodim 0415, […]

  • Wagub Sani: Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Momentum Silaturahmi dan Penguat Iman

    Wagub Sani: Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Momentum Silaturahmi dan Penguat Iman

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK, Kumpeh Ulu — Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I, menegaskan bahwa peringatan Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Islam. Dalam Mau’idzah Hasanah-nya di Pondok Pesantren Al Baro’ah, Desa Kasang Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu malam (2/11/2025), Wagub […]

  • Hesti Haris Tekankan BKMT Bukan Sekadar Pengajian

    Hesti Haris Tekankan BKMT Bukan Sekadar Pengajian

    • 1Komentar

    📰 Hj. Hesti Haris Pimpin PW BKMT Provinsi Jambi Periode 2025–2030 NEWS PUBLIK, Jambi (Diskominfo Provinsi Jambi) – Hj. Hesnidar Haris, SE (Hesti Haris) resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Wilayah Badan Kontak Majelis Taklim (PW BKMT) Provinsi Jambi periode 2025–2030. Dalam sambutannya, Hesti Haris menegaskan bahwa BKMT adalah wadah pemersatu umat, sarana silaturahmi, sekaligus ruang […]

  • Penyelundupan sabu ke lapas Karawang berhasil digagalkan

    Modus Sabu Disembunyikan dalam Alat Kontrasepsi Terbongkar, Polres Karawang Dalami Jaringan Pemasok Narkotika

    • 0Komentar

    NEWS PUBLIK | KARAWANG – Upaya penyelundupan narkotika ke dalam lembaga pemasyarakatan kembali berhasil digagalkan. Ketelitian petugas lapas yang didukung respons cepat aparat kepolisian berhasil mencegah masuknya barang yang diduga narkotika jenis sabu ke lingkungan warga binaan. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/5/2026) saat dua orang pembesuk berinisial IDR (18) dan NN (49) datang untuk menemui […]

expand_less