Safari Subuh Gubernur Al Haris di Masjid Raya Magat Sari, Imbau Terkait Ancaman Kemarau 2026
- account_circle GR
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 68

Kegiatan Safari Subuh Gubernur Jambi Al Haris bersama masyarakat di Masjid Raya Magat Sari, Kelurahan Pasar, Kota Jambi, Jumat (10/04/2026).
NEW PUBLIK | Jambi – Safari Subuh Gubernur Jambi Al Haris kembali digelar dan menjadi momentum penting untuk menyampaikan peringatan serius kepada masyarakat terkait ancaman musim kemarau 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Raya Magat Sari, Kelurahan Pasar, Kota Jambi, Jumat (10/04/2026), ini diwarnai imbauan tegas soal krisis air, potensi penyakit, hingga risiko kebakaran.
Dalam Safari Subuh Gubernur Jambi Al Haris, pemerintah tidak hanya melakukan kegiatan keagamaan, tetapi juga menyampaikan pesan strategis menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris, didampingi Sekretaris Daerah Sudirman. Turut hadir jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Jambi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), pimpinan Bank Jambi, serta berbagai organisasi masyarakat Islam.
Safari Subuh Gubernur Jambi Al Haris Ingatkan Ancaman Kemarau
Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris mengingatkan masyarakat untuk mulai bersiap menghadapi musim kemarau yang diperkirakan cukup berat tahun ini.
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi pada Agustus 2026. Kondisi ini diperparah dengan adanya fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan tingkat kekeringan di sejumlah wilayah.
Menurutnya, persoalan utama yang akan dihadapi masyarakat saat kemarau adalah keterbatasan sumber air bersih.
“Pesan kami yang pertama adalah agar masyarakat bijak menggunakan air. Saat kemarau, yang paling sulit adalah mendapatkan sumber air. Maka dari itu, mari kita hemat dan manfaatkan air dengan sebaik-baiknya,” ujar Al Haris.
Imbauan ini menjadi bagian penting dari Safari Subuh Gubernur Jambi Al Haris, sebagai langkah preventif untuk meminimalisir dampak krisis air di tengah masyarakat.

Waspada ISPA dan Kebakaran Saat Kemarau
Selain krisis air, Gubernur Al Haris juga menyoroti dampak lain yang kerap muncul saat musim kemarau, yakni meningkatnya kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta risiko kebakaran.
Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca kering akan meningkatkan intensitas debu di udara, yang berpotensi memicu gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan.
Tak hanya itu, risiko kebakaran hutan dan lahan maupun kebakaran pemukiman juga cenderung meningkat seiring menurunnya kelembaban udara.
“Musim kemarau identik dengan meningkatnya debu yang bisa memicu penyakit pernapasan, serta potensi kebakaran. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” tegasnya.
Dalam Safari Subuh Gubernur Jambi Al Haris, masyarakat diminta untuk lebih waspada dan aktif menjaga lingkungan guna mencegah terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan terbuka.
Imbau Hemat BBM di Tengah Kondisi Global
Selain isu lingkungan dan kesehatan, Gubernur juga menyinggung pentingnya penghematan bahan bakar minyak (BBM). Hal ini disampaikan sebagai bentuk antisipasi terhadap kondisi global yang turut mempengaruhi ketersediaan energi.
Menurut Al Haris, meskipun pemerintah saat ini belum melakukan penyesuaian harga BBM, masyarakat tetap perlu menjaga penggunaan energi secara bijak.
“Pemerintah memang belum menaikkan harga BBM, namun cadangan harus kita jaga bersama. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk hemat dalam penggunaan BBM sehari-hari,” ujarnya.
Pesan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya efisiensi energi di tengah dinamika global.

Masjid Raya Magat Sari Apresiasi Kehadiran Gubernur
Sementara itu, Ketua Masjid Raya Magat Sari, Muhamad Fadhil, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas kunjungan Gubernur Jambi beserta rombongan dalam kegiatan tersebut.
Ia menyebut kehadiran Gubernur menjadi kehormatan tersendiri bagi pengurus dan jemaah masjid, sekaligus memberikan semangat bagi masyarakat sekitar.
“Kami sangat berbahagia atas kehadiran Bapak Gubernur dan jajaran. Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan kelancaran dalam memimpin Jambi,” ungkap Fadhil.
Fadhil juga mengungkapkan bahwa bantuan yang sebelumnya diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jambi telah dimanfaatkan secara optimal, khususnya untuk meningkatkan kenyamanan jemaah.
Bantuan tersebut digunakan untuk pengadaan 26 unit kipas angin serta pendingin ruangan (AC) bagi imam masjid. Fasilitas ini sangat membantu, terutama saat pelaksanaan salat Zuhur dan Asar yang kerap dihadiri ratusan jemaah, termasuk pedagang dan pengunjung pasar.
“Kami berharap ke depan ada tambahan bantuan untuk meningkatkan kenyamanan jemaah, karena masjid ini menjadi tempat ibadah utama bagi masyarakat sekitar pasar,” tambahnya.

Safari Subuh Gubernur Jambi Al Haris Ditutup dengan Santunan
Kegiatan Safari Subuh Gubernur Jambi Al Haris ditutup dengan tausiah keagamaan yang memberikan penguatan spiritual kepada jemaah.
Selain itu, pemerintah juga menyalurkan santunan kepada anak yatim serta bantuan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana penyampaian pesan penting terkait kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
Dengan berbagai imbauan yang disampaikan, pemerintah berharap masyarakat dapat lebih siap, waspada, dan berperan aktif dalam menghadapi potensi dampak yang ditimbulkan oleh kondisi cuaca ekstrem ke depan.
- Penulis: GR
